Alreinamedia.com-Pantai setanau yang terletak di desa sabang mawang, Kecamatan Pulau Tiga Kabupaten Natuna Propinsi Kepulauan Riau adalah contoh sempurna perpaduan antara pasir putih dan gradasi lautan mulai dari biru muda, tosca, sampai biru tua.
Pondok-pondok kayu di bawah rerimbunan pepohonan memberikan kesejukan bathin saat berpadu dengan keindahan pantai yang membentang di hadapan beberapa gugus pulau
Kejernihan airnya luar biasa, keragaman biota lautnya akan membuat kita berdecak kagum, bahkan ketika hanya snorkeling di tepian saja. Puluhan ikan Nemo akan bertaburan saat kita menikmati lautan di tepian Pantai setanau, belum lagi ikan karang aneka warna hilir mudik silih berganti.

Saya sempat bertemu dengan sekelompok besar ikan karang, bergerombol dalam jumlah ribuan dekat sekali ke pantai dikarenakan karang masih alami, terawat dengan indah dan itu sangat Menakjubkan. Vera pengunjung pantai setanau bahkan menjumpai penyu hijau, chelonia mydas.
Sungguh pantai ini indah dan sangat menginspirasi kita untuk terus memanjatkan rasa syukur kepada Tuhan YME ujar Vera pengunjung Festival jelajah Pulau Setanau 2024
Hardinansyah selaku kadispar Kabupaten Natuna (20/4/24) menuturkan Goresan syurga yang terukir Indah terbentang di ujung Perbatasan Negara Indonesia sekaligus Geosite Geopark Natuna yang berasal dari kerak samudera sudah seharusnya mesti kita jaga dengan baik.

Sebab jika rusak, tentu anak cucu kita tidak bisa menikmatinya seperti mana yang kita rasakan saat ini, makanya kami dari Dinas Pariwisata Natuna, terus berupaya agar mana salah satu goresan syurga yang ada diwilayah Kabupaten Natuna ini, bisa dikenal oleh wisatawan Lokal hingga mancanegara.
Tidak sampai disitu saja, Hardinansyah juga berharap ke indahan Pantai Pulau senua ini, kiranya bukan saja masyarakat Desa Sabang Mawang yang menjaga, tetapi seluruh masyarakat Natuna wajib menjaganya.

Kepala Dinas Pariwisata Natuna saat memberikan hadiah juara fashion show di Festiva Pulau Setanau 2024
Sebab saya yakin dan percaya, kedepan Goresan syurga ini, tentu akan banyak para wisatawan yang telah mengunjunginya akan kembali kesini, untuk memanjakan badanya, sambil menatap goresan syurga dunia yang sudah tentu para penikmatnya tidak bisa berkata-kata melainkan memanjatkan rasya syukurnya Kepada Tuhan YME (Advetorial)

















