Banjir Grobogan Meluas, Ribuan Warga Mengungsi Akibat Luapan Sungai
Banjir kembali melanda wilayah Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, menyebabkan ribuan kepala keluarga terpaksa meninggalkan rumah mereka. Hingga Senin malam, data menunjukkan sebanyak sembilan ribu kepala keluarga terdampak dan membutuhkan tempat pengungsian. Fenomena banjir ini merupakan akibat dari pergerakan debit air yang signifikan dari wilayah hulu menuju hilir, sebuah pola yang kerap terjadi ketika sistem sungai tidak mampu menampung volume air yang besar.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, menjelaskan bahwa meskipun di beberapa kecamatan di wilayah hulu dilaporkan ketinggian genangan air mulai menurun dan surut, situasi justru berbanding terbalik di wilayah hilir. Di sana, ketinggian muka air terpantau terus meningkat. Banjir ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Grobogan pada Minggu malam.
“Selain curah hujan lokal yang tinggi, banjir juga diperparah oleh kiriman air dari hulu Sungai Glugu, Sungai Jajar, Sungai Tuntang, serta Sungai Lusi,” ujar Abdul Muhari pada Selasa. “Akibatnya, sungai-sungai tersebut tidak mampu lagi menampung debit air yang ada sehingga meluap dan merendam permukiman warga.”
Secara keseluruhan, dampak banjir ini merambah ke 42 desa yang tersebar di sepuluh kecamatan di Kabupaten Grobogan. Laporan awal mencatat adanya satu rumah yang mengalami kerusakan berat. Lebih mengkhawatirkan lagi, terdapat beberapa titik tanggul yang jebol. Tanggul yang dilaporkan jebol berada di Sungai Cabean, Sungai Jajar Baru, Sungai Jratun, serta dua titik tanggul di Sungai Tuntang yang berlokasi di Desa Tinanding, Kecamatan Godong.
Sebaran Wilayah Terdampak dan Kondisi Genangan
Wilayah yang terdampak banjir tersebar di berbagai kecamatan, antara lain:
- Kecamatan Kedungjati: Sebelumnya, tujuh desa di kecamatan ini tergenang air dengan ketinggian bervariasi antara 20-40 sentimeter. Desa-desa tersebut meliputi Klitikan, Kedungjati, Wates, Jumo, Deras, Kalimaro, dan Padas. Saat ini, dilaporkan genangan di wilayah ini telah berangsur surut.
- Kecamatan Tegowanu: Di desa Tajemsari, tercatat 171 kepala keluarga terdampak dan wilayah tersebut masih tergenang. Sementara itu, Desa Sukorejo berdampak pada 600 kepala keluarga, dan Desa Kebonagung terdampak pada 526 kepala keluarga. Sekitar 102 hektare sawah di kecamatan ini juga tergenang namun berangsur surut.
- Kecamatan Purwodadi: Genangan air masih terjadi di Kelurahan Purwodadi, yang berdampak pada 584 kepala keluarga. Kelurahan Kalongan juga terdampak parah, mempengaruhi 1.180 kepala keluarga. Ketinggian muka air di Kelurahan Kalongan sebelumnya bahkan mencapai sekitar 1 meter.
- Kecamatan Toroh: Setidaknya 200 kepala keluarga terdampak di Desa Tambirejo. Ratusan kepala keluarga lainnya juga terdampak di Desa Katong, Sugihan, Depok, Boloh, Tunggak, dan beberapa desa lain. Sebagian besar wilayah di Kecamatan Toroh dilaporkan telah surut.
- Kecamatan Godong: Desa Tinanding menjadi salah satu lokasi yang masih tergenang banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang. Ketinggian air di permukiman warga berkisar antara 20–50 sentimeter.
Pemantauan dan Upaya Penanganan Darurat
Berdasarkan pemantauan tinggi muka air pada Senin sore, elevasi Sungai Lusi di Bendung Sedadi tercatat berada pada 26,26 mdpl dengan tren menurun. Kondisi ini masih berada di bawah status siaga. Namun, situasi berbeda terpantau di Pos Menduran, di mana tinggi muka air menunjukkan tren kenaikan dengan elevasi mencapai 10,08 meter dan debit air sebesar 557,740 meter kubik per detik. Di Bendung Klambu, elevasi di bagian hulu tercatat 16,33 mdpl dengan debit 766,628 meter kubik per detik.
Menghadapi situasi darurat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Grobogan, bersama dengan unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), para relawan, dan perangkat daerah, telah melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan banjir.
Upaya penanganan darurat yang dilakukan meliputi:
- Distribusi Bantuan Logistik: Bantuan berupa logistik dan kasur lapangan telah didistribusikan ke beberapa wilayah yang terdampak, termasuk Kecamatan Gubug, Kecamatan Tegowanu, Kelurahan Kalongan, Kelurahan Purwodadi, serta Desa Jumo dan Desa Tajemsari.
- Kerja Bakti Peninggian Tanggul: Dilakukan kerja bakti untuk meninggikan tanggul Sungai Tuntang di Desa Trisari dan Desa Gubug, Kecamatan Gubug. Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah meluasnya genangan air dan melindungi permukiman warga dari potensi banjir susulan.
Pemerintah daerah dan seluruh elemen terkait terus berupaya keras dalam menangani bencana banjir ini, mulai dari evakuasi warga, penyediaan tempat pengungsian, hingga pemulihan infrastruktur yang rusak. Koordinasi antarlembaga menjadi kunci utama dalam memastikan penanganan yang efektif dan efisien. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi perubahan cuaca dan ketinggian air, serta mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang.















