Indonesia turut serta memeriahkan ajang bergengsi Marrakech International Coffee and Tea Festival 2025, sebuah perhelatan yang diselenggarakan di Mosalla Sidi Amara, Marrakech, Maroko. Kehadiran Indonesia di festival internasional ini semakin diperkuat oleh partisipasi aktif Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Rabat, yang didukung penuh oleh Bank Indonesia. Bersama-sama, mereka menghadirkan Paviliun Indonesia, sebuah representasi keunggulan produk kopi dan teh Nusantara di kancah global.
Festival yang berlangsung dari tanggal 6 hingga 8 Desember 2025 ini, diikuti oleh lebih dari 100 eksibitor dari 17 negara. Ini menunjukkan skala dan pentingnya acara tersebut sebagai platform untuk pertukaran budaya dan bisnis di sektor kopi dan teh.
Pameran Kopi Unggulan dan Teh UMKM
Di dalam Paviliun Indonesia, delegasi Indonesia dengan bangga menampilkan berbagai jenis kopi specialty. Produk-produk ini disajikan dalam dua bentuk utama: green bean (biji kopi mentah) dan hasil sangrai. Keunggulan kopi Indonesia berasal dari berbagai daerah penghasil utama yang telah terkenal di dunia, seperti Sumatera, Jawa, dan Sulawesi. Keberagaman geografis dan iklim di Indonesia menghasilkan profil rasa kopi yang unik dan kaya, mampu memikat selera penikmat kopi internasional.
Selain kopi unggulan, Paviliun Indonesia juga menjadi etalase bagi produk teh dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Bank Indonesia. Pemilihan produk teh ini tidak dilakukan secara sembarangan. Setiap produk telah melalui proses kurasi yang ketat untuk memastikan kualitasnya memenuhi standar mutu internasional dan telah memiliki sertifikasi yang relevan. Kehadiran dua Q Grader Barista (spesialis penilaian kualitas kopi), yang ahli dalam kopi Arabika dan Robusta, menjadi kunci dalam memastikan kualitas produk yang dipamerkan.
Para Q Grader ini tidak hanya bertugas menilai kualitas, tetapi juga memimpin sesi coffee sampling yang interaktif. Pengunjung berkesempatan mencicipi langsung kekayaan rasa kopi Indonesia. Lebih dari sekadar mencicipi, mereka juga diajak untuk menyelami cerita di balik setiap biji kopi, mulai dari asal-usulnya (origin) di perkebunan Indonesia hingga proses pengolahannya. Hal ini memberikan pengalaman yang mendalam dan edukatif bagi para pengunjung festival.
Kunjungan Pejabat Penting dan Apresiasi Maroko
Kehadiran Paviliun Indonesia di Marrakech International Coffee and Tea Festival 2025 mendapatkan perhatian khusus dari pejabat penting. Menteri Air dan Peralatan Kerajaan Maroko, Nizar Baraka, turut hadir dan meresmikan Paviliun Indonesia. Peresmian ini dilakukan bersama dengan Duta Besar Republik Indonesia untuk Maroko, Y.M. Yuyu Sutisna, dan Direktur Eksekutif Bank Indonesia, Anastuty Kusumowardhani.
Kunjungan Menteri Baraka bukan sekadar seremoni. Hal ini mencerminkan apresiasi yang tinggi dari Pemerintah Maroko terhadap posisi Indonesia sebagai salah satu produsen kopi terbesar di dunia. Lebih dari itu, kunjungan ini juga menegaskan adanya kerja sama ekonomi yang kuat antara Indonesia dan Maroko, yang melampaui sekadar perdagangan komoditas. Dimensi strategis dari kemitraan ini membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dan mendalam.
Dukungan Mitra Strategis dan Peran KBRI Rabat
Keberhasilan Paviliun Indonesia dalam festival ini juga tidak lepas dari dukungan para mitra strategis yang berkontribusi dalam ekosistem kopi Indonesia. Beberapa di antaranya adalah:
- Kappi Global (Kapal Api Group): Perusahaan besar yang telah lama berkecimpung dalam industri kopi Indonesia.
- Kailash Group Corp: Mitra bisnis yang turut memperkuat jaringan distribusi produk Indonesia.
- Asosiasi Kopi Indonesia (ASKI): Organisasi yang mewakili para pelaku industri kopi di Indonesia, memastikan standar dan kualitas tetap terjaga.
Indonesia melihat Maroko sebagai sebuah hub strategis yang memiliki akses vital ke kawasan Afrika Utara dan Eropa. Dengan memanfaatkan posisi geografis ini, Indonesia berupaya untuk menawarkan pasokan kopi dan teh berkualitas tinggi, yang diproduksi secara berkelanjutan, dan memiliki rekam jejak yang terpercaya.
Melalui instrumen diplomasi ekonomi, KBRI Rabat secara proaktif mendorong terbentuknya kemitraan jangka panjang. Fokus utamanya adalah menghubungkan UMKM Indonesia dengan mitra bisnis strategis yang ada di Maroko. Upaya ini diwujudkan melalui berbagai kegiatan, termasuk:
- Business Matching: Memfasilitasi pertemuan langsung antara produsen Indonesia dan calon pembeli atau distributor di Maroko.
- Penjajakan Kontrak Pasokan Langsung: Membantu negosiasi dan pembentukan kesepakatan pasokan produk kopi dan teh secara langsung antara kedua belah pihak.
- Rencana Kunjungan Dagang ke Indonesia: Mengundang para pebisnis Maroko untuk berkunjung langsung ke Indonesia, melihat langsung proses produksi, dan menjalin hubungan bisnis yang lebih erat.
Partisipasi Indonesia di Marrakech International Coffee and Tea Festival 2025 ini menjadi bukti nyata komitmen Indonesia dalam memperluas jangkauan pasar produk kopi dan tehnya di kancah internasional, sekaligus memperkuat hubungan bilateral dengan negara-negara sahabat.











