gayahidup

Erika Carlina: Langsing Pasca Lahir Tanpa Diet Ketat

×

Erika Carlina: Langsing Pasca Lahir Tanpa Diet Ketat

Sebarkan artikel ini

Perjalanan pasca-melahirkan seringkali menjadi tantangan tersendiri bagi seorang ibu, terutama dalam mengembalikan bentuk tubuh ideal. Namun, artis Erika Carlina membuktikan bahwa hal tersebut bisa dicapai tanpa harus melakukan diet ketat. Empat bulan setelah melahirkan putra pertamanya, Erika berbagi rahasianya dalam menjaga berat badan dan mengencangkan tubuhnya.

Erika mengaku bahwa selama kehamilan, berat badannya sempat naik hingga 18 kilogram. Namun, kini ia berhasil mengembalikan berat badannya ke angka semula, yaitu 55 kilogram, tanpa menjalani program diet yang ekstrem.

“Dulu sebelum hamil aku 55 kilogram. Sekarang sudah balik ke 55 lagi,” ungkap Erika.

  • Perubahan Tubuh yang Tidak Signifikan: Erika menjelaskan bahwa perubahan tubuhnya setelah melahirkan tidak terlalu signifikan. Ia merasa bahwa sebagian besar kenaikan berat badan hanya terpusat di area perut.

    “Mungkin saat aku hamil itu besarnya di perut aja ya. Jadi enggak ke muka, enggak ke tangan gitu. Jadi orang-orang lihatnya perubahannya enggak signifikan,” jelasnya. Hal ini mungkin disebabkan oleh faktor genetik atau metabolisme tubuh Erika yang baik.

  • Menghindari Diet Ketat Demi Kualitas ASI: Erika menekankan bahwa ia tidak menjalani program diet apa pun setelah melahirkan. Hal ini dikarenakan ia ingin menjaga kualitas nutrisi untuk kebutuhan menyusui bayinya.

    “Setelah lahiran enggak ada yang berubah sama sekali. Setelah menyusui itu kan perlu makanan yang sehat, asupan yang bagus, nutrisi yang bagus. Otomatis aku enggak ngelakuin yang namanya diet,” tegasnya. Erika menyadari pentingnya asupan nutrisi yang seimbang bagi ibu menyusui agar dapat menghasilkan ASI yang berkualitas untuk pertumbuhan dan perkembangan bayinya.

  • Olahraga Ringan dan Fleksibel: Untuk menjaga kebugaran tubuhnya, Erika tetap berolahraga, namun tanpa jadwal yang ketat. Ia memilih aktivitas yang disukainya, seperti bermain basket atau olahraga ringan lainnya.

    “Olahraga iya, tapi enggak dirutinin kayak ngegym gitu. Karena aku main basket aja, olahraga-olahraga yang kayak gitu,” tuturnya. Olahraga yang dilakukan secara teratur dapat membantu membakar kalori, meningkatkan metabolisme tubuh, dan menjaga kesehatan jantung.

  • Treatment Pengencangan Perut: Meskipun tidak menjalani prosedur pengurangan lemak seperti sedot lemak, Erika mengaku melakukan treatment tertentu di klinik kecantikan untuk membantu mengencangkan area perut setelah melahirkan.

    “Kalau di klinik aku sendiri, treatment khususnya mungkin lebih ke area perut supaya kencang, supaya enggak bergelambir. Kita ada teknologinya. Tapi operasi untuk ngambil lemak gitu-gitu enggak ada sih,” kata Erika. Treatment ini mungkin berupa perawatan dengan teknologi tertentu yang dapat merangsang produksi kolagen dan elastin, sehingga kulit perut menjadi lebih kencang dan elastis.

  • Konsumsi Bahan Pendukung ASI: Selain menjaga pola makan yang sehat, Erika juga mengonsumsi bahan pendukung ASI, seperti daun katuk, sejak masa kehamilan. Ia juga menambahkan kapsul booster ketika kebutuhan ASI bayinya meningkat.

    “Daun katuk itu aku konsumsi dari aku hamil sampai melahirkan. Natural. Bukan kapsulan. Kapsul itu aku pakai setelah anak aku usia empat bulan, karena dia makin banyak minumnya, sedangkan ASI aku mulai berkurang. Jadi aku tambahin kapsul booster,” jelas Erika. Daun katuk dikenal sebagai tanaman herbal yang dapat meningkatkan produksi ASI. Kapsul booster ASI juga dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi ibu menyusui dan meningkatkan produksi ASI.

Baca Juga :  Tiga Warna Keberuntungan Shio Monyet 2026, Kunci Energi Baru

Dengan rutinitas yang fleksibel namun terarah, Erika mengaku bersyukur tubuhnya dapat kembali ke bentuk semula tanpa banyak perubahan.

“Aku sendiri bingung bisa balik lagi tanpa banyak berubah,” ujarnya.

Sebagai informasi tambahan, Erika Carlina melahirkan anak pertamanya, seorang bayi laki-laki bernama Andrew Raxy Neil, pada Jumat, 1 Agustus 2025. Proses kelahiran dilakukan secara caesar dan lebih cepat dari perkiraan dokter (HPL) 8 Agustus 2025.