Kobaran Api Melalap Tiga Kios di Pasar Sumber, Kerugian Materi Masih Dihitung
CIREBON – Di tengah keheningan malam, ketika sebagian besar warga Kota Cirebon terlelap dan Pasar Sumber masih diselimuti kesunyian, insiden mengerikan terjadi. Kobaran api tiba-tiba muncul dan dengan ganas melahap deretan kios di sisi timur pasar. Peristiwa kebakaran yang terjadi pada Sabtu (13/12/2025) malam tersebut menghanguskan tiga kios yang menjual makanan ringan, milik para pedagang bernama Hadi dan Roni.
Kejadian nahas ini berlangsung menjelang tengah malam. Pukul 23.40 WIB, laporan kebakaran pertama kali diterima oleh pusat panggilan darurat 112. Tanpa membuang waktu, satu armada pemadam kebakaran dari Regu 2 Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Sektor Weru segera dikerahkan menuju lokasi.
“Begitu menerima laporan dari call center 112, anggota langsung bergerak menuju lokasi kebakaran di Pasar Sumber,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan DPKP Kabupaten Cirebon, Eno Sudjana, dalam keterangan tertulisnya pada Minggu (14/12/2025) dini hari.
Armada pemadam kebakaran diberangkatkan dari pos jaga pada pukul 23.50 WIB dan menunjukkan respons yang sangat cepat. Mereka tiba di lokasi kejadian hanya berselang tiga menit, tepatnya pada pukul 23.53 WIB. Setibanya di tempat kejadian, petugas pemadam kebakaran tanpa menunggu instruksi lebih lanjut segera melakukan persiapan. Selang-selang air digelar, dan semprotan air diarahkan langsung ke pusat api yang tengah membakar kios-kios makanan ringan tersebut.
Upaya pemadaman api menunjukkan hasil yang signifikan. Api berhasil dijinakkan dalam waktu sekitar 15 menit, yaitu pada pukul 00.13 WIB. Namun, tugas petugas pemadam kebakaran tidak berhenti sampai di situ. Mereka tetap berada di lokasi untuk melakukan proses pendinginan yang memakan waktu kurang lebih 30 menit. Tujuannya adalah untuk memastikan tidak ada lagi bara api yang tersisa dan mencegah potensi api kembali menyala, yang bisa berujung pada kebakaran susulan.
“Setelah api berhasil dipadamkan, anggota melanjutkan proses pendinginan secara menyeluruh dan melakukan penyisiran di kios-kios yang terbakar untuk memastikan kondisi benar-benar aman,” tambah Eno Sudjana.
Dugaan Penyebab Kebakaran: Korsleting Listrik
Berdasarkan keterangan awal yang diperoleh dari pengelola Pasar Sumber, dugaan terkuat penyebab kebakaran ini adalah korsleting listrik. Percikan api yang berasal dari korsleting tersebut diduga pertama kali menyambar tumpukan kardus dan material plastik yang mudah terbakar. Api kemudian dengan cepat menjalar, melahap kios-kios di sekitarnya.
Saat kejadian, kondisi pasar masih sangat sepi. Aktivitas jual beli belum berlangsung, sehingga tidak ada pedagang yang berada di dalam kios yang terbakar. Hal ini menjadi salah satu faktor yang patut disyukuri.
“Api diduga berasal dari korsleting listrik yang mengenai kardus dan plastik. Alhamdulillah, tidak ada aktivitas pedagang karena pasar masih sepi,” jelas pengelola pasar.
Dampak Kebakaran dan Upaya Penyelamatan
Peristiwa kebakaran ini sedikitnya berdampak pada tiga kios yang menjual makanan ringan. Luas area yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 6 meter persegi. Material yang paling banyak menjadi korban api meliputi stok makanan ringan, kardus-kardus bekas kemasan, plastik, serta etalase atau meja tempat para pedagang menjajakan dagangannya.
Meskipun demikian, berkat kecepatan respons petugas pemadam kebakaran dan upaya yang dilakukan, kios-kios lain yang berada di sekitar lokasi kejadian berhasil diselamatkan dari amukan si jago merah.
Dalam penanganan kebakaran ini, petugas pemadam kebakaran tidak bekerja sendiri. Mereka menjalin koordinasi yang erat dengan berbagai pihak, termasuk Babinsa (Bintara Pembina Desa), Bhabinkamtibmas (Bhabinkamtibmas), pengelola pasar, serta warga sekitar yang turut membantu memberikan informasi dan dukungan.
Setelah melakukan pengecekan ulang secara menyeluruh dan memastikan bahwa seluruh area dinyatakan aman, tim pemadam kebakaran akhirnya kembali ke pos jaga sekitar pukul 00.45 WIB.
Kerugian Materi Masih Dihitung
Salah satu kabar baik dari insiden ini adalah tidak adanya korban jiwa maupun luka-luka yang dilaporkan. Seluruh pedagang dan warga di sekitar lokasi berhasil selamat dari peristiwa kebakaran tersebut.
Namun, terkait dengan kerugian materiil yang dialami oleh para pedagang, pihak berwenang masih melakukan proses pendataan secara rinci. Besaran kerugian diperkirakan cukup signifikan mengingat barang-barang yang terbakar merupakan stok dagangan dan perlengkapan usaha. Pendataan ini akan menjadi dasar untuk langkah-langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan adanya bantuan atau kompensasi bagi para korban kebakaran.

















