NTT – Imigran Asal Irak yang berjumlah 13 Orang yang terdampar di Perairan Rote Selatan, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang hendak bertolak ke Australia, saat ini telah diantar dan
dievakuasi ke Rumah Detensi Imigrasi Kupang.
Belasan Imigran tersebut dievakuasi dari Rote Ndao dengan dikawal langsung oleh Tim Polres Rote Ndao bersama Tim Imigrasi kupang dengan tujuan kota Kupang dengan mengunakkan kapal Ferry pada 17/12/2022.
13 Imigran asal Irak tersebut saat ini telah berada di Rumah Detensi Imigrasi Kupang untuk diamankan dan ditindaklanjuti. Belasan imigran Irak diantaranya 8 orang berjenis kelamin laki-laki dan 5 orang adalah perempuan.
Kepala Rumah Detensi Imigrasi Kupang.
Heksa Asik Soepriyadi menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan tempat di Rudenim untuk menampung 13 Imigran asal Irak yang dievakuasi tersebut.

“Tempat tersebut di bagi menjadi 2 bagian yaitu Blok Family dan Blok Single beserta fasilitasnya,” ujarnya.
Heksa pun menambahkan bahwa di Rudenim Kupang saat ini khususnya di Blok single terdapat 5 WNA yang masih menetap di blok tersebut, dintaranya 1 orang warga negara Myanmar, 1 warga negara Palestina, 1 warga negara Nigeria, 1 warga negara timor leste, dan 1 lagi Warga negara Turki.
Selain daripada itu Heksa Asik Soepriyadi pun menjelaskan bahwa Rudenim Kupang ini sebagai unit pelaksanaan teknis keimigrasian yang dimana Rudenim itu sebagai tempat penampungan sementara bagi imigratoir atau orang asing yang melakukan pelanggaran keimigrasian di indonesia yang menunggu sampai mereka di deportasi kembali ke negaranya.
Hal ini yang akan dilakukan kepada belasan Imigran Irak yang terdampar di Rote Ndao dan telah dievakuasi ke Rudenim Kupang, agar dapat cepat menyelesaikan persiapan Surat-surat terutam paspornya, kemudian tiketnya, baru diberangktkan kembali ke negaranya.
Penulis : Edy N
Editor : Arizki















