Berita

Istri Bupati Bela Suami Kabur: Drama Banjir Aceh!

×

Istri Bupati Bela Suami Kabur: Drama Banjir Aceh!

Sebarkan artikel ini

Bupati Aceh Selatan, Mirwan, menuai kritikan tajam setelah diketahui berangkat umrah di tengah bencana banjir yang melanda wilayahnya. Tindakan ini memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk Gubernur Aceh dan Wakil Menteri Dalam Negeri. Namun, sang istri, Devina Fisah Mirwan, tampil membela suaminya, mengklaim bahwa Mirwan telah melakukan banyak hal untuk membantu korban banjir sebelum keberangkatannya.

Kontroversi Keberangkatan Umrah di Tengah Bencana

Keberangkatan Mirwan untuk melaksanakan ibadah umrah menjadi sorotan utama. Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), secara terbuka menyatakan bahwa dirinya tidak memberikan izin kepada Mirwan untuk pergi umrah. Mualem menekankan pentingnya fokus pada penanganan dampak banjir dan longsor yang melanda sebagian besar wilayah Aceh. “Sementara waktu jangan pergi. Dia pergi juga, terserah,” ujarnya.

Senada dengan Mualem, Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, juga menegaskan bahwa Mirwan tidak meminta izin untuk pergi umrah. Bima Arya berpendapat bahwa seharusnya Mirwan menyesuaikan jadwal umrahnya dengan kondisi di wilayahnya, mengingat kebutuhan mendesak untuk fokus pada perbaikan wilayah dan penanganan warga yang membutuhkan bantuan. “Dalam kondisi seperti ini rencana umrah bisa disesuaikan. Harus fokus penanganan bencana,” katanya.

Pembelaan dari Istri Bupati

Di tengah gelombang kritikan, Devina Fisah Mirwan, istri Bupati Aceh Selatan, tampil membela suaminya. Melalui akun Instagramnya, Devina memposting ulang unggahan yang menunjukkan kegiatan penyaluran bantuan yang dilakukan Mirwan sebelum berangkat umrah. “Tak semua terlihat, tapi semua itu ada,” tulisnya.

Baca Juga :  Bupati Bintan Jadi Mentor 3 Proyek Perubahan

Devina juga membagikan tangkapan layar yang mengklaim bahwa Mirwan telah menyalurkan bantuan dan bahkan memberikan gajinya selama menjabat jauh hari sebelum keberangkatannya ke tanah suci. Ia menilai bahwa kegaduhan yang timbul akibat keberangkatan Mirwan saat warga Aceh mengalami bencana adalah hasil pelintiran. “Yang gak suka dan gak tau masalahnya emang suka goreng-goreng berita. Tapi Allah angkat derajatnya jika niat beliau tulus untuk amanah dan tanggung jawabnya,” kata Devina dalam balasan pesan chat.

Alasan Bupati Aceh Selatan

Sebelum berangkat umrah, Mirwan sempat menerbitkan surat ketidakmampuan menghadapi dampak bencana. Namun, setelah merasa tidak mampu menangani bencana, ia justru diketahui pergi umrah. Mirwan mengklaim bahwa sebelum berangkat, ia telah mengecek kondisi wilayahnya dan memastikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bekerja sesuai alur komando. “Saya sudah turun langsung mengecek kondisi masyarakat terdampak banjir dan memastikan seluruh OPD bekerja sesuai alur komando,” katanya.

Menurut Mirwan, situasi di Aceh Selatan saat itu sudah terkendali sehingga ia dapat menunaikan nazarnya untuk melaksanakan ibadah umrah. Ia juga mengaku baru mengetahui izinnya ditolak Mualem setelah tiba di tanah suci. “Surat dari Gubernur Aceh saya ketahui setelah saya berada di Tanah Suci. Informasi dari daerah juga terlambat diterima karena jaringan telekomunikasi dan listrik di Aceh Selatan sempat padam akibat gangguan listrik di Aceh. Inilah yang menyebabkan adanya miskomunikasi,” jelasnya.

Baca Juga :  Diruang Rapat Kantor Bupati Natuna, Rodial Huda Sambut Kedatangan Nelayan

Poin-Poin Kontroversi

Untuk merangkum kontroversi ini, berikut adalah beberapa poin penting:

  • Keberangkatan Umrah di Tengah Bencana: Bupati Aceh Selatan, Mirwan, berangkat umrah saat wilayahnya dilanda banjir.
  • Tidak Mendapat Izin: Gubernur Aceh dan Wakil Menteri Dalam Negeri menyatakan bahwa Mirwan tidak meminta atau mendapatkan izin untuk pergi umrah.
  • Pembelaan Istri: Istri Mirwan, Devina Fisah Mirwan, membela suaminya, mengklaim bahwa Mirwan telah melakukan banyak hal untuk membantu korban banjir sebelum keberangkatannya.
  • Alasan Bupati: Mirwan mengklaim bahwa situasi di Aceh Selatan sudah terkendali sebelum ia berangkat umrah, dan ia baru mengetahui penolakan izin setelah tiba di tanah suci.
  • Miskomunikasi: Mirwan juga menyebutkan adanya miskomunikasi akibat gangguan jaringan telekomunikasi dan listrik di Aceh Selatan.

Kontroversi ini menyoroti pentingnya prioritas dan tanggung jawab seorang pemimpin daerah dalam menghadapi bencana. Meskipun ibadah umrah merupakan hal yang penting bagi umat Muslim, banyak pihak berpendapat bahwa fokus pada penanganan bencana dan membantu warga yang terdampak seharusnya menjadi prioritas utama dalam situasi seperti ini.