infrastruktur-perkotaan

Jalan Kalijambe Purworejo Siap Dilengkapi Jalur Penyelamat Tahun Depan

×

Jalan Kalijambe Purworejo Siap Dilengkapi Jalur Penyelamat Tahun Depan

Sebarkan artikel ini



MAGELANG — Jalur yang dianggap berbahaya di Kalijambe, Kabupaten Purworejo akan segera dilengkapi dengan jalur penyelamat. Proyek ini direncanakan untuk dilaksanakan pada tahun 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas Kepala Balai Pengelolaan Jalan Wilayah Magelang, Dewa Puji Santosa, saat dihubungi pada Rabu, 12 November 2025. Ia menjelaskan bahwa perbaikan jalur dan re-alinyemen vertikal sudah diprogramkan untuk tahun depan.

“Pembuatan jalur penyelamat dan re-alinyemen vertikal sudah diprogramkan di 2026. Paling cepat setelah Lebaran,” ujarnya.

Dewa menegaskan bahwa dua proyek tersebut merupakan tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah.

Jalur penyelamat nantinya akan berada di sisi kiri atau pada turunan dari arah Kabupaten Magelang. Sementara itu, perbaikan alinyemen dilakukan dengan membuat jalan tanjakan di Kalijambe lebih landai.

Baca Juga :  Copenhill Denmark, Pusat Pengelolaan Sampah yang Jadi Wisata Olahraga

“Tujuannya agar kendaraan bisa kuat menanjak karena kemiringan di sana curam sekali,” jelas Dewa.

Sebelumnya, pada 28 Mei 2025, Dewa menyatakan bahwa jalur di Kalijambe memiliki kemiringan hingga 18 persen, yang menunjukkan tingkat kelandaian yang ekstrem. Selain itu, topografi jalan di ruas Bener-Maron juga tidak lepas dari kondisi lingkungan yang berupa kawasan perbukitan.

Jalur Rawan Kecelakaan

Kecelakaan maut kembali terjadi di Kalijambe pada Selasa pagi, 11 November 2025. Tragedi ini melibatkan truk tangki solar dengan nomor polisi H 9862 OF dan mobil Suzuki Carry berpelat AA 1726 BA.

Akibat kejadian tersebut, satu orang meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara tiga orang lainnya mengalami luka-luka. Peristiwa ini juga berdampak pada sejumlah ruko di sekitar Pasar Desa Kalijambe.

Menurut Kepala Desa Kalijambe, Yanto Singgih Prasetyo, setidaknya 10 kios mengalami kerusakan.

Baca Juga :  DAMRI Buka Rute dari Pelabuhan Belawan ke Kota-Kota Lain, Cek Jadwal dan Tarifnya

“Kerusakan bisa dilihat langsung, tembok roboh, atap ambruk. Ruginya bisa mencapai puluhan juta rupiah. Kami berharap pemerintah membantu membangun kembali pasar desa ini,” jelasnya, Selasa.

Warga Berharap Ada Solusi

Sebelumnya, Jalur turunan Kali Jape di wilayah Kalijambe dikenal berbahaya karena banyak tikungan tajam dan menurun. Warga menilai area tersebut memang rawan kecelakaan truk besar.

“Kalau di jalur ini memang sering karena jalannya tikungan tajam dan menurun,” tegas Melinda, warga sekitar lokasi kejadian.

Warga berharap pemerintah segera membangun jalur penyelamat (escape lane) di area turunan Kali Jape, yang sering memakan korban jiwa.

“Ini bukan pertama kali kejadian. Sudah sering truk terguling di sini. Kami minta ada jalur penyelamat supaya tidak terus makan korban,” kata Melinda.