Alreinamedia.com- Natuna, Kehadiran subsidi Angkutan Barang Perintis dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) Kementerian Perhubungan disambut baik oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. Sejak melayani per Juli 2020 lalu, Perum DAMRI hadir sebagai operator angkutan barang perintis bersubsidi tersebut. Angkutan barang tersebut memuat logistik yang telah diangkut Tol Laut di Selat Lampa hingga Ranai.
Sehingga harga bahan pokok di Kabupaten Natuna, bisa terjangkau kepada masyarakat sesuai dengan Program pemerintah Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 10 Tahun 2020 tentang Kewajiban Pelayanan Publik Angkutan Barang di Jalan di Daerah Tertinggal, Terpencil, Terluar, dan Perbatasan (3T 1P)
Sukardi selaku perwakilan DAMRI di Kabupaten Natuna saat di konfirmasi oleh awak media ini Rab (30/8/23)menuturkan bahwa subsidi angkutan darat telah berjalan 3 Tahun yang mana subsidi tersebut berjalan sejak tahun 2020 yang lalu kepada subcon SBN hingga tahun 2021 ungkap Sukardi
“Kalau tahun 2022 hingga sekarang itu PLS yang subcon dan jumlah subsidi hingga Agustus 2023 tinggal 218 Rit ”
Sementara itu saat awak media ini mempertanyakan terkait berapa sebenarnya subsidi yang dianggarkan negara untuk angkutan Barang darat tersebut, Sukardi tidak bisa menjawab apa-apa, dikarenakan beliau hanya sebagai pengawas lapangan saja yang ditunjuk oleh DAMRI Kepulauan Riau
Terpisah Supri selaku Karyawan DAMRI di kepulauan Riau yang berkantor di Batam saat di konfirmasi awak media ini melalui sambungan telp (29/8/23) menuturkan, bahwa subsidi angkutan darat barang yang ada di kabupaten Natuna tersebut sudah berlangsung sejak Agustus 2020 yang lalu.
“2023 ini kita sudah terlaksana 882 Rit pak, sehingga Agustus 2023 tinggal 218 rit yang disubsidi yang kita subconkan dengan Perusahaan PLS dalam pengangkutannya.
Kalau mengenai anggran berapa pertahunnya untuk subsidi, nanti biar pimpinan kita yang jelaskan yang mana pimpinan kita saat ini sedang tugas luar kota tegas Supri
Berbeda halnya Erianto selaku owner AMG Logistik saat di konfirmasi Selasa (29/8/23) merasa kecewa akan hal subsidi angkutan Darat yang dikelola oleh DAMRI, ia menuturkan bahwa DAMRI tidak memberikan pengumuman sejak dari awal, melainkan baru bersurat di tgl 11 Agustus 2023, bahwa jumlah rit tinggal 218 yang mana dengan muatan kapal tol laut yang ada, jumlah tersebut tidak sebanding dengan jumlah rit dan jumlah barang yang turun di selat lampa menggunakan tol laut.
Ini tentu merugikan kami, sebab sisa dari rit tersebut tentu membebankan kami sehingga barang tersebut menjadi komersil, padahal subsidi tersebut baru berjalan 3 bulan saja yang mana pada bulan April, Mei, Juni dan Agustus 2023 Pungkas Erianto
Hingga berita ini diterbitkan awak media ini belum bisa mengkonfirmasi Balai Pengelola Tranportasi Daerah ( BPTD) Arizki
Redaktur: Ali

















