Berita

Denada: 24 Tahun Penantian, Ressa Banjir Job, Penuh Syukur

×

Denada: 24 Tahun Penantian, Ressa Banjir Job, Penuh Syukur

Sebarkan artikel ini

Ressa Rizky Rossano Banjir Tawaran Pekerjaan di Tengah Perjuangan Pengakuan Anak dari Denada

Kisah Ressa Rizky Rossano, seorang pemuda asal Banyuwangi, Jawa Timur, kini tengah menjadi sorotan publik. Setelah 24 tahun hidup tanpa pengakuan sebagai anak kandung, Ressa berjuang keras untuk mendapatkan haknya dari sang ibu, Denada. Perjuangan ini tak hanya menarik simpati banyak pihak, tetapi juga berbuah manis bagi Ressa dalam bentuk banjirnya tawaran pekerjaan dan endorsement.

Situasi ini tentu disambut baik oleh Ressa yang kini mulai mampu menghasilkan rezekinya sendiri. Melalui kuasa hukumnya, Muhammad Iqbal, Denada pun mengungkapkan rasa senang dan syukurnya melihat sang anak bisa bekerja dan mandiri secara finansial. Sebagai seorang ibu, Denada merasa bahagia melihat Ressa mendapatkan banyak kesempatan dan dukungan dari berbagai kalangan.

Perjuangan Ressa untuk Pengakuan Anak

Selama 24 tahun hidupnya, Ressa Rizky Rossano tidak pernah mendapatkan pengakuan resmi dari Denada sebagai anak kandungnya. Ia justru diasuh oleh Dino Rossano Hansa, yang merupakan adik dari mendiang ibunda Denada, Emilia Contessa. Kondisi ini mendorong Ressa untuk menuntut haknya, termasuk pengakuan anak, dengan melayangkan gugatan terkait dugaan penelantaran anak ke Pengadilan Negeri Banyuwangi.

Munculnya sosok Ressa Rizky Rossano ke publik dan perjuangannya yang viral, tak pelak membuat Denada menjadi sasaran kritik dan hujatan di media sosial. Hingga kini, Denada belum memberikan pernyataan langsung terkait isu yang beredar.

Baca Juga :  Derita Tinggalah Cerita! 5 Weton Hebat Lolos dari Kemiskinan dengan Peluang Emas

Mediasi Berujung Kegagalan, Kasus Menuju Persidangan

Upaya mediasi antara Ressa Rizky Rossano dan Denada terkait gugatan dugaan penelantaran anak yang digelar pada Kamis (29/1/2026) dilaporkan berakhir tanpa kesepakatan. Kuasa hukum Denada, Muhammad Iqbal, membenarkan bahwa mediasi terakhir tersebut gagal, yang berarti kasus ini akan berlanjut ke tahap persidangan.

“Mediasi tadi gagal, tadi mediasi terakhir,” ujar Iqbal.

Bantahan Mengenai Penelantaran Anak

Di tengah ramainya pemberitaan, pihak Denada melalui kuasa hukumnya, Muhammad Iqbal, dengan tegas membantah tudingan bahwa Denada tidak mengakui Ressa sebagai anak. Iqbal menekankan bahwa selama ini Denada tidak hanya mengakui Ressa, tetapi juga telah memberikan dukungan finansial, memfasilitasi, hingga membiayai pendidikannya sejak kecil.

“Masalah mengakui atau tidak itu saya garis bawahi ya, Ressa ini bukan sekadar diakui atau gimana sebagai anak ya, bahkan dibiayai, difasilitasi, disekolahkan. Namun kok tiba-tiba ada gugatan ini kan aneh,” jelas Iqbal.

Menurut Iqbal, baik Denada maupun ibunya, Emilia Contessa, telah berkontribusi dalam membiayai Ressa sejak ia masih kecil. Oleh karena itu, pihak Denada merasa janggal ketika Ressa tiba-tiba melayangkan gugatan dugaan penelantaran anak.

Baca Juga :  Kunci Penerapan Aturan Baru DHE SDA

Momen Denada Menangis di Televisi

Di tengah sorotan publik dan isu yang berkembang, Denada terlihat tampil dalam acara “DMD Panggung Rezeki” yang ditayangkan di MNC TV pada Rabu (28/1/2026). Dalam tayangan tersebut, wanita berusia 47 tahun itu tiba-tiba menangis di hadapan penonton dan rekan-rekannya sesama pengisi acara, termasuk Iis Dahlia, Caren Delano, dan Irfan Hakim selaku pembawa acara.

Meskipun penyebab pasti tangisan Denada tidak diketahui secara gamblang, Irfan Hakim memberikan penegasan bahwa ia dan rekan-rekannya tidak pernah mencoba mencari tahu secara mendalam karena meyakini akan ada cerita yang pada akhirnya akan terungkap.

“Walaupun bagaimana, kami ini sudah seperti keluarga. Apa yang terjadi di antara kami itu… Kami di sini enggak ada yang mencari tahu karena kami tahu pasti ada cerita yang akan diungkap,” ucap Irfan Hakim.

Momen ini semakin menambah rasa penasaran publik mengenai dinamika hubungan antara Denada dan Ressa Rizky Rossano, serta berbagai persoalan yang melingkupinya. Perjuangan Ressa untuk mendapatkan pengakuan dan haknya sebagai anak, serta tanggapan dari pihak Denada, akan terus menjadi perhatian publik seiring berjalannya proses hukum yang kini menuju persidangan.