Ekonomi

Harga Pangan 1 Feb: Beras Turun, Daging Naik

×

Harga Pangan 1 Feb: Beras Turun, Daging Naik

Sebarkan artikel ini

Harga Komoditas Pangan Nasional Mengalami Fluktuasi, Beras dan Cabai Menurun

Harga rata-rata berbagai komoditas pangan di tingkat nasional menunjukkan pergerakan yang beragam pada hari ini, Minggu, 1 Februari 2026. Analisis data yang dihimpun pada pukul 08.45 WIB memperlihatkan adanya tren penurunan pada beberapa bahan pokok penting, sementara komoditas lain mengalami kenaikan. Penyesuaian harga ini menjadi indikator penting dalam memantau stabilitas pasokan dan daya beli masyarakat terhadap pangan.

Penurunan Signifikan pada Komoditas Beras

Sektor beras, yang merupakan makanan pokok utama bagi mayoritas masyarakat Indonesia, terpantau mengalami penurunan harga yang cukup merata. Beras premium, misalnya, mencatat penurunan sebesar 1,9% dari harga sebelumnya, kini berada di angka Rp15.376 per kilogram. Tren serupa juga terlihat pada beras medium, yang harganya turun 1,14% menjadi Rp13.234 per kilogram.

Bahkan, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang disalurkan oleh Perum Bulog, ditujukan untuk menjaga ketersediaan pangan dengan harga terjangkau, juga mengalami penurunan harga sebesar 0,54%, menjadi Rp12.388 per kilogram. Komoditas beras medium non-SPHP tidak ketinggalan, dengan penurunan harga mencapai 1,45% menjadi Rp13.736 per kilogram. Beras khusus lokal pun turut mengalami penyesuaian harga, turun 1,03% ke angka Rp15.588 per kilogram.

Komoditas Lain yang Mengalami Penurunan

Selain beras, beberapa komoditas pertanian dan peternakan lainnya juga menunjukkan tren penurunan harga. Jagung untuk pakan ternak mengalami penurunan yang cukup signifikan, yaitu 4,23%, sehingga kini dihargai Rp6.657 per kilogram. Kedelai biji kering impor juga terpantau lebih murah, turun 1,23% menjadi Rp10.773 per kilogram.

Baca Juga :  KUR BRI 2025: Rp178,08 T ke 3,8 Juta Debitur

Sektor bumbu dapur juga mengalami fluktuasi. Bawang merah tercatat mengalami penurunan harga sebesar 4,55%, kini berada di angka Rp38.642 per kilogram. Bawang putih bonggol pun tidak luput dari penurunan, dengan harga yang lebih rendah 3,37% menjadi Rp37.451 per kilogram.

Komoditas cabai, yang seringkali menjadi pemicu inflasi, juga menunjukkan tren penurunan pada beberapa jenisnya. Cabai merah keriting turun 5,8% menjadi Rp34.712 per kilogram. Cabai merah besar mengalami penurunan yang lebih terasa, yaitu 7,51%, kini dihargai Rp33.875 per kilogram. Sementara itu, cabai rawit merah juga terpantau turun 2,8% menjadi Rp54.878 per kilogram.

Kenaikan Harga pada Komoditas Tertentu

Meskipun banyak komoditas yang mengalami penurunan, beberapa bahan pangan lainnya justru menunjukkan tren kenaikan harga. Daging sapi murni, misalnya, mengalami kenaikan tipis sebesar 0,97%, kini mencapai Rp137.577 per kilogram.

Di sisi protein hewani lainnya, harga daging ayam ras mengalami penurunan sebesar 1,93% menjadi Rp38.571 per kilogram. Namun, telur ayam ras justru mengalami penurunan harga yang lebih signifikan, yaitu 2,53%, dengan harga rata-rata Rp29.792 per kilogram.

Gula konsumsi menunjukkan sedikit penurunan sebesar 0,6%, kini berada di angka Rp18.148 per kilogram. Garam konsumsi juga turun 2,7% menjadi Rp11.297 per kilogram. Sektor tepung terigu juga mengalami penyesuaian harga, dengan tepung terigu curah turun 2,87% menjadi Rp9.478, dan tepung terigu kemasan turun 3,21% ke angka Rp12.604.

Baca Juga :  BRI Kucurkan KUR Rp170 Triliun Tanpa Agunan di 2025, UMKM Makin Mudah Dapat Modal

Produk minyak goreng, baik kemasan maupun curah, juga mengalami penurunan harga. Minyak goreng kemasan turun 1,87% menjadi Rp20.782 per liter, sementara minyak goreng curah turun 1,38% ke Rp17.403 per liter. Merek Minyakita juga mengalami penurunan 0,91%, kini dihargai Rp17.461 per liter.

Sektor perikanan juga menunjukkan pergerakan harga yang bervariasi. Ikan kembung turun 1,16% menjadi Rp44.113 per kilogram. Ikan tongkol juga mengalami penurunan 2,1% ke Rp35.778 per kilogram. Ikan bandeng terpantau turun 1,97% menjadi Rp35.784 per kilogram.

Menariknya, komoditas daging kerbau menunjukkan perbedaan pergerakan harga. Daging kerbau beku impor luar negeri mengalami penurunan harga sebesar 2,01%, kini dihargai Rp108.779 per kilogram. Namun, daging kerbau segar lokal justru menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan, yaitu 3,73%, mencapai angka Rp147.222 per kilogram.

Pergerakan harga komoditas pangan yang beragam ini mencerminkan dinamika pasokan dan permintaan di pasar, serta berbagai faktor lain seperti biaya produksi, distribusi, dan kebijakan pemerintah. Pemantauan rutin terhadap harga-harga ini menjadi krusial bagi para pemangku kepentingan, mulai dari produsen, pedagang, hingga konsumen, untuk merencanakan strategi dan memastikan ketersediaan pangan yang stabil.