Berita

Cara Menyimpan Beras Supaya Tahan Lama dan Tidak Basi

×

Cara Menyimpan Beras Supaya Tahan Lama dan Tidak Basi

Sebarkan artikel ini

Pentingnya Menyimpan Beras dengan Benar

Beras merupakan salah satu bahan makanan pokok yang hampir selalu tersedia di dapur. Selain menjadi sumber karbohidrat utama, beras juga bisa diolah menjadi berbagai hidangan lezat. Oleh karena itu, menyimpan beras dengan cara yang tepat sangat penting agar tetap segar dan lezat saat dikonsumsi, terutama jika ingin menyimpannya dalam jangka panjang.

Berapa Lama Beras Bisa Bertahan?

Masa simpan beras umumnya berkaitan dengan kualitas rasa daripada keamanannya. Menurut Brita Lundberg, petani di Lundberg Family Farms, beras biasanya memiliki label “Baik Sebelum” daripada tanggal kedaluwarsa. Artinya, beras yang melewati tanggal tersebut masih bisa dikonsumsi, meski rasanya mungkin tidak optimal.

Secara umum, beras putih dapat bertahan sekitar satu tahun setelah tanggal pembelian. Namun, penelitian menunjukkan bahwa dengan kondisi penyimpanan ideal, beras bisa bertahan hingga 30 tahun. Hal ini bergantung pada jenis beras dan cara penyimpanannya.

Cara Menyimpan Beras Agar Tahan Lama

Tiga faktor utama yang memengaruhi ketahanan beras adalah panas, cahaya, dan paparan hama. Idealnya, beras disimpan di tempat gelap dengan suhu rendah, sekitar 12-15 derajat Celcius, serta bebas dari serangga dan hama.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Serahkan Bantuan Modal Bagi PKL di Tarakan

Pilihan terbaik untuk penyimpanan jangka panjang adalah menggunakkan kulkas atau freezer. Wadah penyimpanan juga sangat penting. Menggunakan stoples kaca atau wadah plastik tebal bebas oksigen dapat memperpanjang masa simpan beras. Oksigen dapat menurunkan kualitas beras seiring waktu, sehingga penyimpanan dalam wadah kedap udara akan menjaga rasa dan tekstur beras lebih lama.

Jika membeli beras dalam jumlah besar, stoples kaca sangat direkomendasikan karena lebih tahan lama dibandingkan plastik yang tembus cahaya. Selain itu, hindari menyimpan beras di dekat bahan yang beraroma kuat, seperti bawang putih atau rempah-rempah, karena beras mudah menyerap bau dan dapat memengaruhi rasanya.

Jika ruang dapur terbatas, menyimpan beras di freezer juga bisa menjadi alternatif yang efektif. Pembekuan beras membantu mempertahankan kualitas dan nilai gizi, serta mencegah minyak alami dalam beras menjadi tengik. Cara ini sangat cocok untuk beras yang lebih mudah rusak atau jenis beras organik dengan kandungan minyak tinggi.

Baca Juga :  Mau Kuliah di Jepang? Ini Cara Kemenpora, Program JENESYS 2025 Dibuka

Ketahanan Beras Berdasarkan Jenisnya

Beras putih memiliki umur simpan lebih panjang dibandingkan beras merah atau beras cokelat. Proses penggilingan beras putih menghilangkan kulit ari, germ, dan dedak, sehingga beras lebih tahan lama. Sebaliknya, beras merah atau cokelat mempertahankan germ dan dedak yang kaya nutrisi, sehingga lebih rentan menjadi tengik.

Selain itu, beras panjang dan pendek juga memiliki masa penyimpanan yang berbeda. Beras panjang cenderung lebih kering dan tahan lama, sementara beras pendek lebih lembap dan mudah menggumpal. Dengan demikian, memperhatikan tempat penyimpanan, jenis beras, dan wadah yang digunakan, beras dapat tetap segar dan lezat untuk waktu yang lama.