– Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akhirnya langsung menangani dugaan kekerasan yang melibatkan guru dan siswa SMPN 1 Jalancagak, Kabupaten Subang. Dedi memastikan masalah antara guru dan orangtua siswa bernama ZR akan diselesaikan secara damai tanpa melalui proses hukum.
Hal ini disampaikan oleh pria yang akrab dipanggil Kang Dedi Mulyadi atau KDM melalui akun Instagram pribadinya. Ia membagikan video saat bertemu dengan kedua orang tua ZR.
Saya telah berjumpa dengan ayah dan ibu Zaki. Kemarin telah dikeluarkan pernyataan dari gurunya, sedangkan hari ini ada pernyataan dari kedua orang tua Zaki,” kata Dedi, dikutip pada Kamis (6/11).
Laki-laki yang biasa dipanggil KDM menegaskan, pertemuan berikutnya akan diadakan bersama guru sekolah guna menyelesaikan masalah ini secara menyeluruh.
“Maka besok kita akan bertemu dengan gurunya di sekolah. Masalahnya akan diselesaikan. Tidak ada rasa benci dan tidak ada tindakan hukum. Semua berdamai demi pendidikan anak Jawa Barat,” ujar Dedi.
Pada kesempatan tersebut, Dedi juga menyampaikan pesan penting kepada seluruh pendidik di Jawa Barat. Menurutnya, para guru tetap perlu bersikap tegas dalam mengatur siswa, namun dengan metode yang edukatif, bukan melalui kekerasan.
“Halo kepada semua, para guru di Jawa Barat, teruslah mengajar dengan baik dan berani mengambil tindakan disiplin terhadap siswa. Namun tetap berikan hukuman yang bermanfaat untuk pendidikan siswa. Seperti membersihkan lantai, menyapu kamar mandi, mengelap kaca, atau menyapu halaman. Agar karakter anak-anak kita berkembang,” tegas KDM.
Orang tua ZR Berharap Kasus Menjadi Pelajaran Bersama
Pada pertemuan itu, ayah ZR juga menyampaikan harapannya agar kejadian tersebut menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak.
“Untuk penyampaian dari saya, dengan adanya permasalahan ini yang saya alami, semoga ke depannya lebih baik lagi bagi anak saya khususnya dan juga bagi anak-anak lainnya. Yang kedua, untuk para guru juga, agar lebih bersemangat dalam mendidik anak-anak mereka. Dan hindari kekerasan,” katanya.
Rincian Guru Memukul Siswa di Subang Karena Melanggar Aturan Disiplin
Perkara ini menjadi perhatian setelah video orangtua ZR marah kepada seorang guru beredar di media sosial. Diketahui, Guru SMPN 2 Jalancagak bernama Rana Saputra mengakui telah memukul ZR setelah upacara pada Senin (3/11).
Hal itu dilakukan Rana hanya untuk menjaga kedisiplinan terhadap ZR dan tujuh siswa lainnya yang menghindari kelas dengan memanjat pagar.
Setelah kejadian tersebut, pihak sekolah segera mengadakan mediasi antara guru dan orangtua ZR pada Selasa (4/11), dengan bimbingan dari Dinas Pendidikan setempat.

















