Alreinamedia.com – Peluang Marc Marquez mengunci gelar juara dunia MotoGP 2026 di Qatar pada Minggu (8/11/2026) bergantung pada kemenangan di balapan utama. Namun, absennya sejumlah pembalap akibat cedera atau kondisi kesehatan yang belum pulih dapat memperkecil jumlah peserta dan membuka peluang bagi Jorge Martin untuk bertahan dalam perebutan gelar.
Marquez memenangi sprint di Lusail pada Sabtu (7/11/2026), sementara Martin finis di posisi ketiga. Hasil tersebut membuka peluang bagi pembalap Ducati itu untuk memastikan gelar kelas premier kedelapannya. Dengan dua seri masih tersisa, syaratnya cukup ketat: Marquez harus menang dan Martin gagal meraih poin.
Jumlah Pembalap di Qatar Berkurang
Jumlah peserta akhir pekan ini sudah berkurang setelah Yamaha menarik diri menyusul konflik di Timur Tengah. Honda mengganti Joan Mir yang sakit dengan Jake Dixon, sedangkan Gresini menurunkan Iker Lecuona untuk mengisi posisi Alex Marquez. Dengan demikian, total 18 pembalap sempat mengikuti rangkaian balapan di Qatar.
Jumlah itu menyusut menjadi 17 setelah Francesco Bagnaia mengalami cedera kaki seusai sprint dan dipastikan absen pada balapan utama. Grid masih berpotensi kehilangan dua pembalap lainnya, yakni Maverick Vinales dan Luca Marini, yang kondisinya belum memungkinkan mereka dipastikan tampil.
Vinales menyelesaikan sprint di urutan ke-15, tetapi masih merasakan sakit pada bahunya yang cedera. Ia mengaku mempertimbangkan untuk berhenti sementara demi memulihkan kebugaran. “Tidak ada gunanya melanjutkan seperti ini; saya hanya menyakiti diri sendiri secara mental,” ujarnya.
Marini juga belum sepenuhnya bugar karena gangguan kesehatan. Jika hanya 15 pembalap yang memulai balapan dan semuanya menyelesaikannya, posisi terakhir tetap menghasilkan poin.
Skenario Jorge Martin Bertahan dalam Perebutan Gelar
Situasi tersebut memberi Martin ruang untuk menjaga peluang juara dunia. Ia cukup finis di posisi ke-15, dengan syarat Marquez memenangi balapan, agar perebutan gelar berlanjut ke MotoGP Portugal pada akhir bulan.
Martin sebelumnya finis ketiga dalam sprint meski masih mengalami patah tulang pergelangan tangan. Balapan utama yang lebih panjang akan menjadi ujian tambahan bagi kondisi fisiknya.
Marquez pun belum yakin mampu menang karena menilai kecepatannya belum cukup untuk menandingi Marco Bezzecchi. Jika gagal menjadi pemenang, ia tidak dapat mengunci gelar di Qatar, apa pun hasil yang diraih Martin.
















