Berita PilihanNasionalNews

Kemenag Dorong Transformasi Digital PTKN

×

Kemenag Dorong Transformasi Digital PTKN

Sebarkan artikel ini
Staf Khusus Menteri Agama Bidang Image Building Media dan Pengembangan IT, Wibowo Prasetyo mengatakan pihaknya mendorong Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) untuk fokus pada transformasi digital, utamanya yang akan segera melakukan peralihan status dari institut menjadi universitas. (Foto: Humas Kemeng)

Alreinamedia.com- Staf Khusus Menteri Agama Bidang Image Building Media dan Pengembangan IT, Wibowo Prasetyo mengatakan pihaknya mendorong Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) untuk fokus pada transformasi digital, utamanya yang akan segera melakukan peralihan status dari institut menjadi universitas.

Hal ini disampaikan Wibowo, saat Rapat Kerja IAIN Ponorogo tahun 2023. Raker ini mengusung tema Transformasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Menuju Digitalisasi Layanan Pendidikan yang digelar di Yogyakarta.

“Menjelang bertransformasi menjadi universitas negeri mari sama-sama kita jadikan IAIN Ponorogo ini menjadi etalese yang dikunjungi banyak orang. Seperti di mall di mana mereka berlomba-lomba mempercantik etalasenya agar menarik banyak orang yang masuk. Begitu juga dengan IAIN Ponorogo menjadi kampus yang layak untuk dilirik. Dan ini perlu kerja keras bersama agar IAIN Ponorogo menjadi destinasi calon mahasiswa untuk kuliah dan menimba ilmu,” kata Wibowo sebagaimana dilansir Kemenag, Selasa (14/2/2023).

Baca Juga :  Tiga Arahan Presiden kepada Pj Gubernur DKI Jakarta

Ia menambahkan sejak awal salah satu perintah Presiden Joko Widodo adalah bagaimana menjadikan semua layanan keagamaan dan pendidikan di Kemenag bisa cepat, murah, efektif dan efisien.

Salah satunya dengan melakukan transformasi digital yang menjadi salah satu Program Prioritas Kemenag. Dari situ, muncul lah upaya mengintegrasikan semua aplikasi di Kemenag, pusat hingga daerah, termasuk PTKN, dalam satu aplikasi lewat Super Apps Pusaka.

“Super Apps ini adalah aplikasi yang isinya macam-macam, sama seperti platform traveloka atau tokopedia, gojek dan lainnya. Super apps membuat layanan aplikasi dalam satu genggaman. Saya sempat kaget bahwa aplikasi di Kemenag termasuk kampus itu jumlahnya lebih dari dua ribuan. Di Kemenag pusat saja lebih dari 200 aplikasi, yang dikelola dengan baik itu jumlahnya hanya 9-10 aplikasi,” ujarnya. (Ali)

Redaktur: Arizki