Lokal

Jakarta Utara Waspada Banjir Ekstrem

×

Jakarta Utara Waspada Banjir Ekstrem

Sebarkan artikel ini

Jakarta Utara Siaga Banjir: 72 Pompa dan 22 Unit Mobile Dikerahkan Hadapi Hujan Lebat

Pemerintah Kota Jakarta Utara mengambil langkah sigap dalam menghadapi potensi ancaman banjir, baik akibat hujan lebat maupun banjir rob, yang diperkirakan akan melanda wilayah tersebut dalam beberapa hari mendatang. Kesiapsiagaan ini diwujudkan dengan pengerahan total 72 unit pompa stasioner dan 22 unit pompa mobile. Fasilitas-fasilitas vital ini disiagakan di berbagai titik strategis yang telah teridentifikasi sebagai area rawan genangan, demi meminimalkan dampak banjir bagi masyarakat.

Heria Suwandi, Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Utara, menegaskan bahwa seluruh sumber daya yang ada dikerahkan untuk mitigasi bencana. “Kami telah menyiagakan pompa stasioner dan mobile secara maksimal. Pengoperasian pompa-pompa stasioner ini terus kami maksimalkan untuk mengosongkan waduk-waduk penampungan air,” jelas Heria. Tujuannya adalah untuk memastikan kapasitas tampungan air tetap optimal, sehingga mampu menampung volume air hujan yang tinggi tanpa meluap.

Selain kesiapan infrastruktur pompa, upaya pencegahan juga menyentuh aspek teknis pengelolaan saluran air. Heria menambahkan bahwa pengerukan sedimentasi pada sejumlah kali yang selama ini jarang tersentuh juga menjadi prioritas. “Sedimentasi yang menumpuk di dasar kali dapat menyebabkan perubahan tata ruang, penyempitan badan kali, hingga pendangkalan. Semua ini berujung pada penurunan kapasitas aliran air, yang sangat krusial saat musim hujan,” terangnya. Dengan pengerukan, diharapkan aliran air di kali-kali tersebut dapat kembali lancar, mengurangi potensi genangan.

Baca Juga :  Enam Tokoh yang Menginspirasi Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta

Langkah antisipasi ini diambil sebagai respons terhadap peringatan dini yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). BMKG sebelumnya telah merilis peringatan mengenai potensi terjadinya hujan lebat hingga sangat lebat di wilayah DKI Jakarta, yang diperkirakan berlangsung mulai tanggal 16 hingga 19 Februari 2026.

Berdasarkan informasi resmi dari BMKG, pada hari Senin, 16 Februari, wilayah Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu diprediksi akan diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Potensi cuaca ekstrem ini tidak hanya terbatas pada wilayah utara, namun juga meluas ke area lain.

BMKG juga mengeluarkan peringatan siaga untuk potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang bisa terjadi di beberapa wilayah lain di Jakarta, yaitu Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan. Selain itu, wilayah penyangga seperti Kabupaten dan Kota Bogor juga masuk dalam daftar wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan.

Potensi Dampak Bencana Hidrometeorologi

Peringatan dini dari BMKG ini menggarisbawahi bahwa potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor, sangat mungkin terjadi dan dapat menimbulkan dampak yang signifikan. Bencana-bencana ini tidak hanya mengancam keselamatan masyarakat, tetapi juga dapat merusak infrastruktur vital yang telah dibangun.

  • Banjir: Genangan air yang meluas, baik akibat luapan sungai maupun sistem drainase yang tidak memadai, dapat menyebabkan gangguan aktivitas sehari-hari, kerugian material, dan potensi penyebaran penyakit.
  • Banjir Bandang: Fenomena ini lebih ekstrem dan berbahaya, di mana aliran air yang sangat deras dan kuat dapat menghanyutkan apa saja yang dilewatinya, menimbulkan kerusakan masif dan korban jiwa.
  • Longsor: Di wilayah dengan kontur perbukitan atau lereng, hujan lebat yang terus-menerus dapat memicu pergerakan tanah, menyebabkan longsor yang mengancam permukiman di sekitarnya.
Baca Juga :  Personel Amankan Fun Walk CU Lantang Tipo

Menghadapi potensi ancaman tersebut, kesiapsiagaan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Jakarta Utara melalui pengerahan pompa dan berbagai upaya mitigasi lainnya menjadi sangat krusial. Kolaborasi antara instansi pemerintah, masyarakat, dan pemahaman akan informasi cuaca dari BMKG adalah kunci utama untuk meminimalkan risiko dan menjaga keamanan wilayah dari ancaman bencana hidrometeorologi. Masyarakat dihimbau untuk terus memantau informasi cuaca terkini dan mempersiapkan diri menghadapi potensi cuaca buruk.