Nasional

Bakom RI Respons Keluhan Malaysia-Singapura soal Asap Karhutla

×

Bakom RI Respons Keluhan Malaysia-Singapura soal Asap Karhutla

Sebarkan artikel ini

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Syahganda Nainggolan menanggapi keresahan Malaysia dan Singapura atas kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. Dalam pernyataannya di Jakarta yang dikutip pada Senin, 12 Oktober, ia meminta kedua negara melihat persoalan ini secara lebih luas karena Indonesia juga memiliki peran ekologis bagi kawasan melalui hutan yang dimilikinya.

Syahganda menyebut pemerintah memahami dampak yang dirasakan negara tetangga ketika asap melintas batas. Namun, ia menegaskan bahwa hutan Indonesia tidak hanya identik dengan asap saat terjadi kebakaran. Menurut dia, hutan-hutan itu juga memasok oksigen bagi wilayah sekitar, termasuk Singapura dan Malaysia.

Ia mengatakan kondisi yang sedang terjadi tidak semata-mata bisa dibaca sebagai akibat kesalahan manusia. Syahganda bahkan menyebutnya sebagai keadaan yang berada di luar human error dan meminta para tetangga Indonesia untuk memaklumi bahwa situasi ini merupakan bagian dari faktor alam.

Baca Juga :  BNN Bongkar Pabrik Obat Ilegal di Jawa Barat, Tujuh Tersangka Diamankan

Di sisi lain, ia menekankan hubungan Indonesia dan Malaysia tetap berjalan baik meski ada persoalan kabut asap. Pemerintah, kata dia, terus memberikan penjelasan kepada Malaysia dan Singapura mengenai kondisi karhutla sekaligus langkah-langkah yang ditempuh Indonesia untuk menanganinya. Penjelasan itu diperlukan agar kedua negara memiliki gambaran yang sama mengenai situasi di lapangan.

Syahganda juga mengungkap adanya komunikasi diplomatik antara Jakarta dan Kuala Lumpur. Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim disebut telah mengirim utusan melalui Menteri Luar Negeri Malaysia untuk membicarakan persoalan karhutla dengan Menteri Luar Negeri RI. Menurut dia, jalur komunikasi tersebut penting untuk menyamakan pandangan dan merumuskan langkah bersama.

Ia menambahkan, pembahasan teknis masih dibutuhkan agar penanganan kebakaran hutan dan dampak asap lintas batas bisa dilakukan lebih terkoordinasi. Pemerintah Malaysia sendiri berharap urusan teknis mengenai operasi penanganan karhutla segera selesai, sehingga tim dari Malaysia dapat dikirim untuk membantu pemadaman di Indonesia. Harapan itu muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap kabut asap di sejumlah wilayah Malaysia.

Baca Juga :  HUT ke-76 TNI, Presiden: Keberhasilan Penanganan COVID-19 Tak Lepas dari Peran TNI

Dalam penjelasannya, Syahganda menyinggung bahwa bantuan dan koordinasi semacam ini akan sangat relevan terutama untuk kawasan Kalimantan, yang dilaporkan mengalami kebakaran paling luas dan membutuhkan penanganan segera. Ia mengatakan pembicaraan rinci masih terus dicari dan dikembangkan agar kedua negara dapat bersama-sama mengatasi karhutla.