Scrool Untuk Baca Berita
Bisnis

Bu Ita Tolak Tawaran Rp 7 Miliar, Pertahankan RM Padang di Depan Rita Supermall

×

Bu Ita Tolak Tawaran Rp 7 Miliar, Pertahankan RM Padang di Depan Rita Supermall

Sebarkan artikel ini
Bu Ita Tolak Tawaran Rp 7 Miliar, Pertahankan RM Padang di Depan Rita Supermall
Bu Ita Tolak Tawaran Rp 7 Miliar, Pertahankan RM Padang di Depan Rita Supermall

Alreinamedia.com – Ernita Munar tetap mempertahankan RM Padang Sabananyo dan rumahnya di tengah kawasan yang berubah menjadi kompleks Rita Supermall Purwokerto. Pemilik rumah makan yang akrab disapa Bu Ita itu menolak tawaran hingga Rp 7 miliar karena menilai tanah di tepi jalan penting untuk menopang usaha dan masa depan keluarganya.

Bangunan dua lantai bercat merah itu berada di selatan Alun-Alun Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah. Letaknya di antara jalur menuju lobi mal dan akses ke area parkir mobil, sementara papan iklan di sekitarnya tak sepenuhnya menutupi bangunan tersebut.

Bu Ita, 62 tahun, berasal dari Pariaman, Sumatera Barat, dan merantau ke Purwokerto pada 1980-an. Ia bersama mendiang suaminya, Arsli Roesli Tanjung, membeli tanah itu sekitar 1990-an setelah bertahun-tahun menjalankan rumah makan di tempat kontrakan. Sebelumnya, lahan tersebut digunakan sebagai studio foto.

Baca Juga :  Sinergi Dairi: PT DPM Perkuat Kemandirian Masyarakat 2025

Transaksi bermula ketika pemilik lahan tertarik pada Honda Accord milik Bu Ita dan menawarkan pertukaran dengan tambahan pembayaran. Suaminya semula tidak berminat, tetapi akhirnya menerima tawaran itu. Bu Ita menyebut harga tanah yang mereka bayarkan sekitar Rp 50 juta, meski lahan tersebut sempat tak langsung digunakan.

Ketika pembangunan Rita Supermall berlangsung pada 2012 hingga 2016, tanah di sekitar rumah makan ikut berubah. Toko mebel, toko oli, dan sejumlah rumah warga di kanan, kiri, serta belakang bangunan dijual untuk proyek tersebut. Bu Ita mengatakan tawaran untuk menjual lahannya sudah datang sejak 2010, dengan nilai yang disebut berkisar Rp 5 miliar hingga Rp 7 miliar.

Menurut Bu Ita, suaminya sempat mempertimbangkan penjualan karena keluarga memiliki sejumlah usaha cabang di Pantura. Namun, ia memilih bertahan. “Bagi saya, tanah di pinggir jalan ini seperti sawah yang akan terus memberikan hasil rezeki,” ujarnya. Ia juga mengatakan tawaran datang dari berbagai pihak, tetapi tidak mengetahui secara pasti apakah ada yang mewakili pengelola mal.

Baca Juga :  Direksi Bank Himbara Aman: CEO Danantara Bantah Isu Perombakan

Pada 2010, Bu Ita mengalami kebakaran kecil di bagian bawah bangunan. Ia bercerita baru pulang menjemput anak ketika api sudah membesar di dekat pondasi; seorang tamu yang sedang menukar uang kemudian melihat api dan membantu memadamkannya. Ia tidak memastikan penyebab kebakaran itu. Rumah makan tersebut, katanya, turut membiayai pendidikan empat anaknya, yang menempuh studi di UGM, Unsoed, UMP, dan Universitas Amikom Purwokerto.