Edukatif

Insomnia: Ancaman Senyap Jantung Anda

×

Insomnia: Ancaman Senyap Jantung Anda

Sebarkan artikel ini

Insomnia: Ancaman Senyap bagi Kesehatan Jantung Anda

Kualitas tidur yang baik memegang peranan krusial dalam menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk kesehatan jantung. Namun, kondisi seperti insomnia, yang ditandai dengan kesulitan untuk tertidur atau mempertahankan tidur, kini tidak lagi hanya dianggap sebagai masalah kelelahan semata. Para ahli semakin menyadari bahwa insomnia merupakan faktor risiko serius bagi berbagai penyakit jantung.

Di Amerika Serikat, diperkirakan sekitar 10 persen penduduk mengalami insomnia kronis, sementara jutaan lainnya melaporkan kualitas tidur yang buruk. Fenomena ini menarik perhatian para peneliti, karena gangguan tidur terbukti berkaitan erat dengan peningkatan berbagai masalah kesehatan, mulai dari gangguan kesehatan mental hingga penyakit kardiovaskular.

Hubungan Erat Antara Insomnia dan Risiko Penyakit Jantung

Masalah kesehatan serius dapat timbul ketika kebutuhan tidur tubuh tidak terpenuhi secara konsisten. Dr. Julio Fernandez-Mendoza, seorang profesor psikiatri dan kesehatan perilaku di Penn State College of Medicine, mengungkapkan bahwa penelitiannya merupakan salah satu yang pertama kali menunjukkan korelasi kuat antara insomnia dan peningkatan risiko penyakit jantung.

“Kami menemukan bahwa individu yang mengeluhkan kesulitan untuk tidur atau mempertahankan tidur memiliki kemungkinan lebih besar untuk mengalami tekanan darah tinggi dan berisiko terkena penyakit jantung,” jelas Dr. Fernandez-Mendoza.

Pada remaja dan orang dewasa, insomnia serta kurang tidur telah terbukti memicu peningkatan kadar stres, perubahan hormon, dan peradangan dalam tubuh. Kondisi-kondisi ini, menurut Dr. Fernandez-Mendoza, umumnya muncul jauh sebelum seseorang didiagnosis mengalami penyakit jantung. Insomnia dapat menjadi indikator awal bahwa tubuh sedang mengalami ketidakseimbangan. Jika dibiarkan dalam jangka waktu lama, kondisi ini berpotensi berkembang menjadi gangguan kardiovaskular yang lebih serius.

Baca Juga :  TPG 2026 untuk Guru Non-ASN: Syarat Resmi Terungkap

Mengapa Kurang Tidur Berdampak Negatif pada Jantung?

Saat kita terlelap, tubuh menjalankan berbagai proses pemulihan yang vital. Proses-proses ini meliputi pengaturan tekanan darah, stabilisasi kadar hormon, serta perbaikan jaringan dan sel yang mengalami kerusakan.

Ketika tidur terganggu, proses-proses alami ini menjadi terhambat, menyebabkan sistem tubuh bekerja di bawah tekanan yang tidak semestinya. Sebagai contoh, peningkatan hormon stres seperti kortisol dapat mengakibatkan lonjakan tekanan darah dan memicu peradangan kronis. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat mempercepat kerusakan pada pembuluh darah, sehingga meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung dan stroke.

Oleh karena itu, tidak mengherankan jika para ahli kini menempatkan tidur sebagai salah satu pilar utama kesehatan jantung, setara pentingnya dengan pola makan sehat dan aktivitas fisik yang teratur.

Kebutuhan Tidur: Berapa Jam yang Ideal untuk Anda?

Kebutuhan tidur setiap individu bersifat unik dan dapat berubah seiring bertambahnya usia.

  • Orang Dewasa (Usia 18-64 tahun): Umumnya membutuhkan waktu tidur antara tujuh hingga delapan jam per malam. Individu yang konsisten mendapatkan durasi tidur ini cenderung memiliki kesehatan fisik dan mental yang lebih baik, serta risiko penyakit yang lebih rendah.
    “Orang dewasa yang melaporkan tidur sekitar tujuh hingga delapan jam per malam umumnya memiliki kesehatan terbaik, baik dari segi kesehatan fisik maupun mental, serta umur panjang,” ujar Dr. Fernandez-Mendoza.
  • Lansia (Usia 65 tahun ke atas): Kebutuhan tidur cenderung menurun pada kelompok usia ini. Umumnya, mereka hanya memerlukan sekitar enam hingga tujuh jam tidur per malam.
  • Remaja dan Anak-anak: Kelompok usia yang lebih muda justru memerlukan durasi tidur yang lebih panjang.
    “Kaum muda membutuhkan waktu tidur paling banyak, setidaknya sembilan jam, dan beberapa anak kecil bahkan membutuhkan lebih dari itu,” terang Dr. Fernandez-Mendoza.
Baca Juga :  Perak Murni vs. Campuran: 4 Perbedaan Investasi Krusial

Membangun Kebiasaan Tidur yang Sehat

Bagi banyak orang, memperbaiki kualitas tidur dapat dimulai dengan melakukan perubahan sederhana dalam gaya hidup sehari-hari. Dr. Fernandez-Mendoza menyarankan beberapa kebiasaan dasar yang dapat mendukung tidur yang lebih berkualitas:

  • Batasi Konsumsi Kafein dan Alkohol: Hindari konsumsi kafein dan alkohol, terutama menjelang waktu tidur, karena dapat mengganggu siklus tidur.
  • Berhenti Merokok: Nikotin adalah stimulan yang dapat membuat sulit tidur.
  • Olahraga Teratur: Aktivitas fisik yang teratur dapat meningkatkan kualitas tidur, namun hindari berolahraga terlalu dekat dengan waktu tidur.
  • Jaga Pola Makan: Usahakan untuk makan pada jam yang teratur, hindari melewatkan waktu makan, dan jangan makan terlalu larut malam. Hindari juga porsi makan yang berlebihan sebelum tidur.

Menerapkan kebiasaan-kebiasaan ini dapat membantu tubuh mempersiapkan diri untuk fase istirahat yang lebih optimal. Di tengah hiruk pikuk gaya hidup modern, tidur sering kali menjadi prioritas yang terabaikan. Padahal, bukti ilmiah yang semakin kuat menegaskan bahwa insomnia bukanlah sekadar masalah kelelahan sesaat, melainkan ancaman nyata yang dapat membahayakan kesehatan jantung Anda.