Ekonomi

Lelang Surat Utang Selasa Targetkan Rp 33 Triliun

×

Lelang Surat Utang Selasa Targetkan Rp 33 Triliun

Sebarkan artikel ini

Kementerian Keuangan siap menggelar lelang Surat Utang Negara (SUN) pada Selasa, 3 Februari 2026. Lelang ini menawarkan sembilan seri SUN dengan kisaran tingkat kupon mulai dari 5,87 persen, dan setiap unit obligasi memiliki nilai nominal Rp 1 juta. Pemerintah menargetkan dapat meraup dana sebesar Rp 33 triliun dari penawaran obligasi yang diterbitkan ini. Sebagai perbandingan, pada lelang sebelumnya yang diselenggarakan pada 20 Januari 2026, total penawaran yang masuk bahkan mencapai Rp 82,9 triliun, dengan jumlah yang berhasil dimenangkan sebesar Rp 36 triliun.

Tujuan Lelang dan Mekanisme Pelaksanaan

Lelang SUN yang akan datang ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memenuhi sebagian target pembiayaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Instruksi lelang ini diterbitkan resmi oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan.

Proses lelang akan dimulai pada Selasa, 3 Februari 2026, pukul 09.00 WIB dan akan berakhir pada pukul 11.00 WIB. Pelaksanaan lelang ini akan menggunakan sistem yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia. Lelang bersifat terbuka (open auction) dan menerapkan metode harga beragam (multiple price).

Baca Juga :  Emas Antam Surabaya-Semarang 13 Des 2025: Harga Meroket!

Seri Surat Utang Negara yang Ditawarkan

Sembilan seri SUN yang akan ditawarkan dalam lelang kali ini meliputi:

  • SPN01260307 (Penerbitan Baru)
  • SPN12260507 (Penerbitan Ulang)
  • SPN12270204 (Penerbitan Baru)
  • FR0109 (Penerbitan Ulang)
  • FR0108 (Penerbitan Ulang)
  • FR0106 (Penerbitan Ulang)
  • FR0107 (Penerbitan Ulang)
  • FR0102 (Penerbitan Ulang)
  • FR0105 (Penerbitan Ulang)

Pemerintah memiliki fleksibilitas untuk melakukan penjualan SUN, baik lebih besar maupun lebih kecil dari jumlah indikatif yang telah ditetapkan. Kapasitas maksimal pembiayaan yang bisa dimenangkan dalam lelang ini dapat mencapai 150 persen dari target indikatif sebesar Rp 23 triliun.

Konteks Pembiayaan APBN 2026

Pelaksanaan lelang SUN ini sangat krusial dalam upaya memenuhi target pembiayaan APBN 2026. Penerbitan obligasi pemerintah merupakan salah satu instrumen utama dalam kerangka pembiayaan anggaran, sekaligus berfungsi untuk menutupi defisit APBN tahun berjalan.

Defisit APBN 2026 sendiri ditargetkan mencapai angka yang signifikan, yakni Rp 689,1 triliun. Angka ini mencerminkan kebutuhan pendanaan yang besar untuk menjalankan berbagai program dan kebijakan pemerintah.

Baca Juga :  IHSG Naik, BUMI, GOTO, BBCA Melonjak ke Zona Hijau

Lebih lanjut, merujuk pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2025 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2026, target pembiayaan utang untuk tahun ini ditetapkan sebesar Rp 832,2 triliun. Angka ini menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan target tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp 775,9 triliun. Peningkatan target pembiayaan utang ini mengindikasikan adanya upaya pemerintah untuk mengelola kebutuhan pendanaan yang terus berkembang seiring dengan proyeksi ekonomi dan kebutuhan belanja negara.

Lelang SUN ini tidak hanya menjadi ajang bagi pemerintah untuk mengumpulkan dana, tetapi juga memberikan kesempatan bagi investor untuk menanamkan modal pada instrumen yang relatif aman dan memberikan imbal hasil yang kompetitif. Keberhasilan lelang ini akan sangat berkontribusi pada stabilitas fiskal dan kemampuan pemerintah dalam melaksanakan mandatnya pada tahun 2026.