GELANDANG
Liverpool
Dominik Szoboszlai mengungkapkan bahwa empat kekalahan beruntun yang dialami timnya memicu beberapa pertemuan internal dalam skuad. Pertemuan-pertemuan tersebut digunakan sebagai cara untuk membangkitkan semangat dan memperkuat persatuan di tengah situasi yang sedang sulit.
Liverpool akan bertandang ke markas Eintracht Frankfurt dalam laga Liga Champions pada Kamis dinihari, 23 Oktober 2025, pukul 02.00 WIB. The Reds berusaha menghindari kekalahan kelima beruntun di semua kompetisi, yang akan menjadi catatan terburuk sejak September 1953. Kekalahan 1-2 dari Manchester United di Anfield akhir pekan lalu membuat The Reds berada di ambang rekor terburuk dalam 72 tahun terakhir. Hasil itu juga menjadi kekalahan pertama Liverpool dari Manchester United di kandang sejak Januari 2016.
Szoboszlai menyatakan bahwa para pemain di bawah asuhan Arne Slot berusaha keras untuk keluar dari masa-masa buruk yang dimulai dari kekalahan atas Crystal Palace. “Ini belum pernah terjadi dalam karier saya. Kami harus tetap bersatu. Itu yang paling penting,” ujarnya.
Menurut gelandang asal Hungaria itu, skuad Liverpool telah mengadakan sejumlah pertemuan dan berbicara secara terbuka satu sama lain. “Kami sudah banyak berdiskusi, saling bicara. Yang terpenting adalah tetap bersatu di masa sulit. Kami siap bereaksi, dan itu yang akan kami tunjukkan,” katanya.
“Semua akan berubah. Jika terus bekerja keras dan melangkah maju, keberuntungan akan berpihak. Kami punya tiga peluang yang membentur tiang gawang saat melawan United. Kami menciptakan banyak peluang dan membatasi peluang lawan. Kadang memang begitulah sepak bola,” tambah Szoboszlai.
Liverpool datang ke markas Eintracht Frankfurt usai kalah dari Galatasaray di laga tandang terakhir Liga Champions. Persiapan mereka sempat terganggu karena penerbangan ke Jerman tertunda hampir empat jam akibat gangguan teknis.
Szoboszlai menegaskan bahwa Liverpool tetap harus menang demi mengembalikan momentum positif. “Dari dua laga, kami baru menang sekali dan kalah sekali. Jadi kami harus meraih tiga poin. Yang paling penting, kami harus menunjukkan karakter sejati Liverpool. Musim lalu kami juara, dan kini semua tim siap menghadapi kami. Itu hal bagus. Kami harus melihatnya sebagai tantangan positif dan siap meladeni mereka,” ujar dia.
Szoboszlai mengaku memiliki motivasi pribadi di ajang Liga Champions. “Bagi saya, Liga Champions musim ini istimewa karena finalnya digelar di Budapest,” katanya. “Namun perjalanannya masih panjang. Kami harus banyak belajar, berubah, dan fokus pada diri sendiri.”

















