Ekonomi

Harga Cabai Banyumas Merosot Jelang Nataru, Dinperindag Pantau Rantai Pasok

×

Harga Cabai Banyumas Merosot Jelang Nataru, Dinperindag Pantau Rantai Pasok

Sebarkan artikel ini

Upaya Stabilisasi Pangan Jelang Akhir Tahun di Banyumas: Menjaga Ketersediaan dan Harga Kebutuhan Pokok

Menjelang periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mengintensifkan berbagai strategi untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan. Langkah proaktif ini dirancang untuk mengantisipasi fluktuasi harga yang kerap terjadi pada momentum liburan akhir tahun, serta menjamin ketersediaan bahan kebutuhan pokok di pasar-pasar tradisional bagi masyarakat.

Fluktuasi Harga dan Faktor Pemicunya

Kepala Dinperindag Banyumas, Gatot Eko Purwadi, mengutarakan bahwa harga beberapa komoditas pangan sempat mengalami kenaikan signifikan. Salah satu contohnya adalah cabai rawit merah, yang sempat menyentuh angka Rp80 ribu per kilogram. Namun, berdasarkan pantauan dalam tiga hari terakhir, tren kenaikan harga tersebut menunjukkan adanya penurunan.

“Di Pasar Manis, harga grosir cabai rawit merah kini berada di kisaran Rp60 ribu per kilogram. Sementara itu, di Pasar Wage, harganya berkisar antara Rp57 ribu hingga Rp58 ribu per kilogram. Harga dari distributor sendiri tercatat mencapai Rp64 ribu per kilogram,” ungkap Gatot.

Baca Juga :  Uber Merayakan Perjalanan ke-5 Miliar di Seluruh Dunia

Ia menjelaskan bahwa lonjakan harga ini tidak semata-mata disebabkan oleh faktor alam seperti cuaca buruk atau serangan hama yang kerap memengaruhi hasil panen. Dinperindag juga mengidentifikasi adanya peningkatan permintaan yang cukup tinggi dari program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang secara khusus bertujuan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Peningkatan permintaan dari program SPPG ini dilaporkan berdampak pada harga beberapa komoditas penting, termasuk cabai, telur ayam, dan ayam ras. Untuk merespons kondisi ini dan menjaga stabilitas pasar, Dinperindag Banyumas secara berkelanjutan melakukan pendataan terhadap para distributor dan pemasok bahan pokok. Upaya ini diharapkan dapat memastikan kelancaran rantai distribusi dan mencegah terjadinya kelangkaan pasokan, terutama saat puncak kebutuhan menjelang perayaan Nataru.

Kesiapan Stok dan Evaluasi Berkala

Hingga saat ini, ketersediaan stok untuk komoditas strategis yang menjadi prioritas utama seperti beras, terigu, gula, minyak goreng, daging, dan telur dilaporkan masih dalam kondisi yang mencukupi. Dinperindag Banyumas berkomitmen untuk terus memantau kondisi lapangan secara berkala.

Baca Juga :  BI: Suku Bunga Stabil, Peluang Pangkas Tetap Ada

Sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, evaluasi data mengenai stok dan pergerakan harga di pasar akan dilaksanakan sekitar tanggal 15 Desember. Periode ini dipilih untuk mendapatkan gambaran terkini mengenai ketersediaan barang dan tren harga menjelang puncak liburan.

Gatot menegaskan kembali komitmen Dinperindag untuk terus menjalin koordinasi erat dengan seluruh pelaku usaha, termasuk para pedagang, serta pengelola pasar tradisional. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa seluruh lapisan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok mereka dengan harga yang wajar dan terjangkau selama periode akhir tahun. Ia juga menyampaikan perkiraan bahwa lonjakan harga yang dipicu oleh permintaan dari program SPPG kemungkinan akan berangsur menurun seiring dengan dimulainya liburan sekolah pada periode Nataru.

Upaya-upaya yang dilakukan oleh Dinperindag Banyumas ini mencerminkan keseriusan pemerintah daerah dalam menghadapi tantangan ekonomi menjelang hari-hari besar keagamaan dan liburan. Dengan komunikasi yang baik antar pemangku kepentingan dan pemantauan yang cermat, diharapkan stabilitas pangan di Kabupaten Banyumas dapat terjaga dengan optimal.