Berita

Dheninda Menangis Dihujat, Ancaman Penjarahan Mengancam: Seluruh Indonesia Menyakiti Saya

×

Dheninda Menangis Dihujat, Ancaman Penjarahan Mengancam: Seluruh Indonesia Menyakiti Saya

Sebarkan artikel ini

Anggota DPRD Gorontalo Utara Dihujat Usai Dituduh Mencibir Pendemo

Anggota DPRD Gorontalo Utara, Dheninda Chaerunnisa kini menjadi sorotan setelah dituduh mencibir para pendemo. Kejadian ini menimbulkan reaksi keras dari warganet, bahkan keluarganya juga turut terkena dampaknya. Beberapa pihak sempat memprovokasi masyarakat untuk menjarah rumah dan tempat usaha keluarga Dheninda.

Meski telah memberikan klarifikasi, publik tidak peduli dengan pernyataannya. Dheninda mengungkapkan betapa besar tekanan yang ia alami akibat serangan warganet. “Saya dicibir satu Indonesia. Satu Indonesia bully saya. Semua orang yang (menyerang) udah mengarah di luar konteks, sampai orang tua saya dikata-katain l***e,” ujarnya dalam wawancara yang diunggah di kanal YouTube Tribun Gorontalo.

Ia mengaku tidak menyangka bahwa hujatan di media sosial bisa sampai sejauh itu. “Sampai segitunya pem-bully-an itu di sosial media,” tambahnya.

Tidak hanya mendapat caci maki, Dheninda juga menerima ancaman dari pihak yang tidak dikenal. Ada seruan provokatif yang mengajak masyarakat untuk menjarah tempat usaha keluarganya. “Ada pengancaman sampai katanya pada saat di demo itu ada masyarakat mengatakan ke saya. Ada orang yang teriak jarah tokonya. Sampai kayak gitu, dan ketika saya dengar itu, saya sakit (hati),” ungkapnya lagi.

Lebih jauh, Dheninda bercerita bahwa keluarganya adalah pendatang di wilayah Gorontalo Utara. Mereka memulai usaha dari bawah hingga mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat sekitar. Kini, bisnis keluarga tersebut bahkan telah membuka puluhan lapangan kerja bagi warga lokal.

“Kita sebagai pendatang juga tahu diri gitu. Datang cari nafkah di tempat orang. Bagaimana kita bisa bermanfaat untuk orang-orang di sekitar kita,” kata Dheninda.

Ia menegaskan bahwa orang tuanya telah berjuang keras membangun usaha itu demi banyak orang. “Kalian enggak tahu usaha orang tua saya. Kalian ada 55 orang karyawan yang cari nafkah dan mengharap hidup di situ,” tegasnya.

Baca Juga :  Rapat Paripurna Peringatan Hari Jadi ke-77 Bintan

Pemicu Demo

Dheninda dalam kesempatannya juga membeberkan kronologi demo yang terjadi. Semua bermula saat ia mendapatkan informasi soal dugaan calo dalam rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di Gorontalo Utara. Ia kemudian menyampaikan temuan tersebut kepada wartawan hingga berujung adanya pemberitaan berisi imbauan masyarakat lebih berhati-hati.

Namun patut disayangkan, pemberitaan tersebut malah dipelintir seolah-olah Dheninda menuduh ada orang tak bertanggung jawab jadi calon rekrutmen PPPK. Bahkan, ada narasi Dheninda menuduh aktivis kampus jadi calonya.

“Saya bicara (imbauan) secara umum, tapi malah dipelintir-pelintir. Seakan-akan ini jadinya kalau dinilai provokatif. Seperti membenturkan saya dengan aktivis,” katanya, dikutip dari kanal YouTube Tribun Gorontalo.

Puncaknya, demo digelar sekelompok massa dari Aliansi Masyarakat Peduli Gorontalo Utara dan beberapa elemen masyarakat lainnya, pada Senin (13/10/2025) kemarin. Massa terbagi menjadi dua kelompok, mengecam Dheninda karena sudah dianggap provokatif dan mendukungnya untuk mengusut dugaan calo dalam rekrutmen PPPK.

Termasuk massa yang mendukung berasal dari beberapa karyawan di tempat usaha milik orang tua Dheninda. Adapun tuntutan yang dibawa massa mendesak Ketua DPRD Gorontalo Utara menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Ketua Komisi 3 terkait dengan statement liar dari Dheninda.

Massa juga mendesak agar nama yang diduga sebagai calo disampaikan ke publik. Padahal Dheninda sendiri juga tidak mengetahui siapa calo itu.

“Saya agak bingung kenapa saya harus di RDP terkait statement saya. Sementara undang-undang aja memberikan perlindungan kepada anggota DPR dalam segala statementnya.”

Baca Juga :  Diduga 7 Tahun Urus Tanah di Gunung Kijang Tak Beres, Korban Akui Hilang Kepercayaan

“Terus mereka minta juga saya mempertanggungjawabkan apa. Lantas apa yang harus saya pertanggungjawabkan?”

“Mereka mempertanyakan siapa calo itu. Kan saya juga enggak tahu,” tandasnya.

Profil Dheninda

Dheninda mencatatkan namanya sebagai anggota DPRD termuda di Gorontalo. Saat mencalonkan diri dalam Pemilu 2024, usianya baru menginjak 21 tahun. Perempuan yang akrab disapa Dini ini tidak hanya berhasil lolos menjadi anggota DPRD Gorontalo Utara, tetapi juga menorehkan prestasi dengan meraih suara tertinggi di antara 24 anggota terpilih lainnya.

Dari partai NasDem, Dini memperoleh 2.846 suara pribadi dengan total 5.694 suara partai. Dini lahir di Gorontalo Utara pada 2 April 2002. Ia merupakan anak sulung dari tiga bersaudara, buah hati pasangan pengusaha sukses Roni Patinasarani dan Shanti Shera.

Berasal dari keluarga keturunan Bugis, Dini tumbuh dan besar di Kwandang, Gorontalo Utara. Sejak kecil, ia dikenal memiliki rasa empati yang tinggi, hasil didikan orang tuanya yang menanamkan nilai-nilai kepedulian dan berbagi.

Perjalanan pendidikannya dimulai di SD Negeri 1 Moluo, kemudian berlanjut ke SMP Negeri 1 Kwandang, mengutip TribunGorontalo.com. Setelah itu, Dini menempuh pendidikan di SMA Islam Athirah Makassar dan kini melanjutkan studi di Universitas Padjadjaran Bandung, mengambil jurusan Hukum.

Sejak duduk di bangku sekolah dasar, Dini telah menunjukkan bakat dan prestasi. Ia pernah menjuarai lomba pidato tingkat provinsi pada ajang Pentas PAI tahun 2013–2014, serta menjadi satu-satunya wakil Gorontalo Utara yang melaju ke tingkat nasional. Saat SMP, ia juga meraih penghargaan sebagai siswa sosial.

Kemampuan berbicara di depan umum dan manajemen waktunya yang baik membuat Dini dipercaya mengemban tanggung jawab sebagai bendahara Garda Pemuda NasDem Gorontalo Utara.