Bank Aceh Salurkan Zakat Perusahaan Rp500 Juta ke Aceh Tenggara
Bank Aceh kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat yang membutuhkan dengan menyalurkan zakat perusahaan tahun buku 2024 sebesar Rp500 juta kepada Aceh Tenggara. Dana tersebut disalurkan melalui Baitul Mal Aceh Tenggara dan akan digunakan untuk mendukung 1.216 mustahik miskin produktif yang terbagi dalam lima kategori utama di kabupaten tersebut.
Penyaluran dana zakat ini menjadi bentuk nyata dari upaya Bank Aceh sebagai lembaga keuangan syariah yang peduli terhadap kesejahteraan umat. Kepedulian Bank Aceh ini mendapat apresiasi tinggi dari berbagai pihak, termasuk Bupati Aceh Tenggara HM Salim Fakhry yang hadir langsung dalam acara tersebut. Acara penyaluran zakat ini juga dihadiri oleh Direktur Utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas, Ketua Baitul Mal Aceh Tenggara, Sufiyan Husni Salam, serta sejumlah pejabat lainnya.
Sinergisitas antara Pemerintah dan Bank Aceh
Kegiatan ini menunjukkan sinergisitas yang kuat antara pemerintah daerah dan Bank Aceh dalam upaya mengentaskan kemiskinan serta memberdayakan ekonomi masyarakat. Dalam sambutannya, Fadhil Ilyas menyampaikan bahwa penunaian zakat perusahaan merupakan amanah syariah dan wujud nyata dari peran Bank Aceh sebagai badan usaha milik daerah (BUMD) yang tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga pada aspek sosial dan kemaslahatan masyarakat Aceh.
“Bank Aceh bangga menjadi yang terdepan dalam menunaikan zakat perusahaan, sebuah kontribusi nyata kami untuk Aceh. Dana zakat ini kami serahkan sepenuhnya kepada Baitul Mal Aceh Tenggara agar dikelola secara profesional dan disalurkan tepat sasaran, khususnya untuk mendukung mustahiq yang memiliki potensi usaha agar mereka naik kelas menjadi muzakki,” ujar Fadhil Ilyas.
Program Zakat Produktif untuk Masyarakat
Sufiyan Husni Salam, Ketua Baitul Mal Aceh Tenggara, menjelaskan bahwa dana zakat ini disalurkan melalui program zakat produktif yang bertujuan memberikan modal dan dukungan bagi mustahiq agar mandiri secara ekonomi. Ada 1.216 mustahiq miskin produktif ultramikro sebagai penerima yang tersebar di 16 kecamatan dalam wilayah Aceh Tenggara.
Para penerima zakat ini terdiri atas lima kategori utama yaitu pelaku usaha mikro, pelaku pojok UMKM Lapangan Pemuda, petugas kebersihan dinas lingkungan hidup, pedagang sayur-mayur keliling, dan pedagang air keliling. Total dana yang disalurkan adalah Rp500 juta. Ia menegaskan komitmen Baitul Mal Aceh Tenggara dalam memaksimalkan zakat sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat tidak mampu.
Apresiasi dari Bupati Aceh Tenggara
Bupati Aceh Tenggara, HM Salim Fakhry, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bank Aceh atas kepatuhan dan konsistensinya dalam menunaikan zakat perusahaan melalui Baitul Mal. “Kami sangat berterima kasih kepada Bank Aceh. Kolaborasi ini membuktikan bahwa Bank Aceh adalah bank milik rakyat Aceh yang memiliki kepedulian tinggi. Kami berharap langkah mulia ini dapat menjadi contoh bagi perusahaan-perusahaan lain di Aceh Tenggara untuk turut menunaikan zakatnya melalui Baitul Mal demi kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat kita,” tutup HM Salim Fakhry.
Harapan untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Penyaluran zakat produktif ini diharapkan dapat menjadi stimulus yang kuat, memberikan harapan baru, dan secara signifikan membantu mustahiq di Aceh Tenggara untuk mengembangkan usahanya dan keluar dari garis kemiskinan.
Fadhil Ilyas menambahkan, total zakat perusahaan Bank Aceh tahun 2024 sebesar Rp11,5 miliar. Dari jumlah itu, Rp3,3 miliar disalurkan melalui Pemerintah Aceh dan kabupaten/kota se-Aceh melalui Baitul Mal setempat masing-masing Rp500 juta. “Zakat perusahaan ini sumbernya 2,5 persen dari total laba perusahaan tahun 2024. Semoga dengan makin meningkatnya kinerja keuangan Bank Aceh, maka kita harapkan jumlah zakat perusahaan Bank Aceh pada tahun 2025 meningkat dibanding tahun 2024,” tutup Fadhil Ilyas.
Kemudahan Pembayaran Zakat dengan Digital
Selain penyaluran zakat perusahaan, Bank Aceh juga sudah melakukan kemudahan pembayaran zakat dengan menyediakan berbagai fitur layanan berbasis digital, baik di ATM, CRM, maupun aplikasi mobile banking.

















