Proses pencarian nahkoda baru untuk Tim Nasional Sepak Bola Indonesia telah menjadi topik hangat di kalangan penggemar sepak bola Tanah Air. Keputusan PSSI untuk mencari pengganti pelatih sebelumnya, yang kontraknya berakhir pada 16 Oktober 2025, menuntut pemilihan yang cermat guna mendapatkan sosok terbaik yang dapat membawa skuad Garuda meraih kejayaan. Menariknya, dalam proses krusial ini, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, justru memilih untuk tidak terlibat langsung dalam tahapan awal penentuan.
Delegasi PSSI Jelajahi Eropa untuk Temukan Kandidat Ideal
Untuk memastikan pilihan yang tepat, PSSI tidak main-main dalam melakukan penjaringan. Sebuah delegasi yang terdiri dari anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Muhammad dan Endri Erawan, bersama dengan Direktur Teknik Alexander Zwiers, dikirim ke Eropa. Misi mereka jelas: bertemu dan menjajaki potensi sejumlah pelatih yang dianggap memiliki kualifikasi mumpuni untuk memimpin Timnas Indonesia.
Perjalanan ke Benua Biru ini bukan sekadar kunjungan formal. Para perwakilan PSSI ini melakukan serangkaian diskusi dan wawancara mendalam dengan para calon pelatih. Hasil dari pertemuan-pertemuan inilah yang kemudian dibawa kembali ke Tanah Air untuk dibahas secara komprehensif dalam forum rapat Exco PSSI.
Dua Nama Mengemuka: John Herdman dan Giovanni van Bronckhorst
Setelah melalui proses evaluasi yang ketat, dari sekian banyak nama yang dipertimbangkan, PSSI akhirnya mengerucutkan dua kandidat utama. Keduanya adalah John Herdman, yang dikenal dengan kiprahnya di kancah internasional, dan Giovanni van Bronckhorst, seorang mantan pemain dan pelatih ternama.
Pemilihan kedua nama ini pun bukan tanpa dasar. Keputusan untuk memfokuskan pencarian pada Herdman dan Van Bronckhorst sepenuhnya merupakan hasil dari musyawarah dan pertimbangan matang yang dilakukan oleh anggota Exco PSSI.
Erick Thohir Beri Kebebasan Penuh kepada Exco
Wakil Ketua Umum PSSI, Zainudin Amali, memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai peran Erick Thohir dalam proses ini. Menurut Amali, Erick Thohir secara sengaja tidak ikut campur tangan dalam tahapan awal pemilihan pelatih. Keputusan ini diambil untuk memberikan keleluasaan penuh kepada jajaran Exco PSSI dalam berdiskusi dan mengevaluasi para kandidat.
“Jadi, kami semua sudah selesai prosesnya. Bagus ini ya, melalui rapat Exco dan pak Ketua Umum (Erick Thohir) tidak ikut campur,” ujar Zainudin Amali kepada awak media usai menyaksikan laga Persija vs Bhayangkara FC di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (29/12/2025) malam WIB.
Amali menambahkan bahwa Erick Thohir memberikan kepercayaan penuh kepada tim yang ditugaskan, termasuk Muhammad, Endri Erawan, serta Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Sumardji. Mereka bertiga yang diberi mandat untuk melakukan seleksi awal dan mempresentasikan temuan mereka kepada anggota Exco PSSI.
“Jadi, Ketua Umum membiarkan kami berdiskusi dengan BTN, kemudian dengan mereka yang ditugaskan pak Muhammad dan pak Endri,” jelasnya.
Peran Erick Thohir di Tahap Finalisasi
Meskipun tidak terlibat dalam proses seleksi awal, bukan berarti Erick Thohir lepas tangan sepenuhnya. Zainudin Amali menegaskan bahwa Ketua Umum PSSI akan tetap memiliki peran penting dalam pengambilan keputusan akhir. Keterlibatan Erick Thohir baru akan muncul pada tahap finalisasi, di mana ia akan memimpin rapat Exco PSSI untuk mengesahkan keputusan yang telah dirumuskan bersama.
“Kami begitu yang selanjutnya pada saat pengambilan keputusan, baru pak Ketua Umum yang memimpin rapatnya,” kata Amali. “Jadi, dilepas. Jadi, Exco punya kebebasan memberikan pandangan tentang pelatih. Saya kira ini hal yang bagus sekali.”
Pendekatan ini dinilai sebagai langkah yang positif, memungkinkan para anggota Exco untuk memberikan pandangan dan masukan mereka secara bebas, yang pada akhirnya akan berkontribusi pada keputusan yang lebih komprehensif dan matang.
Pengumuman Resmi Masih Menunggu
Meskipun sebagian besar anggota Exco PSSI dilaporkan telah memberikan persetujuan mereka kepada John Herdman, PSSI hingga kini belum mengumumkan secara resmi siapa pelatih yang akan menukangi Timnas Indonesia. Zainudin Amali masih enggan memberikan kepastian mengenai kapan pengumuman tersebut akan dilakukan.
Ia menyatakan bahwa urusan finalisasi dan pengumuman telah diserahkan sepenuhnya kepada Ketua BTN PSSI, Sumardji. Pihaknya meyakini bahwa pengumuman akan segera dilakukan, namun untuk jadwal pastinya, Amali memilih untuk tidak membocorkan lebih lanjut.
“Kami sudah serahkan kepada pak Mardji untuk memfinalisasi, dan nanti akan mengumumkan ala pak Ketua Umum PSSI,” tuturnya, mengindikasikan bahwa pengumuman akan dilakukan dengan gaya khas dan otoritas dari Ketua Umum PSSI.















