Lokal

Banjir Terjang Tangsel: Penumpang KRL Pondok Ranji Enggan Beralih ke Transportasi Online

×

Banjir Terjang Tangsel: Penumpang KRL Pondok Ranji Enggan Beralih ke Transportasi Online

Sebarkan artikel ini

TANGERANG SELATAN – Hujan deras yang mengguyur wilayah Tangerang Selatan sejak dini hari telah menimbulkan berbagai dampak, salah satunya adalah kelumpuhan sementara pada operasional Kereta Rel Listrik (KRL) di rute Stasiun Maja–Tigaraksa. Akibatnya, banyak penumpang yang harus menunda perjalanan mereka. Namun, di tengah situasi yang tidak menentu ini, mayoritas penumpang memilih untuk bertahan dan menunggu perbaikan daripada beralih ke moda transportasi daring.

Dampak Hujan dan Banjir terhadap Transportasi

Kondisi cuaca buruk yang disertai hujan lebat sejak subuh telah menyebabkan genangan air di beberapa titik wilayah Tangerang Selatan, termasuk di sekitar Stasiun Pondok Ranji, Ciputat. Banjir yang meluas ini membuat opsi transportasi daring, seperti ojek maupun taksi daring, menjadi kurang efektif dan efisien.

Salah seorang penumpang, Isti (27), seorang karyawan swasta yang bekerja di Jakarta, mengungkapkan alasannya tetap bertahan menunggu KRL meskipun jadwal keberangkatannya mengalami penundaan. “Kalau Gojek atau Gocar sekarang susah, soalnya kan hujan dari tadi enggak berhenti jadinya banjir di mana-mana,” ujarnya. Isti menambahkan bahwa ia juga mempertimbangkan biaya transportasi daring yang cenderung melonjak drastis ketika kondisi cuaca buruk. “Ongkosnya juga bisa lebih mahal kalau lagi kayak gini,” tuturnya.

Senada dengan Isti, penumpang lain bernama Rian (32) juga menyatakan pilihannya untuk menunggu KRL. Menurutnya, transportasi daring menjadi tidak ideal saat hujan deras dan banjir melanda. Selain ketidakpastian waktu tempuh akibat genangan air dan potensi kemacetan parah, Rian juga mengaku enggan terjebak dalam situasi lalu lintas yang tidak kondusif. “Saya lebih nunggu di sini daripada macet-macetan,” ucap Rian. Ia memilih untuk tetap berada di peron Stasiun Pondok Ranji hingga kondisi perjalanan menjadi lebih baik.

Baca Juga :  Aksi Demonstrasi Aliansi Pengemudi Online Batam: Mengecam Kebijakan Tarif yang Tidak Adil dan Menginginkan Perlindungan Hak

Keterlambatan Perjalanan KRL dan Solusi Alternatif

Rian mengaku telah melewatkan empat jadwal KRL sebelumnya. Ia telah berkomunikasi dengan atasannya mengenai situasi keterlambatan KRL dan kondisi cuaca yang buruk. “Masuk jam 10.00 WIB tapi udah komunikasi sama atasan soal ini (keterlambatan KRL dan cuaca),” jelasnya. Hal ini menunjukkan bahwa penumpang berusaha untuk tetap profesional meskipun menghadapi kendala operasional transportasi publik.

Gangguan operasional yang terjadi pada Kamis (22/1/2026) pagi ini secara spesifik memengaruhi perjalanan KRL di rute Stasiun Maja-Tigaraksa dan sebaliknya. Penyebab utamanya adalah adanya gangguan pada tiang Listrik Aliran Atas (LAA) yang berlokasi di antara Stasiun Maja dan Stasiun Tigaraksa.

Dampak dari gangguan ini meluas ke lintas perjalanan KRL Tanah Abang–Rangkasbitung. Akibatnya, layanan KRL pada lintas tersebut terpaksa hanya melayani relasi Tanah Abang–Tigaraksa pulang pergi (PP). Penumpang yang seharusnya melanjutkan perjalanan hingga Rangkasbitung terpaksa harus mencari alternatif lain atau menunggu perbaikan selesai.

Kronologi dan Penanganan Gangguan Operasional

Berdasarkan informasi yang disampaikan melalui akun Instagram resmi @commuterline, gangguan operasional pada tiang LAA tersebut mulai terjadi sekitar pukul 06.00 WIB. Petugas di lapangan segera dikerahkan untuk melakukan penanganan dan perbaikan.

Baca Juga :  Mobil Maut Terjun Bebas di Konawe Utara, Penumpang Seketika Tewas

Pihak KAI Commuter memperkirakan bahwa proses perbaikan akan memakan waktu kurang lebih dua jam sejak gangguan tersebut pertama kali teridentifikasi. Selama masa perbaikan, KAI Commuter menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan dan keterlambatan yang dialami oleh para penumpang. Pengumuman resmi tersebut menegaskan komitmen perusahaan untuk segera memulihkan operasional KRL agar dapat melayani penumpang kembali secara normal.

Imbauan dan Antisipasi

Dalam situasi seperti ini, penumpang dihimbau untuk tetap tenang dan memantau informasi terbaru dari pihak KAI Commuter melalui kanal resmi mereka. Memilih untuk menunggu di stasiun, meskipun memakan waktu, seringkali menjadi pilihan yang lebih bijak daripada mengambil risiko dengan transportasi lain yang mungkin juga terhambat oleh banjir dan kemacetan.

Bagi para pengguna KRL yang memiliki jadwal penting, komunikasi proaktif dengan atasan atau pihak terkait sangat disarankan. Hal ini dapat meminimalisir kesalahpahaman dan menunjukkan sikap bertanggung jawab dalam menghadapi kendala operasional yang di luar kendali.

Kondisi seperti ini juga menjadi pengingat pentingnya perencanaan perjalanan yang matang, terutama saat musim hujan. Memiliki opsi transportasi cadangan atau mengatur jadwal keberangkatan yang lebih fleksibel dapat membantu mengurangi stres dan kerugian akibat gangguan transportasi. Pihak pengelola transportasi publik juga diharapkan terus meningkatkan sistem pemeliharaan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana alam untuk meminimalkan dampak terhadap operasional dan kenyamanan penumpang.