Gelagat Janggal Sebelum Pembunuhan yang Menghebohkan
Sebuah peristiwa tragis terjadi di rumah Jalan Serayu Nomor 54, Kelurahan Panderejo, Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi. GDF (41), seorang pria yang akhirnya membunuh istrinya, BW (52), menunjukkan tindakan yang tidak biasa sebelum kejadian tersebut. Salah satu hal yang mencurigakan adalah saat ia mengantar anaknya ke sekolah.
GDF memiliki tiga anak. Dua di antaranya merupakan anak tiri dari BW, sementara yang bungsu adalah anak kandungnya sendiri. Anak tiri pertama sudah kuliah di Malang, sedangkan anak kedua bersekolah di salah satu SMK di Banyuwangi. Sementara itu, anak kandungnya masih duduk di kelas 1 SMP. Pagi hari sebelum tragedi maut terjadi, GDF terlihat mengantar anak kandungnya ke sekolah, sesuatu yang jarang dilakukannya sebelumnya.
Deni Tri Rahayu, Ketua RT 04/01 Kelurahan Panderejo, merasa heran dengan tindakan GDF. Ia mengatakan bahwa biasanya GDF tidak pernah mengantar anaknya ke sekolah. “Biasanya yang antar jemput itu istrinya,” katanya. Deni juga mengungkapkan bahwa kebiasaan mereka selama ini adalah berangkat ke kantor sekitar pukul 07.00 WIB. Namun, pagi itu mereka masih berada di rumah, dan kejadian berdarah terjadi.
Aktivitas Harian yang Berubah
GDF bekerja di salah satu lembaga pembiayaan plat merah, sedangkan BW adalah karyawan bank swasta ternama di Banyuwangi. Keduanya memiliki kehidupan yang cukup stabil. Namun, pagi hari sebelum pembunuhan, aktivitas mereka berbeda dari biasanya. Deni menyebutkan bahwa jam 07.00 biasanya rumah sudah sepi karena penghuninya sudah pergi bekerja. Tapi pagi itu, keadaan rumah terlihat berbeda.
Selain itu, BW baru saja pulang dari Bali sehari sebelum kejadian. Ia pergi ke Bali bersama rekan-rekan kerjanya di bank swasta. Hal ini diketahui melalui status WhatsApp korban. Deni mengungkapkan bahwa kejadian ini membuat warga kaget. BW memang dikenal sebagai pegawai yang sukses dan aktif di lingkungan. Ia akan pensiun dalam dua tahun lagi dan berencana untuk tetap aktif di lingkungan setempat.
Perilaku yang Menyimpang
Selama ini, BW dikenal ramah dan aktif dalam kegiatan sosial, seperti arisan PKK dan pengajian. Sementara itu, GDF tidak begitu aktif di lingkungan. Rosi, tetangga yang tinggal bersebelahan dengan lokasi kejadian, mengungkapkan bahwa ia tidak pernah mendengar adanya perkelahian atau konflik antara pasangan tersebut. Bahkan, pada malam sebelum kejadian, ia bertemu dengan BW dalam sebuah kegiatan warga dan tidak melihat ada tanda-tanda keanehan.
Lurah Panderejo, Much Safii, juga menyatakan bahwa pasangan tersebut selama ini hidup harmonis. Mereka tidak pernah memiliki masalah atau kabar miring tentang rumah tangga mereka. Secara ekonomi, keluarga ini terbilang cukup stabil karena keduanya bekerja.
Kejadian Tragis dan Penangkapan Pelaku
Setelah membunuh istrinya, GDF mengirim pesan WhatsApp ke seorang anggota polisi. Ia mengaku telah melakukan pembunuhan dan ingin menyerahkan diri. Polisi langsung datang ke lokasi kejadian dan menemukan korban dalam keadaan terlentang di ruang makan dengan luka tusukan pisau dapur di dada. GDF kemudian diamankan dan dibawa ke Mapolresta Banyuwangi untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
Motif pembunuhan ini masih dalam penyelidikan. Polisi belum mengungkapkan alasan pasti mengapa GDF tega membunuh istrinya. Jenazah korban telah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi.

















