BeritaNTT

BPJS Ketenagakerjaan NTT Sosialisasikan Program Kerja Keras Bebas Cemas Di Pasar Inpres Naikoten

×

BPJS Ketenagakerjaan NTT Sosialisasikan Program Kerja Keras Bebas Cemas Di Pasar Inpres Naikoten

Sebarkan artikel ini
Kepala BPJS Ketenagakerjaan NTT Christian Natanael Sianturi saat memberikan hadiah kepada salah satu warga yang baru mendaftarkan diri menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, berlokasi di Pasar Inpres Naikoten, Kota Kupang, Prov.NTT, Selasa 19/12/23 (Foto : Marcho/Alreinamedia.com)

NTT – Program Kerja keras Bebas Cemas merupakan salah satu program nasional BPJS Ketenegakerjaan yang sedang dikampanyekan hingga saat ini.

Salah satu bentuk kegiatan dari program nasional tersebut yang dilakukan BPJS Ketenagakerjaan NTT ialah melakukan aktivasi dan sosialisasi di dalam halaman Pasar Inpres Naikoten, Kota Kupang, pada Selasa 19/12/23.

Program Kerja keras Bebas Cemas yang dilaksanakan di lokasi pasar dilakukan secara nasional oleh 122 Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan yang tersebar di seluruh Indonesia.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan NTT Christian Natanael Sianturi turun langsung ke lokasi kegiatan di tengah-tengah pasar untuk memberikan edukasi dan sosiaslisasi mengenai program-program dari BPJS Ketenagakerjaan.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam lingkungan Pasar agar para pedagang yang selama ini berada di dalam pasar selaku pekerja informal, atau pekerja bukan penerima upah bisa mengerti, memahami dan mendapatkan sosialisasi secara langsung dari BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini disampaikan Kepala BPJS Ketenagakerjaan NTT Christian Natanael Sianturi saat memberikan edukasi di lokasi kegiatan.

“Saat ini bapa dan ibu sebagai pekerja bukan penerima upah juga bisa mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan. Jaminan ini bukan hanya untuk orang di kantoran, pabrik, ataupun toko, tetapi semua kita saat ini baik petani, nelayan, pedagang, tukang ojek, tukang parkir, semua bisa mendaftar diri di BPJS Ketenagakerjaan,” Ujar Christian.

Baca Juga :  Bocoran Jawaban Bahasa Inggris Kelas 9 Halaman 108: Benar atau Salah? Penulis Pergi ke Karimunjawa

“Kita semua punya aktivitas kerja untuk menghidupi keluarga kita, maka itu mari kita memastikan diri kita punya jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian dan jaminan hari tua,” tambah Christian.

Lebih lanjut dirinya mengajak semua pedagang pasar untuk segera lakukan pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan di lokasi, dan sebagai bentuk apresiasi BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan hadiah berupa perabotan rumah tangga kepada 30 orang pertama yang mendaftarkan dirinya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Christian menjelaskan, untuk 2 program BPJS Ketenagakerjaan seperti program kecelakaan dan kematian, peserta hanya cukup siapkan 16.800 Rupiah per orang setiap satu bulan. Jika peserta ingin perlindungannya ditambah lagi dengan program hari tua atau tabungan berarti peserta tinggal menambahkan 20.000 rupiah lagi menjadi 36.800 rupiah per bulan. Iuran yang sangat kecil, tidak sebanding dengan resiko kerja yang dihadapi di lapangan yang bisa datang kapan saja.

Saat ini kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan NTT sudah memberikan bantuan beasiswa kepada 1.200 anak se-NTT dengan nominal sebesar 1,8 Miliar. Ini merupakan suatu program yang sangat baik karena melalui program BPJS Ketenagakerjaan tersebut bisa memastikan masa depan pendidikan anak.

Baca Juga :  Tiga Pasangan Belum Menikah dan Satu Pemakai Narkoba Diamankan Operasi Pekat di Kabupaten Meranti

“Saya mempunyai kerinduan Coverage kepesertaan kita di NTT bisa terus meningkat. Saat ini baru sekitar 30 persen dan kami berharap kedepannya bisa naik hingga 60 sampai 70 persen kepesertaan di NTT. Semoga semakin banyak lagi masyarakat NTT memiliki perlindungan jaminan sosial” Tutup Christian.

Ama Gais (40), Salah seorang pengunjung sekaligus pedagang di pasar yang ikut mendaftarkan diri dalam program BPJS Ketenagakerjaan merasa senang bisa mendapatkan kartu BPJS Ketenagakerjaan.

Ia mengaku awalnya tidak mengetahui kedatangan BPJS Ketenagakerjaan ke pasar untuk sosialiasi dan juga bisa langsung daftar menjadi peserta. Dirinya mengetahui dari sesama penjual yang sudah sempat mendaftarkan sebagai peserta terlebih dahulu.

“Waktu saya dengar BPJS sudah datang ke pasar saya langsung ke lokasi untuk daftarkan diri jadi peserta. Adanya Kartu ini saya rasa terbantu dan mempermudah saya dalam beraktivitas karena ada jaminan kecelakaan dan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan” Ucap Ama Gais.

Ia pun menambahkan sebagai pedagang dirinya merasa perlu memiliki BPJS Ketenagakerjaan dan berencana akan memasukkan istri dan keluarganya sebagai peserta.

Marcho