Barcelona Tergelincir di Montilivi: Flick Akui Kekalahan, Fokus pada Perbaikan
Kekalahan mengejutkan Barcelona di kandang Girona dengan skor 2-1 di Stadion Montilivi pada Selasa (17/2) menyisakan berbagai pertanyaan. Meskipun pelatih Hansi Flick sempat memprotes keras dugaan pelanggaran yang berujung pada gol kemenangan Girona, ia memilih untuk tidak menjadikannya alasan utama atas hasil minor tersebut. Blaugrana kini harus rela turun ke posisi kedua klasemen La Liga, tertinggal dua poin dari pemuncak klasemen baru, Real Madrid.
Gol kemenangan Girona dicetak oleh Fran Beltran pada menit ke-86, membalas gol penyama kedudukan yang sempat diciptakan Thomas Lemar. Gol pembuka Barcelona sendiri dicetak oleh Pau Cubarsi. Namun, Barcelona merasa dicurangi ketika mereka menilai Claudio Echeverri melakukan pelanggaran terhadap Jules Kounde sebelum gol penentu Girona tercipta.
Flick Hindari Dalih Pelanggaran untuk Tutupi Kelemahan Tim
Meskipun insiden kontroversial tersebut jelas terlihat, Hansi Flick dengan tegas menolak untuk menjadikan hal itu sebagai alasan kekalahan timnya. Pelatih asal Jerman ini menekankan bahwa ia tidak ingin terpaku pada keputusan wasit yang mungkin dianggap merugikan.
“Saya tidak ingin membicarakan hal itu (insiden yang seharusnya berbuah pelanggaran),” ujar Flick saat ditanya mengenai apakah gol Beltran seharusnya dianulir. Ia melanjutkan, “Semua orang melihat situasi sebelum gol kedua, tetapi Girona pantas menang. Kami bertahan buruk, terutama saat transisi, dan lini tengah kami tidak berada di posisi yang tepat.”
Flick mengakui bahwa pelanggaran yang dilakukan Echeverri memang terlihat jelas. Namun, ia lebih memilih untuk fokus pada performa timnya yang dinilainya masih belum optimal.
“Itu terlihat seperti alasan, atau mengeluh. Saya tidak mau begitu. Kami harus bermain lebih baik selanjutnya. Kami harus kembali ke level tertinggi,” tegasnya. Sikap Flick ini menunjukkan kedewasaannya dalam menghadapi kekalahan, mengutamakan introspeksi tim daripada menyalahkan faktor eksternal.
Catatan Kelam Barcelona di Kandang Girona
Kekalahan ini menambah daftar panjang catatan buruk Barcelona saat bertandang ke markas Girona. Stadion Montilivi seolah menjadi momok bagi tim Catalan, yang kesulitan untuk meraih poin penuh di sana. Selain itu, hasil ini juga mempertegas dominasi Girona di kandang sendiri musim ini, di mana mereka mampu mengalahkan tim-tim besar La Liga.
Konteks Aduan Klub dan Pernyataan Flick yang Unik
Keputusan wasit yang menjadi sorotan ini muncul hanya beberapa hari setelah Barcelona secara resmi mengajukan keluhan kepada Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) dan Komite Perwasitan (CTA). Aduan tersebut dipicu oleh keputusan wasit yang menganulir gol Pau Cubarsi saat Barcelona menghadapi Atletico Madrid, yang dinilai menunjukkan standar perwasitan yang inkonsisten.
Meskipun demikian, Flick tidak ingin terlalu mengkritik kinerja wasit secara terbuka pasca kekalahan di Piala Super Spanyol. Ia bahkan sempat melontarkan candaan yang unik, menyamakan “keburukan” kinerja wasit dengan para pemainnya sendiri.
“Tidak ada keluhan (atas kekalahan Girona). Mereka melakukan pekerjaan mereka. Kadang bukan pekerjaan bagus, tapi mereka sama levelnya dengan kami, mungkin bukan level bagus,” tutupnya sambil tersenyum. Candaan ini bisa diartikan sebagai upaya Flick untuk meredakan ketegangan dan menunjukkan bahwa ia tidak ingin menyalahkan siapa pun secara spesifik, melainkan melihat kekalahan ini sebagai tanggung jawab kolektif.
Dampak Kekalahan Terhadap Perburuan Gelar La Liga
Terpelesetnya Barcelona di Montilivi memberikan keuntungan bagi Real Madrid. Tim asuhan Alvaro Arbeloa ini berhasil memanfaatkan momentum dengan baik dan kini memimpin klasemen La Liga dengan keunggulan dua poin. Persaingan di papan atas La Liga diprediksi akan semakin sengit di sisa musim ini, dengan Barcelona harus segera bangkit dan memperbaiki performa mereka jika ingin tetap berada dalam perburuan gelar juara.
Perbaikan yang paling mendesak bagi Barcelona adalah pada sektor pertahanan, terutama saat melakukan transisi dari menyerang ke bertahan. Flick sendiri telah mengakui kelemahan ini dan bertekad untuk segera mengatasi masalah tersebut.
Analisis Pertahanan Barcelona
- Transisi Lambat: Barcelona terlihat kesulitan untuk kembali ke posisi bertahan setelah kehilangan bola di area lawan. Hal ini membuka ruang bagi lawan untuk melakukan serangan balik cepat.
- Posisi Lini Tengah: Lini tengah Barcelona dinilai tidak berada dalam posisi yang ideal untuk memberikan dukungan pertahanan yang solid. Hal ini membuat lini belakang lebih rentan terhadap tekanan.
- Koordinasi Pertahanan: Kurangnya koordinasi antar pemain belakang juga menjadi salah satu faktor yang berkontribusi pada kebobolan gol.
Flick menyadari bahwa untuk kembali ke level tertinggi dan bersaing memperebutkan gelar juara, timnya harus segera mengatasi kelemahan-kelemahan ini. Fokus utama kini adalah pada latihan intensif dan evaluasi mendalam untuk memastikan Barcelona dapat kembali ke jalur kemenangan di pertandingan-pertandingan selanjutnya.
Kekalahan ini menjadi pelajaran berharga bagi Barcelona. Hansi Flick dan pasukannya harus segera bangkit, belajar dari kesalahan, dan menunjukkan performa yang lebih baik di sisa musim ini agar dapat mewujudkan ambisi mereka di La Liga.



















