InternasionalNews

Hubungan Trump–Modi Memburuk: Titik Terendah Diplomasi AS–India dalam 25 Tahun

×

Hubungan Trump–Modi Memburuk: Titik Terendah Diplomasi AS–India dalam 25 Tahun

Sebarkan artikel ini

Mantan Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton mengonfirmasi bahwa hubungan pribadi yang dulu dekat antara Presiden Donald Trump dan Perdana Menteri Narendra Modi kini telah benar-benar memburuk, menandai apa yang oleh para ahli disebut sebagai titik terendah dalam hubungan AS-India dalam 25 tahun terakhir.

“Trump dulu memiliki hubungan pribadi yang sangat baik dengan Modi. Saya pikir itu sudah hilang sekarang, dan itu menjadi pelajaran bagi semua orang,” kata Bolton dalam sebuah wawancara terbaru dengan media Inggris LBC. Penilaiannya yang tegas ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan yang membuat AS memberlakukan tarif hukuman sebesar 50% pada barang-barang India dan Modi dikabarkan menolak panggilan telepon Trump selama berbulan-bulan.

Titik Patah: Sebuah Panggilan Telepon di Bulan Juni

Hubungan tersebut mulai renggang setelah percakapan telepon yang memanas pada 17 Juni 2025. Menurut laporan terperinci dari The New York Times, Trump berulang kali mengklaim dirinya berjasa mengakhiri konflik militer singkat antara India dan Pakistan serta menyarankan agar Modi menominasikannya untuk Hadiah Nobel Perdamaian.

Modi merasa tersinggung dengan usulan tersebut, dan dengan tegas mengatakan kepada Trump bahwa keterlibatan AS “tidak ada hubungannya dengan gencatan senjata baru-baru ini” dan bahwa masalah tersebut “diselesaikan secara langsung antara India dan Pakistan”. Penolakan pemimpin India untuk terlibat dengan aspirasi Trump terhadap Hadiah Nobel dikabarkan menjadi titik balik dalam hubungan mereka.

Baca Juga :  Nebulizer Portabel Terbaik untuk Terapi Pernapasan di Rumah

Beberapa laporan menyebutkan bahwa sejak saat itu Modi menolak untuk menerima setidaknya empat kali panggilan telepon dari Trump, yang semakin meningkatkan frustrasi presiden AS tersebut. Perdana Menteri India juga menolak undangan Trump untuk mengunjungi Washington bersama kepala militer Pakistan, menganggapnya sebagai penyamaan yang tidak tepat antara “pelaku terorisme dan korban terorisme”.

Eskalasai Perang Dagang

Apa yang awalnya merupakan gesekan diplomatik kini telah berkembang menjadi perang ekonomi. Pada bulan Agustus, pemerintahan Trump memberlakukan tarif “resiprokal” sebesar 25% terhadap impor dari India, diikuti dengan tambahan penalti 25% yang secara khusus menargetkan pembelian minyak Rusia oleh India, sehingga totalnya menjadi 50% yang mencengangkan.

Tarif-tarif tersebut memengaruhi perdagangan bernilai miliaran dolar dan mengancam industri seperti tekstil, permata dan perhiasan, barang kulit, serta bahan kimia. Eksportir India di sektor-sektor ini menghadapi potensi penurunan ekspor ke AS hingga 70%, membahayakan ratusan ribu lapangan kerja. Hanya produk farmasi dan beberapa elektronik yang dikecualikan dari tarif.

Pemerintah Modi telah merespons dengan paket bantuan bagi eksportir yang terdampak dan mengumumkan rencana pemotongan pajak untuk meredam dampak ekonomi. Perdana Menteri juga telah mengimbau warga negara untuk menerapkan kemandirian, menyatakan bahwa India harus menjadi negara swasembada “bukan karena keterpaksaan, tetapi karena kebanggaan”.

Penyesuaian Strategis ke Arah Tiongkok dan Rusia

Keretakan diplomatik ini telah membuat India semakin dekat dengan Tiongkok dan Rusia, persis seperti yang telah diupayakan untuk dicegah oleh kebijakan AS selama beberapa dekade. Pada KTT Shanghai Cooperation Organisation di Tianjin pada 1 September, Modi difoto sedang tertawa dan bergandengan tangan dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Baca Juga :  Indonesia Investment Authority, Hutama Karya Sign Toll Road Investment Agreement

Trump bereaksi keras terhadap gambar tersebut dengan memposting di Truth Social: “Sepertinya kita telah kehilangan India dan Rusia ke pelukan Tiongkok yang terdalam dan tergelap. Semoga mereka memiliki masa depan yang panjang dan makmur bersama!” Media AS menggambarkan foto tersebut sebagai sesuatu yang “mengirimkan rasa ngeri ke tulang punggung setiap orang Amerika”.

Bolton memperingatkan bahwa kebijakan Trump telah “memundurkan hubungan AS-India selama beberapa dekade, mendorong Modi semakin dekat ke Rusia dan Tiongkok”. Ini merupakan pembalikan dramatis dari upaya bipartisan selama 25 tahun di AS untuk menarik India keluar dari aliansi Perang Dingin dengan Rusia dan memosisikannya sebagai penyeimbang terhadap Tiongkok.

Kemunduran ini terjadi pada saat kritis ketika AS membutuhkan kemitraan yang kuat di kawasan Indo-Pasifik. Mantan pejabat lintas partai telah mengkritik pendekatan Trump, dengan Perwakilan Adam Smith menyebutnya sebagai “kebijakan luar negeri yang bodoh” yang mengasingkan “mitra dan sekutu penting”. Dampaknya tidak hanya mengancam perdagangan bilateral, tetapi juga kerja sama strategis yang lebih luas, termasuk aliansi Quad dengan Australia dan Jepang