Viktor Axelsen Mengungkap Perasaannya Setelah Kekalahan di Semifinal Denmark Open 2025
Tunggal putra Denmark, Viktor Axelsen, akhirnya memberikan pernyataan setelah mengalami kekalahan dalam laga semifinal Denmark Open 2025. Pertandingan yang berlangsung di Jyske Bank Arena, Odense, Denmark, pada Sabtu (18/10/2025), menjadi momen yang penuh drama dan kontroversi.
Axelsen kalah dari Shi Yu Qi dalam pertarungan tiga gim dengan skor 19-21, 21-17, 17-21. Laga yang berlangsung selama 75 menit ini tidak hanya memengaruhi hasil turnamen, tetapi juga membawa isu tentang cara servis yang digunakan oleh Axelsen.
Kontroversi Servis yang Menjadi Pusat Perhatian
Salah satu hal yang membuat laga tersebut terasa lebih panjang adalah protes yang dilakukan Shi Yu Qi terhadap servis Axelsen. Menurut Shi, servis Axelsen dirasa terlalu lama dan sedikit digerakkan ke kanan dan kiri sebelum memukul shuttlecock. Hal ini dianggap mengganggu fokus penerima servis.
Axelsen sendiri merasa lelah dengan topik ini. Ia menyatakan bahwa ia bukan pemain pertama yang menggunakan cara servis seperti itu. Ia bahkan menyebutkan nama Jens Eriksen, yang dulu juga memiliki gaya servis serupa. “Saya sudah servis dengan gaya seperti ini sejak lama bahkan sebelum Olimpiade,” ujarnya.
Menurut Axelsen, banyak orang mulai ‘terpikat’ dengan cara servisnya setelah ia memenangi emas Olimpiade. Hal ini kemudian menjadi topik besar di media sosial, dengan beberapa orang menuding bahwa cara servisnya ilegal. Namun, Axelsen menegaskan bahwa tugas hakim servis adalah menentukan apakah servis tersebut sah atau tidak.
Konflik dengan Shi Yu Qi
Axelsen juga merasa kesal dengan cara Shi Yu Qi memprotes servisnya. Ia mengkritik Shi karena langsung mengarah ke hakim servis, bukan wasit lapangan. Kedua pemain sempat adu mulut di dekat net.
Axelsen berkata, “Saya bilang ke dia bahwa dia adalah seorang juara dan bertanya ke dia mengapa tidak protes ke wasit saja, di mana dia tahu seharusnya wasit yang diajak bicara dulu. Mengapa dia malah memprovokasi hakim servisnya?”
Shi Yu Qi menjawab bahwa ia hanya ingin meluruskan apa yang dirasa tidak benar. “Saya merasa dia menghabiskan terlalu banyak waktu untuk servis. Saya pikir itu terlalu lama, jadi itulah mengapa saya sedikit mengeluh kepada hakim servis,” ujarnya.
Hubungan yang Baik Di Luar Lapangan
Meskipun ada konflik selama pertandingan, Axelsen dan Shi Yu Qi tampak memiliki hubungan yang baik di luar lapangan. Saat sesi salaman, Axelsen terlihat agak ogah-ogahan, tetapi keduanya akhirnya bercakap lagi di belakang panggung turnamen. Axelsen juga mahir berbahasa Mandarin.
“Kami sebenarnya memiliki hubungan yang sangat baik di luar lapangan juga, dan tidak ada yang salah dengan itu,” kata Shi. “Ada kesalahpahaman kecil, dan kami mungkin saling bera pendapat tetapi tidak ada yang salah dengan itu,” tambahnya.
Harapan dan Tantangan di Masa Depan
Axelsen, yang sedang dalam proses comeback setelah operasi punggung dan beberapa kali kalah prematur, tentu sangat ingin berada di final turnamen kandang yang membanggakan tuan rumah. Meski kalah, ia tetap optimis dan percaya bahwa olahraga akan selalu penuh dengan kontroversi.
“Saya hanya akan kesal dengan dia sepanjang malam,” katanya dengan nada tertawa getir. Meski begitu, ia tetap berharap bisa kembali berkompetisi dengan baik di masa depan.

















