Berita

Bocoran Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP Halaman 77: Wajah Keras dan Beku Seperti Dinding Batu

×

Bocoran Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP Halaman 77: Wajah Keras dan Beku Seperti Dinding Batu

Sebarkan artikel ini

Latihan Kata atau Kalimat Ekspresif dalam Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP

Menulis cerpen atau karya fiksi memerlukan kemampuan dalam memilih kata yang bermakna kuat dan ekspresif secara emosional. Dalam latihan ini, siswa diminta untuk mengidentifikasi makna emotif dari kalimat-kalimat tertentu. Berikut beberapa contoh soal dan jawaban yang relevan.

Wajahnya Keras dan Beku seperti Dinding Batu

Kalimat “Wajahnya keras dan beku seperti dinding batu. Ia berkata, ‘Aku ikut’.” mengandung makna emotif yang menyampaikan keinginan yang sangat kuat untuk ikut. Meskipun wajahnya terlihat dingin, ucapan “Aku ikut” menunjukkan komitmen dan tekad yang kuat.

Menyatakan “Diam” dengan Lebih Ekspresif

Untuk menyatakan “diam” dengan lebih ekspresif, dapat digunakan frasa seperti “Mulutnya tiba-tiba rasa terkunci.” Maksud dari kalimat ini adalah orang tersebut tidak mampu berbicara atau merespons, meskipun ada sesuatu yang ingin dikatakan.

Reaksi Orang yang Sedang Kesulitan

Ada seorang yang baru saja kehilangan mata pencaharian dan tidak mampu berbuat apa-apa. Beban dan kesedihan terlihat di depan matanya. Reaksi orang tersebut adalah “Ia tertawa. Tawa yang membungkus tangis.” Makna dari kalimat ini adalah bahwa hati orang tersebut sedang sedih meskipun tampak tertawa.

Baca Juga :  Warisan Budaya yang Karya dan Beragam

Menggambarkan Perasaan Kesepian

Kalimat “Ia sudah jauh dari rumah. Keterasingan tiba-tiba menggigit dirinya.” cocok untuk menggambarkan perasaan seseorang yang kesepian. Rasa rindu dan ketidaknyamanan terasa sangat dalam.

Makna Kata Teriris dalam Kalimat

Kata “teriris” dalam kalimat “Kulayangkan pandangku ke gugusan tanah gunung yang teriris oleh kolam.” memiliki makna yang mirip dengan kata “terbelah.” Keduanya menggambarkan situasi yang terbagi atau terpecah.

Menggambarkan Keadaan Kecemasan

Kalimat “Aku telah menghabiskan waktu satu jam yang terakhir itu dengan kecemasan serta kegelisahan yang memadat.” cocok untuk menggambarkan seseorang yang sedang menunggu orang lain tanpa adanya kepastian. Rasa cemas dan ketidakpastian membuat waktu terasa lama.

Deskripsi Cuaca yang Panas

Kalimat “Matahari menancap tinggi di langit. Udaranya gerah.” mengandung arti cuaca yang panas di siang hari. Gambaran ini memberikan sensasi panas yang terasa nyata.

Baca Juga :  HUT ke-77 Republik Indonesia Jadi Momentum Pemulihan Ekonomi

Melanjutkan Kalimat yang Sesuai

Kalimat “Bahagia seperti ini terlalu besar. Dadanya sesak.” menunjukkan perasaan bahagia yang berlebihan hingga menyebabkan rasa sesak. Kalimat berikutnya yang cocok adalah “Dia pun mencubit tangannya sendiri untuk memastikan kalau ini bukan mimpi.” Ini menunjukkan bahwa perasaan bahagia terasa begitu nyata hingga ingin memastikan bahwa ia tidak sedang bermimpi.

Menggambarkan Waktu Senja

Kalimat “Matahari telah terbenam. Onggokan-onggokan jingga di langit barat membawa malam.” dapat juga menggambarkan satuan waktu yaitu senja atau sore hari. Gambaran ini memberikan suasana yang tenang dan indah.