Edukatif

Campur Pertalite-Pertamax? Ini Bahaya Tersembunyi Pemilik Motor

×

Campur Pertalite-Pertamax? Ini Bahaya Tersembunyi Pemilik Motor

Sebarkan artikel ini

Banyak pemilik kendaraan roda dua mungkin tergoda untuk mencampur bahan bakar dengan oktan yang berbeda, seperti Pertalite dengan Pertamax. Alasan di baliknya beragam, mulai dari ketersediaan di SPBU hingga keinginan untuk “menghemat” dengan menggunakan bahan bakar beroktan lebih rendah. Namun, keputusan ini ternyata memiliki dampak yang tidak terduga bagi kesehatan mesin motor Anda. Para ahli dari Institut Teknologi Bandung (ITB) telah lama mengingatkan mengenai potensi kerugian dari praktik mencampur bahan bakar ini.

Dampak Negatif Mencampur Pertalite dan Pertamax

Mencampur dua jenis bahan bakar dengan angka oktan yang berbeda dapat mengganggu proses pembakaran yang optimal di dalam mesin. Angka oktan pada bahan bakar memiliki peran krusial sebagai penentu seberapa lama bahan bakar tersebut dapat bertahan sebelum terbakar.

Dr. Ing. Ir. Tri Yuswidjajanto Zaenuri, seorang pakar mesin bakar dari Institut Teknologi Bandung (ITB), pernah menjelaskan secara rinci mengenai konsekuensi mencampur bahan bakar seperti Pertalite (dengan oktan 90) dengan Pertamax (oktan 92) atau bahkan Pertamax Turbo (oktan 98).

Menurut penuturan beliau, tindakan ini dapat memengaruhi efisiensi dan keamanan kerja mesin. Ada dua kerugian utama yang perlu diwaspadai:

1. Penurunan Kualitas Oktan dan Potensi Detonasi

Salah satu dampak paling signifikan dari mencampur bahan bakar beroktan rendah dengan yang lebih tinggi adalah penurunan kualitas oktan dari bahan bakar yang memiliki nilai oktan lebih tinggi.

Bahan bakar dengan angka oktan yang lebih tinggi dirancang untuk memiliki ketahanan terhadap knocking atau detonasi yang lebih baik. Artinya, bahan bakar tersebut dapat terbakar secara sempurna dan terkontrol di dalam ruang bakar mesin, terutama pada kondisi kompresi yang tinggi.

Baca Juga :  Bisakah banjir diprediksi secara ilmiah?

Ketika Pertalite dicampur dengan Pertamax, nilai oktan campuran tersebut tidak serta merta menjadi rata-rata yang proporsional atau meningkat signifikan pada sisi Pertalite. Sebaliknya, bahan bakar yang seharusnya memiliki ketahanan detonasi yang superior (Pertamax) menjadi sedikit terkontaminasi oleh sifat pembakaran Pertalite yang lebih cepat.

Akibatnya, potensi terjadinya detonasi atau pembakaran prematur pada mesin meningkat. Detonasi ini tidak hanya menyebabkan suara “ngelitik” yang mengganggu, tetapi juga dapat merusak komponen mesin dalam jangka panjang. Performa mesin pun bisa menurun karena ledakan pembakaran yang seharusnya kuat dan efisien menjadi kurang optimal.

2. Pengaruh Terhadap Kinerja Aditif

Selain masalah oktan, mencampur bahan bakar yang berbeda jenis juga dapat memengaruhi fungsi aditif yang terkandung di dalamnya. Bahan bakar dengan oktan lebih tinggi, seperti Pertamax dan Pertamax Turbo, umumnya diperkaya dengan berbagai aditif untuk meningkatkan performa dan menjaga kebersihan mesin.

Salah satu contoh aditif yang sering ditemukan adalah PERTATEC, yang memiliki kemampuan untuk membersihkan endapan kotoran dan kerak yang terbentuk di dalam ruang bakar mesin. Aditif ini berperan penting dalam menjaga mesin tetap bersih dan bekerja secara efisien.

Ketika Pertalite dicampur dengan Pertamax, konsentrasi aditif yang ada dalam campuran tersebut menjadi berkurang. Hal ini menyebabkan efektivitas aditif dalam menjalankan fungsinya, seperti membersihkan mesin, menjadi menurun. Akibatnya, potensi terbentuknya endapan kotoran di dalam mesin akan lebih besar, yang pada akhirnya dapat memperpendek usia pakai komponen mesin dan menurunkan performa secara keseluruhan.

Baca Juga :  Leo & Virgo 1 Feb 2026: Ramalan Cinta, Karir, Kesehatan, Keuangan

Rekomendasi Penggunaan Bahan Bakar

Para ahli secara konsisten menyarankan pemilik kendaraan untuk menggunakan bahan bakar yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan kendaraan. Setiap mesin dirancang untuk bekerja optimal dengan spesifikasi bahan bakar tertentu. Menggunakan bahan bakar dengan oktan yang terlalu rendah dari rekomendasi dapat menyebabkan masalah detonasi, sementara penggunaan oktan yang terlalu tinggi tanpa kebutuhan spesifik mungkin tidak memberikan manfaat signifikan dan justru bisa menjadi pemborosan.

Jika kendaraan Anda direkomendasikan menggunakan Pertamax, sebaiknya terus gunakan Pertamax. Hal yang sama berlaku jika kendaraan Anda memang dirancang untuk menggunakan Pertalite. Mencoba mencampur kedua jenis bahan bakar ini demi alasan yang tidak jelas justru dapat menimbulkan masalah baru yang lebih mahal untuk diperbaiki.

Penting untuk memahami bahwa kualitas bahan bakar memainkan peran fundamental dalam menjaga kesehatan dan performa mesin kendaraan Anda. Perhatikan rekomendasi pabrikan dan hindari praktik mencampur bahan bakar yang dapat merugikan mesin kesayangan Anda.

Kesimpulan

Mencampur Pertalite dengan Pertamax bukanlah praktik yang dianjurkan. Dampak negatifnya meliputi penurunan kualitas oktan campuran yang berpotensi menyebabkan detonasi mesin, serta berkurangnya efektivitas aditif pembersih yang ada pada bahan bakar beroktan lebih tinggi. Untuk menjaga performa optimal dan memperpanjang usia mesin, gunakanlah bahan bakar sesuai dengan rekomendasi pabrikan kendaraan Anda.