Persaingan SUV Tiongkok di Indonesia Semakin Sengit
Persaingan antar merek mobil SUV Tiongkok di pasar Indonesia semakin memanas dengan pengumuman harga resmi untuk Lepas L8, model perdana dari sub-brand baru Chery Group yang kini menjadi sorotan utama. Dalam ajang GJAW 2025, Lepas mengumumkan bahwa SUV PHEV lima penumpang ini dibanderol seharga Rp 589 juta dalam skema pre-booking khusus untuk 100 konsumen pertama.
Harga tersebut menempatkan Lepas L8 langsung bersaing dengan berbagai model SUV plug-in hybrid lainnya yang mulai agresif masuk ke segmen premium. Namun, berbeda dengan unit mobil hybrid Chery Group seperti Jaecoo atau bahkan kompetitor Wuling, yang lebih fokus pada pendekatan value-for-money, Lepas mencoba membangun identitas baru dengan menyasar segmen elit.
Menurut Lalu Indra Wirabhakti, Product Manager Lepas Indonesia, konsumen pertama akan mendapatkan paket khusus yang tidak tersedia selama periode reguler. “Harga Rp 589 juta berlaku untuk pre-booking, tetapi 100 konsumen pertama akan mendapatkan benefit tambahan,” ujarnya di GJAW 2025, ICE BSD, Jumat (21/11).
Benefit tambahan tersebut meliputi exclusive gift box with Leopard, premium perfume & solid gold bar, emblem khusus 001–100, serta paket aftersales eksklusif Leopard Plan+. Strategi ini disebut sebagai upaya Lepas untuk memperkuat kesan eksklusivitas, sejalan dengan positioning yang ingin mereka bangun sebagai SUV premium dengan sentuhan personal dan berkarakter.
Yang membuatnya semakin menarik adalah fakta bahwa Indonesia menjadi negara pertama yang memasarkan Lepas L8 versi setir kanan. Model ini juga direncanakan dirakit lokal bersama produk-produk Chery Holding lainnya, sebuah langkah yang berpotensi membuat harganya lebih kompetitif di masa depan sekaligus memperkuat rantai pasok Chery di pasar nasional.
Dengan banderol Rp 589 juta, Lepas L8 masuk ke ceruk yang mulai ramai diisi oleh SUV elektrifikasi medium-premium. Kehadirannya bukan hanya menambah pilihan bagi konsumen, tetapi juga mempertegas bagaimana pabrikan Tiongkok kini mengincar segmen yang sebelumnya didominasi brand Jepang dan Eropa.
Strategi sub-brand seperti Lepas juga memperlihatkan pendekatan baru Chery Group: memecah identitas produk berdasarkan gaya hidup dan karakter pengguna, bukan sekadar berdasarkan harga atau teknologi. Hal ini menunjukkan pergeseran strategi yang lebih berorientasi pada kebutuhan dan preferensi konsumen.
Masuknya Lepas L8 ke Indonesia menjadi ujian pertama, apakah formula ini bisa diterima konsumen dan memperkuat dominasi Chery Group di era elektrifikasi yang semakin kompetitif atau tidak. Dengan posisi premium dan strategi pemasaran yang inovatif, Lepas L8 memiliki peluang besar untuk menembus pasar Indonesia yang dinamis dan selektif.

















