Kesehatan

Kasus Influenza A Meningkat di Surabaya

×

Kasus Influenza A Meningkat di Surabaya

Sebarkan artikel ini

Lonjakan Kasus Influenza A di Surabaya

Sejak bulan September, terjadi lonjakan kasus influenza A di berbagai rumah sakit di Surabaya. Sebagian besar penderita adalah balita dan lansia, dua kelompok usia yang memiliki daya tahan tubuh yang lebih rendah dibandingkan kelompok usia lainnya.

Menurut Direktur National Hospital Surabaya, dr Hendera Henderi, Sp.OG, MHPM, sebagian besar pasien memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri atau kontak dengan orang yang baru saja kembali dari luar negeri. Ia menjelaskan bahwa ada pasien yang baru pulang dari luar negeri, sementara sebagian lainnya tertular dari keluarga atau teman yang baru kembali dari perjalanan tersebut.

Perubahan cuaca ekstrem antar negara disebut menjadi faktor utama peningkatan kasus influenza A. Cuaca yang tidak menentu dapat menurunkan daya tahan tubuh seseorang. Influenza A merupakan infeksi saluran pernapasan atas yang menimbulkan gejala seperti demam, lelah, lesu, tidak nafsu makan, dan batuk pilek.

“Jika kondisi tubuh menurun dan tidak cukup makan-minum, pasien bisa membutuhkan perawatan di rumah sakit,” jelas Hendera Henderi. Meski gejalanya mirip dengan flu biasa, virus ini lebih mudah menular dan bisa berbahaya bagi penderita komorbid seperti diabetes, penyakit jantung, dan gangguan paru-paru.

Baca Juga :  3 Nyawa Pemotor Surabaya Hilang dalam 2 Hari, Truk Sampah Terlibat

Menurut dia, pasien dengan kondisi komorbid dan usia lanjut perlu lebih waspada karena influenza A bisa memperburuk kondisi mereka hingga menyebabkan komplikasi serius hingga kematian. Karena itu, rumah sakit memberikan perawatan lebih ketat bagi pasien berisiko tinggi, termasuk ibu hamil dan anak-anak.

Penanganan dengan Protokol Ketat

Hendera Henderi mengatakan bahwa pasien influenza A dirawat di ruang terpisah (single room) untuk mencegah penularan. Petugas medis juga wajib mengikuti protokol pencegahan infeksi, mulai dari penggunaan masker, sarung tangan, hingga pencucian alat makan pasien secara khusus.

“Tidak seperti Covid-19 yang memerlukan isolasi ketat, tetapi kami tetap menerapkan kewaspadaan tinggi agar tidak menular ke pasien lain,” ungkap Hendera Henderi.

Ia menegaskan pentingnya vaksin influenza tahunan, terutama bagi yang sering bepergian ke luar negeri. Idealnya vaksinasi dilakukan setahun sekali. Terlebih bagi mereka yang sering melakukan perjalanan ke luar negeri, sehingga daya tahan tubuhnya bisa lebih siap. Vaksin tersebut juga direkomendasikan untuk anak-anak, dewasa, lansia, hingga ibu hamil.

Baca Juga :  Menkes:Mari Deteksi Dini, Cegah Kanker Dari Awal Sebelum Terlambat

Situasi di RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH) Surabaya

Kondisi serupa juga terjadi di RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH) Surabaya. Plt Direktur dr Arif Setiawan mengungkapkan bahwa selama Agustus–September, kasus infeksi saluran pernapasan (ISPA) mengalami peningkatan. Namun, untuk kasus spesifik influenza A belum ditemukan.

“Udara kering dan debu di musim kemarau membuat pasien dengan gangguan pernapasan lebih banyak datang berobat,” terang Arif Setiawan.

RSUD BDH mengingatkan warga untuk menjaga daya tahan tubuh di tengah cuaca panas. Warga diimbau rutin vaksin influenza dan menjaga kebersihan diri untuk menekan risiko penularan di musim kemarau panjang ini.

“Perbanyak minum air putih, gunakan masker saat udara berdebu, dan segera periksa jika muncul demam tinggi atau sesak napas,” kata Arif.