India Menarik Militer dari Pangkalan Udara Ayni di Tajikistan
India dilaporkan menarik pasukan militer mereka dari pangkalan militer strategis, Pangkalan Udara Ayni di Tajikistan, Asia Tengah. Penarikan ini menandai berakhirnya kehadiran mereka di sana setelah hampir dua dekade. Beberapa laporan media India menyebutkan bahwa penarikan ini kemungkinan disebabkan oleh tekanan dari China dan Rusia.
Mengapa Hal Ini Penting
Pangkalan Udara Ayni memberikan India posisi strategis di luar subbenua dan kemampuan untuk memperluas pengaruhnya ke Asia Tengah, melewati batasan wilayah udara Pakistan. Pada tahun 2001, India menggunakan Ayni untuk mengevakuasi warga negaranya setelah Taliban merebut kekuasaan di Afghanistan.
Tajikistan, yang dulunya merupakan bagian dari Uni Soviet, berbatasan dengan Afghanistan, Tiongkok, Kirgistan, dan Uzbekistan. Penarikan militer India menggarisbawahi bagaimana Asia Tengah telah menjadi arena persaingan antara Rusia, Tiongkok, dan India, tiga kekuatan nuklir yang berupaya membentuk keseimbangan keamanan di kawasan tersebut.
Apa yang Perlu Diketahui
Tajikistan telah memberitahu India pada tahun 2021 bahwa sewa pangkalan udara tersebut tidak akan diperpanjang, dan penarikan dimulai pada tahun 2022. Laporan media berita online India ThePrint menyebutkan bahwa Tajikistan tidak ingin memperpanjang sewa karena tekanan dari Rusia dan Tiongkok terkait personel militer non-regional di pangkalan tersebut.
India telah mengoperasikan pangkalan udara tersebut selama hampir 25 tahun berdasarkan perjanjian tahun 2002 dengan Tajikistan. Perjanjian sewa-pakai ini memungkinkan New Delhi untuk membangun kembali dan memodernisasi fasilitas tersebut, menurut situs web India TV.
Kiprah Tiongkok dan Rusia di Asia Tengah
Pada bulan Juli, Tiongkok menyambut baik usulan Rusia untuk pemulihan blok tiga anggota dengan India, yang berpotensi menantang pengaruh Amerika Serikat (AS) di kawasan. Gagasan ini pertama kali digulirkan pada tahun 1990-an, tetapi meskipun telah dilakukan beberapa pertemuan tingkat menteri, inisiatif tersebut terhenti karena ketegangan antara Tiongkok dan India.
Hubungan kedua negara memburuk pada tahun 2020 setelah ketegangan di sepanjang wilayah perbatasan kedua negara yang disengketakan di Himalaya memicu kekhawatiran akan perang. Tajikistan adalah anggota Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif Rusia (CSTO), aliansi militer yang dipimpin Rusia yang terdiri dari beberapa negara bekas Uni Soviet, yang dibentuk pada tahun 2002, yang terdiri dari Kazakhstan, Kirgistan, Armenia, Belarus, dan Rusia.
Di sebelah timur, Tajikistan berbatasan dengan wilayah Xinjiang di Tiongkok. Dengan kata lain, Tajikistan seperti “halaman belakang” bagi China dan Rusia.
Peran Tajikistan dalam Keamanan Regional
Tajikistan menempati persimpangan strategis: negara ini menjadi tuan rumah pangkalan militer asing terbesar Rusia, dan menerima pendanaan dari China, Uni Eropa, India, Iran, dan AS untuk meningkatkan keamanan perbatasan dan kemampuan antiterorisme, menurut Bloomsbury Intelligence and Security Institute (BISI), sebuah lembaga pemikir yang berbasis di Inggris.
Kutipan Pernyataan
Andrea Stauder, analis senior di BISI, menulis dalam analisisnya pada bulan Juli tentang pentingnya Tajikistan di kawasan:
“Meskipun Rusia dan Tiongkok masih dominan, India memiliki peluang untuk memperluas perannya di luar keamanan dan menjadi bagian dari keterlibatan ekonomi.”
Apa yang Terjadi Selanjutnya
Keluarnya India dari pangkalan Ayni di Tajikistan memperkuat pengaruh Rusia dan Tiongkok, mempersempit jangkauan militer New Delhi di Asia Tengah. India kini mungkin mengandalkan hubungan ekonomi dan diplomatik untuk mempertahankan pengaruh regional.

















