Lokal

Tewas Misterius di Karimun: Bau Busuk Ungkap Kematian Warga

×

Tewas Misterius di Karimun: Bau Busuk Ungkap Kematian Warga

Sebarkan artikel ini

Penemuan Mayat di Karimun dan Peristiwa Pohon Tumbang di Lingga Warnai Berita Populer

Kepulauan Riau (Kepri) menjadi sorotan dalam beberapa peristiwa terkini yang menarik perhatian publik. Dari penemuan jenazah di Karimun hingga insiden pohon tumbang di Lingga, serta isu perceraian yang meningkat di wilayah tersebut, berbagai kejadian telah terekam dan menjadi berita pilihan.

Penemuan Mayat di Sungai Lakam Timur, Karimun

Pada Jumat, 2 Januari 2026, sebuah penemuan mengejutkan terjadi di Sungai Lakam Timur, Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. Seorang pria dewasa ditemukan meninggal dunia di sebuah rumah sewa. Identitas korban diketahui bernama Adi, berusia 46 tahun, seorang buruh harian lepas yang beralamat di Kelurahan Sungai Lakam Barat.

Kapolsek Balai Karimun, AKP Andri Yusri, menjelaskan bahwa korban pertama kali ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada Jumat, 2 Januari 2026, sekitar pukul 15.45 WIB. Lokasi penemuan adalah di sebuah rumah sewa yang beralamat di Jalan Orari RT 01 RW 03, Kelurahan Sungai Lakam Timur.

Kronologi penemuan berawal dari kecurigaan tetangga korban, Muhammad Aziz. Sekitar pukul 11.45 WIB, Muhammad Aziz mencium bau tak sedap yang berasal dari rumah sewa tersebut. Kecurigaan ini kemudian dilaporkan, yang berujung pada penemuan jenazah Adi.

Beberapa saksi dimintai keterangan terkait kejadian ini, di antaranya adalah Mohammad Aziz (tetangga korban), Amri (pemilik rumah kontrakan), dan Raja Muhammad Hanafi (Ketua RT). Pihak keluarga korban, berdasarkan informasi yang dihimpun, menyatakan menolak otopsi jenazah korban. Alasan penolakan ini belum dirinci lebih lanjut, namun keputusan keluarga untuk menolak otopsi merupakan hak mereka.


Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga di Dabo Singkep, Lingga

Di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, sebuah peristiwa alam terjadi di Dabo Singkep pada Jumat, 2 Januari 2026, sore. Sebuah pohon tumbang dan menimpa salah satu rumah warga. Kejadian ini dipicu oleh kombinasi antara kondisi pohon yang sudah rapuh dan hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak pagi.

Baca Juga :  Bacakan Peledoi, Penasehat Hukum Terdakwa 106 Kg Ungkap Kejanggalan di Persidangan

Pohon yang tumbang tersebut langsung menghantam bagian atap rumah, tepatnya di area kamar mandi. Beruntung, insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, pemilik rumah mengalami kerugian materiil akibat kerusakan yang terjadi pada bagian atap rumahnya.

Peningkatan Angka Perceraian di Lingga, KDRT dan Pertengkaran Jadi Penyebab Utama

Fenomena sosial yang mengkhawatirkan juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, terkait dengan meningkatnya angka perceraian. Data dari Pengadilan Agama (PA) Dabo Singkep menunjukkan tren peningkatan kasus perceraian dari tahun sebelumnya.

Pada tahun 2025, tercatat sebanyak 126 kasus perceraian, dengan rincian 151 gugatan dan 75 permohonan. Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2024, yang mencatat total 104 kasus perceraian, terdiri dari 151 gugatan dan 111 permohonan.

Hakim Pengadilan Agama Dabo Singkep, Afnan Rasyidi, menjelaskan bahwa meskipun jumlah perkara pada tahun 2025 mengalami sedikit penurunan dibandingkan tahun 2024, fenomena perceraian yang telah diputuskan hakim justru menunjukkan peningkatan. Penyebab utama di balik tingginya angka perceraian ini diungkapkan berasal dari pertengkaran yang berujung pada Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Mahasiswi di Tomohon Akhiri Hidup Usai Diduga Dilecehkan Oknum Dosen

Di luar wilayah Kepulauan Riau, sebuah kasus tragis terjadi di Tomohon, Sulawesi Utara. Seorang mahasiswi Universitas Negeri Manado (UNIMA) bernama Evia Maria Mangolo (21) ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di kawasan Kaaten. Evia Maria diduga mengakhiri hidupnya setelah mengalami pelecehan oleh seorang oknum dosen.

Awalnya, kematian Evia Maria tidak menimbulkan kecurigaan. Namun, pihak keluarga kemudian membuat laporan polisi setelah menemukan kejanggalan saat proses memandikan jenazah korban. Oknum dosen yang diduga melakukan pelecehan, Danny A Masinambow, telah diperiksa oleh pihak kepolisian terkait kasus ini. Evia Maria ditemukan tewas pada Selasa, 10 Desember 2025.

Baca Juga :  Palangka Raya: Benahi Ponton, Usir Stigma Kampung Narkoba

Kapal Tanpa Awak KM Polo Terdampar di Perairan Pekajang, Lingga

Perairan Lingga kembali menjadi lokasi terdamparnya sebuah kapal tanpa awak, yakni KM Polo. Kapal ini dilaporkan hanyut dan terdampar di perairan Pulau Pekajang, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, sejak Jumat, 26 Desember 2025. Warga Desa Pekajang melaporkan keberadaan kapal tersebut pada Jumat, 26 Desember, sekitar pukul 09.00 WIB.

Komandan Lanal Dabo Singkep, Letkol Laut (P) Hendro Wicaksono, M.Tr.Opsla, mengungkap informasi mengenai isi kontainer yang ada di dalam KM Polo. Ia juga mengimbau warga untuk tidak mendekati kapal tersebut karena kondisi isi kontainer yang belum diketahui secara pasti. Kapal dengan nomor IMO 9124706 Zanzibar ini diketahui hanyut dari perairan Taiwan.

Sebelumnya, media lokal di Taiwan melaporkan evakuasi enam awak KM Polo pada awal November 2025. Keenam awak kapal yang berkewarganegaraan Indonesia tersebut mengirimkan sinyal darurat setelah kapal mengalami kerusakan mesin.

Pria di Batam Akhiri Hidup Akibat Ditinggal Kekasih Menikah

Peristiwa pilu juga terjadi di Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Seorang pria bernama Pardi (22), yang berprofesi sebagai sopir pribadi, ditemukan tewas tergantung di belakang rumah majikannya di Perumahan Beverly, Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota. Pardi ditemukan pada Jumat, 2 Januari 2026, sekitar pukul 07.00 WIB.

Dugaan sementara, Pardi mengakhiri hidupnya karena depresi setelah mengetahui kekasihnya menikah di kampung halaman. Ia pertama kali diketahui menghilang sejak Kamis, 1 Januari 2026, dan tidak dapat dihubungi. Rekan kerja korban yang mencari keberadaannya kemudian menemukan Pardi dalam kondisi tergantung dengan jeratan kabel antena di lehernya.