Lokal

Api Lahap Rumah Nenek Akibat Lupa Matikan Kompor di Rejoso Nganjuk

×

Api Lahap Rumah Nenek Akibat Lupa Matikan Kompor di Rejoso Nganjuk

Sebarkan artikel ini

Kebakaran Hebat Landa Nganjuk, Rumah Warga Ludes Dilalap Api Akibat Kelalaian Kompor

Nganjuk – Musibah kebakaran kembali terjadi di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Kali ini, sebuah rumah di Dusun Kedungbulu, Desa Ngadiboyo, Kecamatan Rejoso, ludes tak bersisa dilalap si jago merah pada Minggu, 11 Januari 2026, sekitar pukul 10.26 WIB. Dugaan kuat, api berasal dari kompor gas yang lupa dimatikan oleh pemilik rumah saat sedang memasak air. Peristiwa ini menimbulkan kerugian materiil yang cukup besar, diperkirakan mencapai Rp 80 juta, namun untungnya tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden tersebut.

Kronologi Kejadian: Ditinggal dalam Keadaan Terkunci

Menurut keterangan dari Kepala Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk, Imam Anshari, peristiwa kebakaran ini berawal dari kelalaian pemilik rumah, Painem (65 tahun). Saat itu, Painem sedang berada di dapur rumahnya dan menggunakan kompor gas untuk merebus air.

Setelah beberapa saat, Painem memutuskan untuk melakukan aktivitas lain di luar rumah. Ironisnya, ia meninggalkan rumah dalam keadaan pintu terkunci, tanpa sempat mematikan kompor gas yang masih menyala di atasnya terdapat wadah berisi air.

Tak lama berselang, api yang berasal dari kompor gas tersebut mulai membesar. Kepulan asap hitam pekat mulai terlihat dari dalam rumah Painem. Salah seorang warga yang berada di sekitar lokasi kejadian pertama kali melihat asap tersebut dan segera berupaya melakukan pengecekan.

Baca Juga :  350 Jiwa Mengungsi: Banjir Jakarta Utara Meluas

Namun, upaya pengecekan warga terhalang karena pintu rumah Painem dalam keadaan terkunci. Melihat asap semakin tebal dan khawatir api merembet ke rumah-rumah lain serta membahayakan keselamatan Painem yang mungkin masih berada di dalam, warga memutuskan untuk mendobrak paksa pintu rumah tersebut.

Setibanya di dalam, warga terkejut melihat kobaran api sudah membesar dan melambung tinggi. Rumah tersebut dalam keadaan kosong karena pemiliknya sedang keluar. Tanpa menunggu lama, warga segera melaporkan kejadian ini kepada pihak pemadam kebakaran setempat.

Respons Cepat Petugas Pemadam Kebakaran

Mendapatkan laporan dari warga, petugas pemadam kebakaran Kabupaten Nganjuk segera bertindak cepat. Satu unit armada pemadam kebakaran beserta sejumlah personel dikerahkan menuju lokasi kejadian di Dusun Kedungbulu.

Setibanya di Tempat Kejadian Perkara (TKP), petugas langsung bergegas melakukan upaya pemadaman api. Dengan sigap dan profesional, para petugas berjuang menjinakkan kobaran api yang sudah cukup besar.

Setelah berjuang selama kurang lebih dua jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya. Meskipun berhasil mencegah api meluas lebih jauh, bangunan rumah beserta seluruh isinya telah hangus terbakar.

Kerugian dan Imbauan

Pihak pemadam kebakaran mengonfirmasi bahwa penyebab utama kebakaran ini diduga kuat adalah kelalaian pemilik rumah yang lupa mematikan kompor gas saat sedang memasak air. Kejadian ini menjadi pengingat penting akan bahaya meninggalkan kompor gas menyala tanpa pengawasan, terutama ketika meninggalkan rumah.

Baca Juga :  Tiga Kades Sigi Dicopot Sementara Akibat Dana Desa Bodong

Meskipun tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini, kerugian materiil yang ditanggung oleh Painem diperkirakan mencapai Rp 80 juta. Kerugian ini mencakup kerusakan bangunan rumah dan seluruh perabotan di dalamnya.

Pihak berwenang mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya saat menggunakan peralatan dapur seperti kompor gas.

Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:

  • Selalu periksa kembali kompor gas sebelum meninggalkan rumah atau ruangan. Pastikan kompor dalam keadaan mati total.
  • Jangan pernah meninggalkan kompor gas menyala tanpa pengawasan. Segera matikan jika Anda harus meninggalkan area dapur.
  • Lakukan perawatan rutin pada kompor gas dan selang regulator. Pastikan tidak ada kebocoran gas yang dapat memicu percikan api.
  • Pasang detektor asap di rumah. Alat ini dapat memberikan peringatan dini jika terdeteksi asap.
  • Simpan tabung gas di tempat yang aman dan berventilasi baik. Jauhkan dari sumber panas atau api.

Kejadian di Nganjuk ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua untuk selalu memprioritaskan keselamatan dan tidak mengabaikan hal-hal kecil yang berpotensi menimbulkan musibah besar. Kewaspadaan dan kehati-hatian adalah kunci utama dalam mencegah kebakaran.