Ringkasan Berita:
- Bupati Biak Numfor meresmikan jalan Mbromsi-Saribra sepanjang 4,9 kilometer senilai Rp5 miliar dari Dana Otsus 2025 pada Sabtu (3/1/2026).
- Proyek ini menjawab aspirasi warga yang tertunda selama 10 tahun.
- Selain jalan, pemerintah menyerahkan bantuan mobil dan perahu motor (long boat) untuk mobilitas anak sekolah.
TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, BIAK– Harapan panjang warga Pulau Mbroms, Kabupaten Biak Numfor, Papua, selama satu dekade akhirnya terwujud melalui peresmian ruas jalan baru serta pengadaan armada transportasi gratis oleh pemerintah daerah.
Bupati Biak Numfor, Markus Mansnembra, meresmikan langsung pembangunan jalan Mbromsi–Saribra yang telah diperjuangkan melalui aspirasi masyarakat sejak sepuluh tahun lalu.
Infrastruktur sepanjang 4,95 kilometer tersebut dibangun menggunakan Dana Otonomi Khusus (Otsus) tahun anggaran 2025 dengan nilai mencapai Rp5 miliar.
Selain akses darat, Pemkab Biak Numfor menyerahkan satu unit mobil operasional untuk mengantar jemput anak sekolah dari Saribra menuju Mbromsi.
Warga Distrik Aimando juga menerima bantuan berupa satu unit long boat untuk mendukung kelancaran transportasi pelajar di jalur laut.
Mansnembra menegaskan bahwa sektor pendidikan dan kesehatan tetap menjadi prioritas utama dalam masa kepemimpinannya di Biak Numfor.
Pemkab Biak Numfor berharap fasilitas jalan dan kendaraan ini dapat dimanfaatkan secara optimal guna meningkatkan pelayanan publik di wilayah kepulauan.
“Di tahun anggaran 2025 ini pemerintah dapat menjawab aspirasi masyarakat terkait pembangunan jalan Mbromsi–Saribra,” ujar Mansnembra di sela-sela peresmian, Sabtu (3/1/2026).
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Biak Numfor, Frans Wattimena, memastikan kualitas pengerjaan jalan tersebut telah sesuai dengan standar teknis yang direncanakan.
Seluruh material pekerjaan terpasang secara presisi hingga mencapai titik akhir pada batas ruas jalan Karabai.
“Sisa sekitar tiga meter dialihkan ke ruas jalan Karabai,” jelas Frans Wattimena dalam laporan teknis pengerjaan proyek tersebut.
Kehadiran jalan dan armada baru ini diharapkan mampu memangkas waktu tempuh serta menurunkan biaya logistik bagi warga di wilayah Kepulauan Aimando Padaido. (*)















