Opini

Doa Ramadhan 2026: Adab & Teks Lengkap

×

Doa Ramadhan 2026: Adab & Teks Lengkap

Sebarkan artikel ini

Memaknai Kedatangan Ramadhan: Panduan Doa dan Persiapan Ruhani

Bulan Ramadhan, sebuah tamu agung yang dinanti dengan penuh kerinduan oleh umat Muslim di seluruh dunia, selalu hadir membawa gelombang berkah, ampunan, dan janji pembebasan dari siksa neraka. Kehadirannya bukan sekadar momen pergantian kalender, melainkan sebuah undangan untuk introspeksi diri, peningkatan spiritualitas, dan ibadah yang lebih mendalam. Menyambut kedatangan bulan mulia ini memerlukan persiapan yang matang, tidak hanya dalam bentuk euforia, tetapi juga melalui tuntunan doa yang berakar kuat pada ajaran Rasulullah SAW dan jejak para ulama salafus shalih.

Persiapan menyambut Ramadhan idealnya mencakup aspek lahir dan batin. Dari sisi batin, doa menjadi sarana utama untuk memohon kekuatan dan keberkahan agar ibadah di bulan suci ini dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya dan diterima oleh Allah SWT. Sementara itu, dari sisi lahir, para ulama menekankan pentingnya persiapan nyata atau yang dikenal dengan istilah I’dad, agar bulan Ramadhan tidak berlalu begitu saja tanpa makna berarti.

Tuntunan Doa Menyambut Ramadhan

Memasuki bulan Ramadhan, terdapat beberapa doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW dan diamalkan oleh para ulama salaf, yang dapat menjadi panduan bagi kita untuk meningkatkan kualitas ibadah.

1. Doa Saat Melihat Hilal (Bulan Sabit Muda)

Momen munculnya hilal atau bulan sabit muda menjadi penanda pergantian bulan dalam kalender Hijriah. Rasulullah SAW sendiri memiliki bacaan doa khusus ketika melihat hilal, yang juga menjadi amalan penting saat malam pertama Ramadhan. Riwayat dari Thalhah bin Ubaidillah RA menyebutkan doa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW.

Teks Arab:
اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَالْإِيمَانِ، وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ، رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ

Latin:
Allâhumma ahillahu ‘alainâ bil yumni wal îmân, was salâmati wal islâm. Rabbî wa rabbukallâh.

Artinya:
“Ya Allah, terbitkanlah bulan sabit itu kepada kami dengan membawa keberkahan dan keimanan, keselamatan dan Islam. Rabbku dan Rabbmu (wahai bulan) adalah Allah.” (HR. Tirmidzi no. 3451, dinilai Hasan oleh Syaikh Al-Albani).

Melalui doa ini, kita memohon empat aspek penting yang menjadi pondasi kebahagiaan dunia dan akhirat:
* Al-Yumn (Keberkahan): Memohon agar segala urusan dan rezeki yang datang selama bulan Ramadhan diberkahi oleh Allah SWT.
* Al-Iman (Keimanan): Memohon keteguhan hati dalam iman, agar senantiasa taat dan patuh kepada perintah-Nya.
* As-Salamah (Keselamatan): Memohon perlindungan dari segala marabahaya, baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat, serta keselamatan dalam menjalankan ibadah.
* Al-Islam (Islam): Mengakui dan menegaskan kembali bahwa Allah adalah Rabb kita, dan bulan hanyalah makhluk yang tunduk pada kekuasaan-Nya.

Baca Juga :  Komunikasi Intens, Kunci Kedekatan

2. Doa Memohon Bertemu dan Diterimanya Amal di Bulan Ramadhan

Selain doa saat melihat hilal, terdapat pula doa yang sangat populer di kalangan ulama Tabi’in, khususnya yang dinisbatkan kepada Yahya bin Abi Katsir. Meskipun bukan hadis marfu’ (sabda langsung dari Nabi SAW), doa ini menjadi rujukan spiritual yang sering dikutip oleh para ulama, termasuk Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam kitabnya yang masyhur, Lathaif Al-Ma’arif.

Teks Arab:
اللَّهُمَّ سَلِّمْنِيْ لِرَمَضَانَ وَسَلِّمْ رَمَضَانَ لِيْ وَتَسَلَّمْهُ مِنِّيْ مُتَقَبَّلاً

Latin:
Allâhumma sallimnî li Ramadhâna, wa sallim Ramadhâna lî, wa tasallamhu minnî mutaqabbalan.

Artinya:
“Ya Allah, antarkanlah aku hingga sampai Ramadhan, dan antarkanlah Ramadhan kepadaku, dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadhan.” (Dikutip dari Hilyatul Auliya, 1/420).

Doa ini mencerminkan kerendahan hati seorang hamba yang senantiasa memohon kepada Allah agar diberi kekuatan fisik dan mental untuk dapat berjumpa dengan bulan Ramadhan. Lebih dari itu, doa ini juga memohon agar bulan Ramadhan yang akan dijalani menjadi berkah baginya, dan setiap amalan yang dilakukan selama bulan tersebut diterima dengan baik oleh Allah SWT. Ini menunjukkan kesadaran akan betapa berharganya kesempatan beribadah di bulan Ramadhan.

3. Doa Memohon Keberkahan Sejak Bulan Rajab dan Sya’ban

Persiapan ruhani untuk menyambut Ramadhan sebenarnya telah dimulai jauh sebelum bulan tersebut tiba. Banyak umat Muslim yang terbiasa mengamalkan doa memohon keberkahan pada bulan Rajab dan Sya’ban, agar diizinkan untuk bertemu dengan bulan Ramadhan.

Teks Arab:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

Latin:
Allâhumma bârik lanâ fî Rajaba wa Sya‘bâna wa ballighnâ Ramadhâna.

Artinya:
“Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban, dan sampaikanlah (umur) kami pada bulan Ramadhan.” (HR. Ahmad dan At-Thabrani).

Baca Juga :  Lanud RSA, Gelar Bazar Murah Ramadhan Bagi Prajurit dan Keluarga Besar TNI AU

Perlu dicatat bahwa secara ilmu hadis, riwayat doa ini dinilai lemah (dhaif) oleh sebagian ulama. Namun demikian, para ulama memperbolehkan pengamalannya dalam kerangka Fadhail Amal (keutamaan beramal), asalkan tidak diyakini sebagai sunnah yang pasti dari Nabi SAW. Pengamalan doa ini lebih ditekankan pada semangat memohon kepada Allah agar diberi kesempatan dan keberkahan untuk bertemu dengan bulan Ramadhan yang mulia.

Persiapan Nyata: Lebih dari Sekadar Lisan (I’dad)

Selain mengamalkan doa-doa di atas, para ulama juga menekankan pentingnya persiapan nyata atau I’dad agar bulan Ramadhan tidak berlalu sia-sia dan ibadah yang dijalani menjadi lebih optimal. Persiapan ini mencakup beberapa aspek krusial:

  • Taubat Nasuha: Membersihkan diri dari segala dosa dan maksiat adalah langkah fundamental. Dengan bertaubat nasuha, hati yang tadinya kotor akan menjadi bersih dan siap untuk menampung limpahan rahmat serta keberkahan Allah SWT di bulan Ramadhan. Ini seperti membersihkan wadah sebelum mengisinya dengan sesuatu yang berharga.
  • Tuntaskan Utang Puasa (Qadha): Bagi umat Muslim yang memiliki tanggungan puasa qadha dari Ramadhan sebelumnya, sangat penting untuk menyelesaikannya sebelum datangnya bulan Ramadhan yang baru. Memulai Ramadhan dengan kewajiban yang sudah tertunaikan akan memberikan ketenangan dan fokus yang lebih baik dalam menjalankan ibadah puasa.
  • Bekal Ilmu (Fiqih Puasa): Mempelajari kembali atau memperdalam pemahaman mengenai hukum-hukum seputar puasa Ramadhan adalah sebuah keharusan. Mengetahui syarat, rukun, hal-hal yang membatalkan puasa, serta sunnah-sunnah yang menyertainya, akan membantu kita menjalankan ibadah puasa dengan benar dan sempurna, sehingga lebih bermakna.
  • Manajemen Harta (Sedekah): Ramadhan adalah bulan bersedekah dan berbagi. Menyiapkan anggaran khusus untuk kegiatan sosial dan kedermawanan, serta merencanakan bagaimana membantu kaum dhuafa melalui sedekah tarhib (sedekah penyambutan Ramadhan), adalah bagian dari persiapan yang sangat dianjurkan. Kedermawanan di bulan Ramadhan memiliki keutamaan yang berlipat ganda.

Dengan memadukan doa yang tulus dan persiapan nyata yang matang, diharapkan seluruh umat Muslim dapat menyambut bulan Ramadhan 1447 H dalam kondisi fisik yang prima, semangat ibadah yang membara, dan senantiasa dalam lindungan serta rahmat Allah SWT.