Percepatan Pembangunan Infrastruktur di Batang: Tiga Proyek Strategis Siap Digarap Sejak Awal 2026
Pemerintah Kabupaten Batang menunjukkan komitmen kuat untuk menggenjot pembangunan infrastruktur di wilayahnya. Sejak awal tahun 2026, berbagai proyek strategis telah direncanakan untuk segera dieksekusi. Melalui penerapan skema lelang dini, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Batang menargetkan pekerjaan fisik dapat dimulai lebih awal. Tujuannya adalah untuk menghindari kendala yang sering muncul akibat musim hujan dan potensi refocusing anggaran di akhir tahun.
Tiga proyek utama telah ditetapkan sebagai ‘starter’ dalam upaya percepatan pembangunan ini. Ketiga proyek tersebut meliputi pembangunan Jembatan Belo, Gedung Satpol PP, serta pembangunan lintasan joging di kawasan Gelora Olahraga (GOR) Sarengat.
Strategi Lelang Dini untuk Efektivitas Pembangunan
Kepala DPUPR Batang, Endro Suryono, menekankan bahwa kebijakan lelang dini merupakan kunci utama agar berbagai proyek pembangunan tidak menumpuk di akhir tahun. Pendekatan ini memungkinkan proses perencanaan dan tender diselesaikan lebih awal, sehingga pekerjaan fisik dapat segera dimulai.
“Lelang dini sudah mulai berjalan. Salah satunya adalah proyek Jembatan Belo,” ujar Endro.
Tiga Proyek Unggulan di Batang
Pembangunan Jembatan Belo:
Proyek Jembatan Belo menjadi salah satu yang paling krusial. Pembangunan jembatan ini sangat vital karena akan meningkatkan konektivitas antar wilayah dan memfasilitasi aktivitas warga sehari-hari. Meskipun sempat mengalami kendala teknis yang mengharuskan adanya lelang ulang, Endro memastikan bahwa proyek ini tetap menjadi prioritas utama dan terus didorong untuk segera terealisasi.Pembangunan Gedung Satpol PP:
Selain Jembatan Belo, DPUPR juga memprioritaskan pembangunan Gedung Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Gedung ini dirancang sebagai penunjang utama dalam penegakan ketertiban umum dan peningkatan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Batang. Gedung Satpol PP ini direncanakan memiliki empat lantai. Namun, pada tahun 2026, targetnya adalah menyelesaikan pembangunan hingga lantai dua agar bangunan tersebut dapat segera difungsikan. “Tahun ini kami bangun sampai lantai dua dulu. Sisanya akan menyesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia,” jelas Endro.Pembangunan Jogging Track GOR Sarengat:
Proyek ketiga yang menjadi fokus adalah pembangunan lintasan joging di kawasan GOR Sarengat. Fasilitas ini disiapkan sebagai ruang publik yang nyaman sekaligus menjadi sarana olahraga bagi masyarakat. Diharapkan, dengan adanya lintasan joging ini, fungsi GOR Sarengat sebagai pusat aktivitas dan rekreasi warga akan semakin kuat dan optimal. “Ketiga proyek ini yang menjadi proyek strategis DPUPR,” tegasnya.
Target Waktu Pelaksanaan dan Anggaran
DPUPR Batang menargetkan pada bulan April 2026, seluruh proyek fisik yang telah direncanakan akan sudah mengantongi Surat Perintah Kerja (SPK). Dengan target ini, diharapkan periode antara bulan Mei hingga September 2026 dapat dimaksimalkan untuk pengerjaan di lapangan.
“Harapannya, mulai Mei hingga September sudah selesai dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” ungkap Endro.
Saat ini, tahapan perencanaan untuk proyek-proyek tersebut sedang dikebut. Diperkirakan, sekitar 20 paket perencanaan telah ditayangkan di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). Sementara itu, paket-paket fisik diperkirakan akan mulai dilelang secara masif pada bulan Februari hingga Maret 2026.
“Untuk sektor pengairan, bahkan sudah lebih dulu dimulai. Ada 17 paket yang sudah ditayangkan,” tambahnya.
Dari sisi anggaran, proyek-proyek strategis ini telah dialokasikan dana yang cukup signifikan. Pembangunan Jembatan Belo diproyeksikan menelan biaya sekitar Rp 9 miliar. Untuk jogging track GOR Sarengat, anggarannya diperkirakan mencapai Rp 3,7 miliar. Sementara itu, pembangunan Gedung Satpol PP ditargetkan menelan biaya sekitar Rp 4,77 miliar.
Meskipun kepastian kebijakan refocusing anggaran masih menunggu, Endro memastikan bahwa percepatan pembangunan akan tetap dilakukan agar proses konstruksi tidak mengalami hambatan.
Pentingnya Sinergi Lintas Sektor
Endro Suryono menekankan bahwa keberhasilan pembangunan infrastruktur tidak dapat berdiri sendiri dan sangat bergantung pada sinergi antar berbagai sektor. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara sektor pengairan, jalan, sanitasi, dan tata ruang.
“Pengairan, jalan, sanitasi, dan tata ruang harus berjalan beriringan. Sinergi ini penting agar manfaatnya benar-benar dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat,” tutupnya.
Dengan strategi lelang dini dan fokus pada proyek-proyek strategis, DPUPR Batang optimis bahwa roda pembangunan infrastruktur di tahun 2026 akan berputar lebih cepat dan lebih efektif, membawa dampak positif yang nyata bagi kemajuan Kabupaten Batang.















