Pembangunan Kampung Haji Indonesia di Kota Makkah
Pembangunan Kampung Haji Indonesia di Kota Makkah menjadi salah satu isu yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya pada Sidang Kabinet Paripurna tanggal 20 Oktober. Dalam kesempatan tersebut, ia menyoroti pentingnya mempercepat proses antrean haji, yang saat ini mencapai sekitar 26 tahun.
Sementara itu, Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak melakukan peninjauan terhadap lokasi rencana pembangunan kampung haji tersebut. Lokasi yang akan digunakan adalah lahan seluas 80 hektare di kawasan Jabal Hindawiyah, Makkah. Jaraknya hanya sekitar 2 km dari Masjidil Haram, sehingga jamaah dapat berjalan kaki sekitar 20 menit untuk sampai ke tempat ibadah utama tersebut.
Dari dokumentasi foto yang diberikan oleh tim Kemenhaj, lokasi tersebut masih dalam kondisi tanah kosong dengan beberapa titik yang ditumbuhi rumput liar. Namun, dari lokasi ini terlihat Zam Zam Tower yang tinggi menjulang. Menara tersebut memiliki hotel dan pusat perbelanjaan di dalamnya, serta menjadi penanda lokasi Masjidil Haram karena berada di sebelah langsung masjid tersebut.
Dahnil menjelaskan bahwa proses negosiasi dan lelang (bidding) untuk pengadaan lahan sedang berlangsung. Lokasi tersebut termasuk dalam Masar Project, yaitu kawasan strategis yang terintegrasi dengan jalur kereta cepat dan jalur pedestrian langsung menuju Masjidil Haram. “Dari titik ini kita bisa melihat langsung Zam Zam Tower dan area Masjidil Haram. Jika Indonesia menang dalam proses bidding, maka di sinilah akan berdiri Kampung Haji Indonesia dengan luas sekitar 80 hektare,” ujar Dahnil.
Politikus Partai Gerindra ini meminta doa seluruh rakyat Indonesia agar proses tersebut berjalan lancar dan menghasilkan keputusan terbaik. “Insya Allah ini menjadi alternatif utama lokasi Kampung Haji Indonesia,” katanya. Ia juga memohon doa dari seluruh rakyat Indonesia supaya kita menang lelang. Presiden Prabowo Subianto sendiri sangat serius mengupayakan hal ini dan akan berbicara langsung dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman.
Proses bidding ini akan selesai pada 30 Oktober mendatang. Dari Indonesia sendiri, lelang lahan untuk kampung haji dipimpin langsung oleh Kepala Danantara Rosan Roeslani.
Sejarah Baru dalam Diplomasi Perhajian
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo Subianto menyebutkan soal kampung haji dan upaya memendekkan antrean haji menjadi sekitar 26 tahun. Ia menegaskan apresiasinya terhadap Kerajaan Arab Saudi, karena membuka izin bersejarah bagi Indonesia untuk membangun Kampung Haji di Makkah.
“Alhamdulillah, pemerintah Arab Saudi untuk pertama kali dalam sejarah setuju pembangunan Kampung Indonesia di Kota Makkah. Saya datangi beberapa kali, saya lobi terus, mungkin beliau kasihan sama kita,” jelas Prabowo.
Ia menambahkan bahwa untuk pertama kali dalam sejarah, Saudi mengubah undang-undangnya khusus untuk mengakomodasi Indonesia bisa memiliki lahan di Saudi. “Negara asing pertama yang diizinkan memiliki lahan di kota suci dan itu Indonesia. Ini luar biasa,” ujar Prabowo.
Langkah ini menjadi tanda sejarah baru dalam diplomasi perhajian Indonesia. Sekaligus menjadi wujud nyata komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memberikan pelayanan ibadah haji yang lebih berkualitas bagi jamaah Indonesia.

















