Lokal

Kali Cibanten: Wisata Air Edukatif Sejarah Banten

×

Kali Cibanten: Wisata Air Edukatif Sejarah Banten

Sebarkan artikel ini

Kali Cibanten: Menjelma Menjadi Destinasi Wisata Air Bernuansa Edukasi dan Sejarah

Kota Serang kini memiliki primadona baru di sektor pariwisata air. Kali Cibanten, sebuah sungai yang mengalir di jantung kota, secara resmi diperkenalkan sebagai destinasi wisata melalui acara soft launching yang meriah. Acara ini diselenggarakan di Jembatan Kidemang, Kelurahan Unyur, Kota Serang, pada Sabtu, 31 Januari 2026, menandai langkah awal yang signifikan dalam pemanfaatan potensi sungai untuk kegiatan rekreasi, edukasi, serta pelestarian lingkungan.

Acara peluncuran ini dihadiri oleh para tokoh penting yang menunjukkan dukungan kuat terhadap pengembangan wisata Kali Cibanten. Di antara para tamu kehormatan yang hadir adalah Kepala Dinas Pariwisata Banten, Eli Susianty; Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Banten, Tinawati Andra; dan Ketua TP PKK Kota Serang, Arfina Rustandi. Kehadiran mereka menegaskan sinergi antara pemerintah daerah, komunitas, dan masyarakat dalam mewujudkan visi pariwisata yang berkelanjutan.

Pengembangan Wisata Air Kali Cibanten merupakan hasil kolaborasi apik antara berbagai pihak. Komunitas Peduli Sungai Banten (KPSB) menjadi motor penggerak utama, bekerja sama erat dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Serang, Dinas Pariwisata Provinsi Banten, serta Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau–Ciujung–Cidurian (BBWSC3). Kolaborasi lintas sektoral ini menjadi kunci keberhasilan dalam mengintegrasikan berbagai aspek, mulai dari pengelolaan sungai hingga promosi pariwisata.

Rangkaian kegiatan soft launching diawali dengan sebuah petualangan seru: susur sungai menggunakan perahu karet menyusuri aliran Kali Cibanten. Para peserta diajak untuk tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga merasakan langsung denyut nadi sungai. Perjalanan ini melintasi sejumlah titik bantaran sungai yang kaya akan nilai sejarah, sekaligus memberikan kesempatan untuk memantau kondisi kebersihan dan kelestarian lingkungan di sekitarnya.

Lebih dari Sekadar Rekreasi: Edukasi dan Sejarah di Tepi Sungai

Ketua Komunitas Peduli Sungai Banten, Lulu Jamaludin, menekankan bahwa pengembangan Wisata Air Kali Cibanten tidak semata-mata berorientasi pada hiburan semata. Ia menegaskan bahwa konsep utama di balik wisata ini adalah mengedepankan edukasi lingkungan dan pengenalan sejarah kawasan Banten Lama yang kaya. Menurutnya, sungai merupakan ruang hidup yang vital bagi masyarakat dan keberadaannya harus dijaga bersama.

Baca Juga :  Camat Bogor Bantah Isu Es Kue Bohong, Ungkap Indikasi Disabilitas

“Kali Cibanten memiliki nilai sejarah yang mendalam dan potensi yang sangat besar. Melalui wisata air ini, kami mengajak masyarakat untuk lebih mengenal sungai mereka sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihannya,” ujar Lulu. Ia menambahkan bahwa sungai adalah sumber kehidupan yang perlu dihargai dan dilestarikan.

Lulu menjelaskan lebih lanjut mengenai rute susur sungai yang direncanakan. Jalur Kali Cibanten sepanjang kurang lebih empat kilometer, membentang dari Kidemang hingga Kenari, dulunya dapat ditempuh dalam waktu hingga lima jam. Namun, berkat upaya pembersihan dan pengelolaan, perjalanan pada kegiatan soft launching tersebut berhasil diselesaikan dalam waktu kurang dari satu jam. Meskipun demikian, masih ada sejumlah kendala yang dihadapi.

“Hambatan utama yang masih kami temui di sungai saat ini adalah keberadaan sampah dan material yang membusuk akibat curah hujan yang tinggi. Hal-hal tersebut masih mengganggu kelancaran arus perahu,” ungkap Lulu. Ia menambahkan bahwa penanganan sampah menjadi prioritas utama dalam pengembangan wisata ini.

Ke depannya, fokus pengembangan Wisata Air Kali Cibanten akan semakin diperkuat pada aspek edukasi dan sejarah, serta aktivitas rekreasi air yang ramah lingkungan. KPSB juga telah menjalin koordinasi intensif dengan BBWSC3 terkait pengelolaan aliran sungai yang lebih baik. Rencana kerja sama pengembangan wisata air ini mencakup pemisahan zona yang spesifik, di mana wilayah hulu akan difokuskan untuk aktivitas arung jeram, sementara bagian hilir akan menjadi pusat wisata edukasi.

“Konsepnya bukan hanya sekadar menyajikan wisata, tetapi kami ingin mengenalkan sungai, sejarahnya, serta menanamkan rasa tanggung jawab dalam menjaga lingkungan kepada setiap pengunjung,” jelas Lulu.

Akses dan Pengalaman Wisata: Fleksibel dan Ramah Pengunjung

Menyikapi antusiasme masyarakat pasca-peluncuran, Lulu Jamaludin menyampaikan bahwa Wisata Air Kali Cibanten terbuka bagi siapa saja yang ingin merasakan sensasi susur sungai. Pengunjung akan didampingi oleh relawan-relawan yang telah disiapkan oleh panitia, termasuk dari unsur pramuka, untuk memastikan keamanan dan kenyamanan.

Baca Juga :  Cuaca Sulut Hari Ini: Prediksi BMKG Minggu, 1 Februari 2026

“Kami telah menyiapkan tim relawan yang siap mendampingi para wisatawan. Pengunjung dapat datang dan menyesuaikan jadwal kunjungan mereka, yang tentu saja akan disesuaikan dengan kondisi debit air di bagian hulu,” tambah Lulu.

Ia juga menambahkan bahwa aktivitas wisata air di Kali Cibanten dirancang bersifat fleksibel. Wisatawan dapat menikmati kegiatan ini hampir setiap hari, dengan tetap memprioritaskan aspek keselamatan dan memperhatikan kondisi cuaca. Fleksibilitas ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses dan menikmati keindahan Kali Cibanten.

Untuk aspek wisata edukasi dan sejarah, pengunjung akan diajak menyelami kekayaan kawasan bersejarah yang terbentang di sepanjang aliran sungai. Mereka juga akan diperkenalkan dengan peran vital sungai dalam kehidupan masyarakat Banten dari masa ke masa. Pengalaman ini diharapkan dapat menumbuhkan apresiasi yang lebih dalam terhadap warisan budaya dan alam.

Ajakan untuk Kepedulian Lingkungan

Ketua TP PKK Kota Serang, Arfina Rustandi, yang turut serta dalam kegiatan susur sungai, memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi lintas komunitas dan instansi yang terjalin dalam soft launching Wisata Air Kali Cibanten. Ia menilai kegiatan ini merupakan sarana yang sangat efektif untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan sungai.

“Sungai yang bersih adalah aset berharga bagi kita semua. Melalui wisata air ini, kita tidak hanya mendapatkan manfaat ekonomi, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Arfina.

Ia secara tegas mengajak seluruh masyarakat Kota Serang untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, terutama dalam hal pengelolaan sampah. Arfina mengingatkan agar tidak membuang sampah ke sungai maupun ke bantaran sungai, karena hal tersebut dapat merusak ekosistem dan menghambat pengembangan wisata.

Menurutnya, kebersihan sungai adalah kunci utama agar wisata air dapat berjalan secara aman, nyaman, dan berkelanjutan. “Jika sungainya bersih, manfaatnya akan dapat dirasakan bersama oleh seluruh masyarakat. Wisata air dapat berkembang pesat, dan yang terpenting, lingkungan kita tetap terjaga kelestariannya,” tutup Arfina.