NTT – Jelang akhir tahun 2023, Dinas Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana Kota Kupang (DP2KB) menggelar kegiatan Desiminasi Audit Kasus Stunting (AKS) tingkat Kota Kupang pada Senin, 18/12/23, berlokasi di Hotel Kristal Kota Kupang, Prov.NTT.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Setda Kota Kupang, Jefrry Pelt yang mewakili Penjabat Walikota Kupang, dan Kepala Dinas P2KB Kota Kupang drg. Fransisca J. H. Ikasasi.
Peserta yang dilibatkan diantaranya para Camat, Lurah, Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Kupang, Serta Narasumber Ahli Anak Dr. Karolina Tallo, Ahli Gizi Dr. Salmawati Maryati dan Ahli Psikologi Theodora Takalapeta.
Kegiatan desiminasi kasus stunting ini merupakan sebuah kegiatan yang sangat penting. Tujuannya agar dapat memetakan kondisi dan karakteristik kasus stunting di setiap kelurahan yang berbeda-beda, sehingga pola pendekatan yang digunakan bisa lebih spesifik dalam penanganannya. Hal ini disampaikan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Setda Kota Kupang, Jefrry Pelt dalam arahannya.
Ia mengharapkan agar dalam kegiatan ini semua peserta yang hadir dapat bersama-sama berdiskusi untuk mencari langkah-langkah ke depan dalam penangganan kasus stunting.
“Hari ini terkesan sederhana karena tidak begitu banyak orang yang hadir, tetapi hari ini menentukan kota Kupang kedepannya. Hari ini kita bicara untuk mengurus orang, oleh sebab itu dengan segala hormat saya minta kita semua sesuai fungsi kita masing-masing, mari kita berkolaborasi dan berpikir apa yang harus kita buat,” ujar Jefrry.
Selain Kegiatan desiminasi, pemerintah kota kupang juga sudah menyiapkan salah satu strategi dalam upaya pencegahan stunting diantaranya berkolaborasi dengan seluruh tokoh agama untuk menurunkan angka stunting melalui pasangan Pra Nikah.
“Stunting memang menjadi perhatian serius pemerintah pusat, provinsi dan kota. Sehingga salah satu strategi pemerintah kota kupang yang sudah disiapkan dalam upaya pencegahan stunting adalah berkolaborasi dan memberikan materi kepada seluruh tokoh agama agar dapat memberikan pencerahan kepada pasangan Pra Nikah,” tambah Jefrry.
Sehabis pengarahan acara pun berlanjut dengan pembukaan pelaksanaan kegiatan Desiminasi Audit Kasus Stunting (AKS) tingkat Kota Kupang yang dibuka Asisten I Setda Kota Kupang Jefrry Pelt mewakili Penjabat Walikota Kupang, serta dilanjutkan dengan acara foto bersama dengan para peserta.
Kegiatan pun terus berlanjut dengan pemaparan materi oleh para narasumber dengan menunjukkan data-data terkait hasil Audit Kasus Stunting (AKS) di kota kupang.
Ada 16 balita yang menjadi sampel audit kasus stunting dalam pemaparan materi ditinjau dari sudut pandang pakar spesialis anak, pakar ahli gizi dan pakar psikolog.
Dalam pemaparan hasil audit tersebut masih ditemukan beberapa kendala yang perlu dibenahi misalnya masih kurang informasi atau pengetahuan umum kepada keluarga tentang disiplin waktu makan anak, makanan KMS, Gizi seimbang, aktivitas di posyandu, dan stunting.
Hasil audit semuanya akan disimpulkan dan dirangkum sebagai bahan acuan untuk mencari proses penanganannya, agar dapat disampaikan kepada ketua TPPS dalam rangka mengatasi stunting di tahun 2024.
Kasus stunting harus dianalisa bersama dan fokus pada locus yang sama, dan diharapkan tuntas dengan penanganannya. Angka stunting di tahun 2024 nanti diharapkan bisa menurun lagi dan berada pada posisi 14 persen. Hal ini disampaikan Kepala Dinas P2KB Kota Kupang drg. Fransisca J. H. Ikasasi dalam arahannya.
“Kita tahu bahwa angka stunting di kota kupang saat ini berada di posisi 17,2 persen. tentunya itu bukan sesuatu yang gampang. Awal mula sebelumnya angka stunting berada di posisi 26 persen. Hingga berakhir perhitungan di bulan agustus dengan konvergensi dan kerja keras kita semua sehingga saat ini kota kupang berada pada posisi 17,2 persen,” ungkap Fransisca.
Menurut Fransisca hal ini menjadi suatu kekuatan kerja kolaborasi yang sangat baik sehingga menghasilkan hasil di luar dugaan.
“Awalnya memang kita agak pesimis dengan konvergensi yang ada. TPPS yang terbentuk masing-masing punya argumentasi yang berbeda-beda dengan tidak mempunyai satu pandangan yang sama. Tetapi dengan jerih payah dan kolaborasi yang terus dibangun dengan semua komponen dan elemen maka hasil yang didapat betul-betul di luar dugaan,” jelas Kadis P2KB Kota Kupang tersebut.
“Kami berharap mari kita bahu-membahu untuk menghasilkan apa yang kita harapkan yaitu angka stunting turun menjadi 14 persen di tahun 2024 nanti, ” tutup Fransisca.
Marcho

















