Penangkapan Hacker Bjorka Dinilai Hanya Drama
Dharma Pongrekun, mantan Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), menyatakan bahwa penangkapan yang dilakukan oleh Polda Metro Jaya terhadap seseorang dengan nama samaran Bjorka bukanlah sosok asli. Ia menegaskan bahwa penangkapan tersebut hanyalah drama belaka.
Menurut Dharma, informasi ini didapatnya dari seorang temannya yang mengenal Bjorka asli. Ia menyebut bahwa sosok hacker tersebut masih bebas dan berada di luar negeri. “Bjorka (yang ditangkap polisi) itu bohong. Itu drama,” ujar Dharma Pongrekun dalam wawancara yang dikutip dari kanal YouTube Ngaji Roso, Sabtu (11/10/2025).
Penangkapan WFT dan Keraguan Terhadap Identitas Bjorka
Sebelumnya, kabar tentang penangkapan hacker Bjorka sempat ramai diberitakan. Orang yang ditangkap adalah seorang pemuda berinisial WFT (22) asal Desa Totolan, Kecamatan Kakas Barat, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Namun, Dharma menegaskan bahwa sosok ini bukanlah Bjorka asli. Ia menambahkan bahwa temannya baru saja berkomunikasi dengan Bjorka asli melalui pesan WhatsApp.
“Kawan saya baru kemarin dia WA WA-an sama Bjorka yang asli, dan bukan di Indonesia yang asli ya,” ujarnya.
Profil Dharma Pongrekun
Komjen Pol (Purn) Dharma Pongrekun adalah purnawirawan perwira tinggi Polri yang dikenal sebagai mantan Wakil Kepala BSSN. Ia resmi pensiun dari kepolisian pada tahun 2024 dengan jabatan terakhir sebagai Analis Kebijakan Utama Bidang Jianbang Lemdiklat Polri.
Lahir di Palu, Sulawesi Tengah, pada 12 Januari 1966, Dharma merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1988. Ia dikenal memiliki latar belakang kuat di bidang reserse dan kebijakan publik. Nama lengkapnya adalah Komjen. Pol. (Purn.) Dr. (H.C.) Dharma Pongrekun, S.I.K., M.M., M.Hum.
Karier dan Jabatan Strategis
Selama kariernya di Korps Bhayangkara, Dharma telah menempati berbagai jabatan penting, antara lain:
- Pamen Polda Bengkulu
- Kasat II Dit Narkoba Polda Bengkulu
- Wadirreskrimum Polda Metro Jaya
- Kabagkerma Robinops Bareskrim Polri
- Dosen Utama STIK Lemdikpol
Selain itu, ia juga pernah menjadi Wadirtipidum Bareskrim Polri (2015), Karo Korwas PPNS Bareskrim (2016), hingga Dirtipidnarkoba Bareskrim (2016). Pada 2018, Dharma dimutasi ke Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) sebagai Deputi Bidang Identifikasi dan Deteksi, sebelum akhirnya menjabat sebagai Wakil Kepala BSSN pada 2019–2021.
Pensiun dan Karier Politik
Setelah pensiun dari kepolisian pada 2024, Dharma terjun ke dunia politik dengan maju sebagai calon Gubernur Jakarta 2024 melalui jalur independen bersama Kun Wardana. Meski demikian, ia gagal memenangkan Pilgub setelah hanya meraih 459.230 suara.
Laporan Harta Kekayaan Dharma Pongrekun
Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) KPK, Dharma Pongrekun melaporkan total kekayaan sebesar Rp10,9 miliar pada 24 Agustus 2025. Berikut rincian harta kekayaannya:
A. Tanah dan Bangunan – Rp10.280.245.000
Tanah dan Bangunan 400 m²/150 m² di Jakarta Selatan – Rp3.598.000.000
Tanah 180 m² di Jakarta Selatan – Rp1.401.900.000
Tanah 64 m² di Jakarta Selatan – Rp490.120.000
Tanah 495 m² di Jakarta Selatan – Rp3.790.225.000
* Tanah dan Bangunan 91 m²/80 m² di Jakarta Selatan – Rp1.000.000.000
B. Alat Transportasi dan Mesin – Rp569.500.000
Motor Honda CB150 (2016) – Rp9.500.000
Mobil Avanza Minibus (2018) – Rp160.000.000
* Mobil Fortuner VRZ (2019) – Rp400.000.000
C. Kas dan Setara Kas – Rp56.000.000
Total Kekayaan: Rp10.905.745.000
Perdebatan Publik Mengenai Identitas Bjorka
Pernyataan Dharma Pongrekun kembali memunculkan perdebatan publik soal identitas Bjorka yang asli. Meski Polda Metro Jaya sudah mengumumkan penangkapan WFT, Dharma menegaskan bahwa sosok hacker asli masih bebas dan berada di luar negeri.

















