Momen Bersejarah dalam Dunia Olahraga Lari di Kota Bandung
Dunia olahraga lari di Indonesia, khususnya di Kota Bandung, mencatat momen historis yang menandai pembukaan babak baru bagi pegiat lari dengan tantangan non-konvensional. Bertempat di salah satu venue bergengsi di pusat kota, deklarasi pembentukan Perhimpunan Pelari Segala Medan Indonesia (PSMI) sukses dilaksanakan pada hari ini, 21 Oktober 2025. Perhimpunan ini hadir sebagai payung resmi bagi para pelari yang melampaui batasan lintasan aspal biasa, menjangkau jarak ultra, hingga tantangan vertikal yang ekstrem.
Deklarasi PSMI ini tidak hanya disambut antusias oleh ratusan pegiat lari dari berbagai komunitas, tetapi juga mendapatkan dukungan penuh dari jajaran Pemerintah Kota Bandung dan pemangku kepentingan olahraga. Acara ini secara resmi dihadiri oleh figur-figur penting, termasuk Walikota Bandung, Muhammad Farhan, perwakilan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Bandung, H. Sigit Iskandar. S.IP. MM., Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Sekdispora) Kota Bandung Hendy Maulana Yusup, ST., M.A.P. , dan Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Bandung, Erick M Zaki Anggara. Kehadiran para pejabat ini menegaskan komitmen pemerintah kota untuk mengakui dan memfasilitasi perkembangan olahraga berbasis komunitas yang unik dan menantang.
Dukungan Penuh Pemerintah Kota untuk Olahraga Komunitas
Dalam sambutannya yang inspiratif, Walikota Bandung menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif pembentukan PSMI. Beliau menyoroti bahwa semangat “Segala Medan” selaras dengan karakter Kota Bandung yang dinamis dan berani menghadapi tantangan.
“Bandung selalu menjadi kota yang melahirkan inovasi, termasuk dalam bidang olahraga. Perhimpunan Pelari Segala Medan Indonesia bukan hanya tentang lari, tetapi tentang daya tahan, keberanian, dan semangat komunitas yang kuat. Kami bangga melihat para pegiat lari ini kini memiliki wadah resmi di bawah KORMI. Ini adalah bukti bahwa olahraga masyarakat kita semakin kaya dan beragam,” ujar Walikota, disambut tepuk tangan meriah.
“Kami berharap PSMI dapat menjadi motor penggerak sport tourism, memperkenalkan tantangan lari vertikal di gedung-gedung bersejarah kita atau rute ultra yang melintasi keindahan alam Parahyangan.”
Ketua KORMI Kota Bandung, dalam pidatonya, menambahkan bahwa PSMI merupakan jawaban atas kebutuhan untuk mengorganisir disiplin lari yang sebelumnya bergerak secara sporadis.
“Di bawah naungan KORMI, PSMI akan memiliki landasan yang kokoh untuk mengembangkan program, mengadakan kompetisi berskala nasional, dan memastikan standar keselamatan yang ketat, terutama untuk lari ultra di atas 80 kilometer dan Vertical Run di gedung-gedung bertingkat,” jelasnya.
“Ini adalah olahraga yang menguji batas fisik dan mental, dan sudah saatnya kita memberikan pengakuan dan struktur yang layak.”
Delapan Pilar Pendiri PSMI: Kombinasi Birokrat dan Pegiat Veteran
Inisiasi pembentukan PSMI diprakarsai oleh delapan sosok yang dikenal memiliki dedikasi tinggi terhadap pengembangan olahraga dan komunitas lari di Bandung. Kombinasi ini unik, melibatkan birokrat berpengalaman dengan pegiat lari veteran yang telah menjelajahi berbagai medan.
Adapun jajaran pendiri PSMI yang dideklarasikan pada malam itu adalah:
* Hendy Maulana Yusup, S.Sos., M.AP. (Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bandung)
* Bobby Victorio Novarro
* Acep Komandang
* Reza F. Djamaludin
* Ricky Haryanto
* Ilham Hendriana
* Adi Hariyanto
* Billy Destavian, S. H., QA, QRMO, QRMA, CPGRC
Kehadiran Sekdispora Kota Bandung, Hendy Maulana Yusup, sebagai salah satu pendiri, memberikan legitimasi dan kemudahan koordinasi antara PSMI dan pemerintah kota.
“Keterlibatan kami adalah bentuk nyata dukungan struktural. Kami ingin memastikan komunitas ini berkembang dengan baik, memiliki akses ke fasilitas yang memadai, dan dapat menggelar kegiatan yang aman, tertib, dan berdampak positif bagi kesehatan masyarakat,” kata Hendy Maulana Yusup.
Visi dan Misi: Melampaui Batasan Jarak dan Ketinggian
PSMI didirikan dengan visi yang jelas dan ambisius: Menjadi perhimpunan terdepan dalam mewadahi, mengembangkan, dan mempopulerkan disiplin lari non-tradisional di seluruh Indonesia, yang berlandaskan prinsip endurance, sportivitas, dan eksplorasi medan.
Tujuan utama PSMI adalah mewadahi pegiat olahraga lari di bawah naungan KORMI. Namun, fokus utamanya terletak pada lintasan, jarak, dan lokasi yang sangat bervariasi dan menantang, yang belum terfasilitasi secara optimal oleh organisasi lari konvensional. Dua disiplin utama yang akan menjadi highlight PSMI adalah:
- Ultra Marathon (Jarak >80km): PSMI akan menjadi rumah bagi para ultrarunner yang secara rutin menaklukkan jarak ekstrem, seperti 100 km, 160 km (100 miles), atau bahkan lebih, melintasi medan pegunungan, hutan, jalan raya, pantai hingga gurun buatan. Fokusnya adalah pada keselamatan, nutrisi, dan teknik lari jarak jauh.
- Vertical Run (Stair Running): Ini adalah disiplin yang sedang naik daun, melibatkan lari menaiki tangga gedung-gedung tinggi. PSMI berencana bekerja sama dengan pengelola properti dan gedung pencakar langit di Bandung untuk menjadikan olahraga ini sebagai atraksi rutin. Hal ini tidak hanya mempromosikan gaya hidup sehat tetapi juga menunjukkan bahwa kota metropolitan dapat menjadi arena olahraga ekstrem yang unik.
Acep Komandang, salah satu pendiri, menjelaskan filosofi di balik nama “Segala Medan.” “Ini bukan sekadar lari di gunung atau di jalan. Ini tentang filosofi ketahanan diri. Bagaimana seorang pelari bisa beradaptasi, dari berlari melintasi ketinggian 3.000 meter di atas permukaan laut hingga menaiki puluhan lantai gedung dalam waktu singkat. Kami ingin merayakan kemampuan adaptasi manusia,” ujarnya.
Billy Destavian, S. H., salah satu pendiri yang memiliki latar belakang manajemen risiko, menekankan pentingnya profesionalisme dalam PSMI. “Mengingat sifat olahraga ini yang berisiko tinggi, kami telah menyusun kerangka kerja manajemen risiko dan keselamatan yang ketat. Semua acara yang diselenggarakan atau diakui PSMI harus mematuhi standar internasional terkait protokol medis, check-point, dan kesiapan evakuasi. Sertifikasi keselamatan akan menjadi prioritas,” tegas Billy.
Agenda dan Harapan ke Depan
Sebagai langkah awal, PSMI berencana segera menggelar Kejuaraan Vertical Run Kota Bandung dan Pelatihan Ultrarunner Bersertifikat dalam tiga bulan ke depan. Program-program ini dirancang untuk menarik tidak hanya atlet, tetapi juga masyarakat umum yang ingin mencoba tantangan baru.
Reza F. Djamaludin, salah satu motor penggerak komunitas lari dan yang berpengalaman dalam event, menjelaskan pentingnya disiplin ini menyatakan keyakinannya bahwa PSMI akan menjadi daya tarik nasional. “Bandung memiliki topografi sempurna untuk trail running ultra, dan juga memiliki banyak gedung tinggi untuk vertical run. Kami memiliki modal alam dan urban yang lengkap. Target kami bukan hanya menjadi yang terbesar di Indonesia, tetapi juga menjadi tuan rumah bagi kompetisi vertical run internasional di Asia Tenggara.”
Ricky Haryanto dan Ilham Hendriana, dua pendiri lainnya, menutup pernyataan dengan mengajak seluruh komunitas lari untuk bersinergi. “PSMI adalah rumah bagi semua. Kami terbuka untuk berkolaborasi dengan komunitas lari jalan raya, trail running, bahkan komunitas pendaki gunung, karena pada akhirnya, semua adalah tentang bergerak dan mencapai garis akhir, apa pun medannya,” pungkas mereka.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah kota, struktur organisasi yang kuat dari para pendiri, dan visi yang jelas untuk menembus batas-batas lari konvensional, deklarasi Perhimpunan Pelari Segala Medan Indonesia pada hari ini, 21 Oktober 2025, bukan hanya seremoni, tetapi penanda dimulainya era baru bagi olahraga ketahanan di Tanah Air. Kota Bandung sekali lagi membuktikan dirinya sebagai laboratorium inovasi olahraga di Indonesia.

















