Alreinamedia.com- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menganjurkan seluruh masyarakat untuk melakukan deteksi dini atau skrining kesehatan secara berkala. Karena berpeluang besar untuk meningkatkan kesempatan seseorang menjadi penyintas untuk penyakit tidak menular seperti kanker.
Dengan demikian, kata Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam acara Fun Walk peringatan Hari Kanker Sedunia pada Minggu (19/2/2023) mengatakan biaya perawatan, tingkat keparahan, kecacatan, bahkan kematian bisa dikendalikan.
“Kanker itu dapat dikendalikan, angka survival ratenya tinggi tapi syaratnya harus deteksi dini. Sekitar 90 persen bisa dikendalikan, kalau ditemukan pada stadium lanjut maka 90 persen akan meninggal,” kata Menkes Budi.
Lanjutnya, di Indonesia sebagian besar pasien yang memeriksakan diri saat kanker sudah dalam stadium lanjut. Akibatnya 90 persen pasien kanker tidak mendapatkan penanganan yang optimal yang berakhir pada kematian.
Faktor penyebabnya beragam yaitu pertama, masyarakat takut untuk melakukan pemeriksaan karena khawatir karena keterbatasan dana. Kedua, keterbatasan peralatan sehingga belum banyak fasilitas kesehatan utamanya di daerah yang mampu melakukan skrining kanker.
Ketiga, kurangnya tenaga kesehatan yang berkompeten. Ketiga faktor kata Menkes Budi, tersebut kini tengah menjadi fokus Kemenkes untuk direformasi. Reformasi dilakukan dengan melakukan transformasi kesehatan layanan rujukan yang merupakan pilar kedua transformasi kesehatan.
Dari sisi pembiayaan, Menkes Budi menyebutkan bahwa saat ini skrining kanker sudah ditanggung BPJS Kesehatan, sehingga masyarakat bisa memanfaatkanya secara gratis di fasilitas pelayanan kesehatan.
Ia mencontohkan untuk kanker kolorektoral, saat ini untuk laki-laki usia diatas 50 tahun sudah bisa melakukan deteksi dini gratis di fasilitas layanan kesehatab (fasyankes).
“Kemudian dari segi peralatan medis, Kemenkes berupaya memenuhinya berdasarkan jenis kanker yang paling banyak diderita masyarakat,” kata Menkes Budi.
Ketua Umum Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI), Cosphiadi Irawan berharap upaya pemerintah untuk memperkuat deteksi dini penyakit kanker, dapat menekan jumlah kesakitan dan kematian akibat kanker.
“Ini tentunya tidak terlepas dari peran teman-teman di rumah sakit, saatnya kita duduk bersama untuk mendukung pemerintah melakukan reformasi layanan kanker yang lebih baik,” kata Cosphiadi. (Erwin)
Redaktur: Arizki

















