Lokal

Gudang Beku Lebak Terbakar: Damkar Ungkap Penyebabnya

×

Gudang Beku Lebak Terbakar: Damkar Ungkap Penyebabnya

Sebarkan artikel ini

Gudang Penyimpanan Beku di Lebak Dilalap Si Jago Merah

Lebak, Banten – Sebuah insiden kebakaran yang cukup mengkhawatirkan terjadi di Kampung Pasir Jati, Kelurahan Cijorolebak, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, pada Sabtu malam, 17 Januari 2026. Gudang penyimpanan barang beku (frozen) ludes dilalap api, menimbulkan kerugian material yang signifikan. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 19.00 WIB, mengejutkan warga sekitar yang segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang.

Kronologi dan Dugaan Penyebab Kebakaran

Menurut keterangan dari Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Seksi Penanggulangan dan Penyelamatan (Gulmat) Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Lebak, Saefudin, dugaan kuat penyebab kebakaran adalah korsleting listrik yang terjadi di bagian dalam gudang. “Api diduga berasal dari korsleting listrik di dalam gudang,” ujar Saefudin.

Tim pemadam kebakaran menerima laporan mengenai insiden ini sekitar pukul 19.37 WIB. Tanpa menunda waktu, petugas langsung bergegas menuju lokasi kejadian untuk melakukan upaya pemadaman. “Kami menerima laporan sekitar pukul 19.37 WIB di Mako Damkar, setelah itu langsung melakukan pemadaman,” tambahnya.

Gudang yang terbakar tersebut diketahui menyimpan berbagai macam barang, dengan mayoritas isinya adalah plastik dan barang-barang beku. Kandungan material yang mudah terbakar ini diduga mempercepat penyebaran api, membuat kobaran api semakin membesar dan sulit dikendalikan.

Baca Juga :  20 personel Dishub Nunukan jaga Pelabuhan Sei Jepun saat libur Tahun Baru

Kondisi Gudang dan Upaya Pemadaman

Pada saat kejadian, gudang tersebut dalam keadaan kosong. Pemilik dilaporkan tidak berada di lokasi, sehingga tidak ada korban jiwa maupun luka-luka yang dilaporkan dari peristiwa ini. “Tidak ada pemilik di dalam gudang, kondisinya kosong,” ungkap Saefudin.

Proses pemadaman api berlangsung cukup lama, memakan waktu kurang lebih tiga jam. Tim pemadam kebakaran bekerja keras untuk menjinakkan si jago merah yang mengamuk di dalam bangunan. “Kurang lebih tiga jam kami melakukan pemadaman,” jelas Saefudin.

Kendala utama yang dihadapi petugas pemadam kebakaran adalah keterbatasan pasokan air. Lokasi pengambilan air untuk mengisi tangki mobil pemadam terbilang cukup jauh dari titik kebakaran, sehingga memperlambat proses pemadaman. “Kendala utama adalah suplai air, karena lokasi pengambilan air cukup jauh,” ujarnya.

Meskipun menghadapi kendala, Dinas Pemadam Kebakaran Lebak mengerahkan seluruh sumber daya yang ada. Sebanyak empat unit mobil tangki air diturunkan untuk membantu proses pemadaman. Tiga unit berasal dari Markas Komando (Mako) Damkar Lebak, dan satu unit tambahan didatangkan dari Kecamatan Cipanas untuk memperkuat upaya pemadaman.

Baca Juga :  Boeing 777 United Terbakar, Kembali ke Bandara

Dampak dan Pantauan di Lokasi

Pantauan di lokasi kejadian, tepatnya di Jalan Raya Bypass Rangkasbitung, menunjukkan bahwa kobaran api masih terlihat muncul dari bagian dalam gudang bahkan saat proses pemadaman sedang berlangsung. Asap tebal membumbung tinggi ke udara, menjadi saksi bisu keganasan api.

Petugas pemadam kebakaran terlihat berjuang gigih di tengah kobaran api yang membahayakan. Mereka menggunakan peralatan lengkap untuk memadamkan api dan mencegahnya merembet ke bangunan lain di sekitarnya. Sementara itu, akses lalu lintas di sekitar lokasi kejadian dilaporkan mengalami kemacetan akibat banyaknya warga yang berkerumun untuk menyaksikan peristiwa tersebut. Kehadiran warga yang penasaran ini juga menambah tantangan bagi petugas dalam mengatur lalu lintas dan memastikan keamanan di area sekitar.

Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran dan menghitung taksiran kerugian material yang dialami pemilik gudang. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran, terutama di tempat-tempat penyimpanan barang yang mudah terbakar.