
PR GARUT—
Masalah masa depan Harry Maguire kembali menjadi sorotan di Old Trafford. Di tengah jumlah menit bermain yang minim dan kontrak yang segera berakhir, bek tengah Manchester United itu kini berada di persimpangan antara mempertahankan kariernya di Eropa atau menerima tawaran besar dari Timur Tengah.
Musim 2025/2026 terbukti sangat berat bagi Maguire. Mantan kapten Setan Merah ini hanya dua kali turun sebagai starter, yaitu saat menghadapi Chelsea dan Brentford di Liga Primer Inggris. Sisanya, ia lebih sering duduk di bangku cadangan, posisi yang tentu tidak diinginkan oleh pemain dengan pengalaman dan status seperti dirinya.
Namun, nasib selalu memberi pilihan menarik. Maguire kini menjadi incaran dua klub besar Arab Saudi, yakni Al-Nassr dan Al-Ettifaq. Kedua klub tersebut dikabarkan siap menawarkan gaji fantastis kepada bek berusia 32 tahun ini, mencapai £500 ribu per pekan atau sekitar Rp11 miliar.
Meski tawaran ini sangat menggiurkan, Maguire tidak serta-merta tergoda. Ia masih memiliki harga diri dan ambisi untuk bersaing di level tertinggi. Menurut laporan, Maguire hanya akan menolak pindah ke Arab Saudi jika Manchester United memberikan jaminan bermain reguler di skuad utama.
Bagi pemain yang telah memperkuat MU sejak 2019, kesempatan bermain jauh lebih berharga daripada sekadar uang. Di usianya yang mulai menapak senja, Maguire tampaknya ingin mengakhiri karier dengan tetap bersaing di panggung elite Eropa, bukan sekadar menjadi bintang di liga dengan sorotan finansial besar.
Sikap keras kepala Maguire bukan hal baru. Pada bursa transfer musim panas 2023, ia juga sempat menolak pinangan West Ham United, meskipun klub tersebut menawarkan kesempatan bermain lebih banyak. Kini, ia tampaknya siap mengulangi langkah serupa jika MU menunjukkan niat serius mempertahankannya dengan kontrak baru.
Pihak Manchester United dikabarkan akan segera membahas masa depan sang bek dalam beberapa pekan ke depan. Manajemen sadar bahwa jika kontrak baru tidak segera diberikan, klub-klub lain, termasuk dari Arab Saudi, bisa melakukan negosiasi pra-kontrak mulai Januari mendatang.
Meski begitu, situasi tidak sederhana. Performa Maguire yang inkonsisten dalam dua musim terakhir serta gajinya yang cukup tinggi menjadi bahan pertimbangan manajemen. Apalagi, pelatih Rúben Amorim yang kini menukangi MU disebut lebih mempercayai duet bek muda yang dinilai lebih cepat dan adaptif dengan sistem barunya.
Kini, keputusan ada di tangan Maguire sendiri dan manajemen klub. Apakah Setan Merah masih percaya pada sang bek berpengalaman, atau membiarkannya menempuh petualangan baru di tanah Arab dengan bayaran selangit?
















