Edukatif

Makan di Atas Jam 7: Mitos atau Fakta Kesehatan?

×

Makan di Atas Jam 7: Mitos atau Fakta Kesehatan?

Sebarkan artikel ini

Makan Malam di Atas Jam 7: Mitos atau Fakta yang Mempengaruhi Berat Badan dan Kualitas Tidur?

Banyak dari kita terbiasa mendengar bahwa makan malam setelah pukul 7 malam adalah kebiasaan buruk yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan, bahkan dikaitkan dengan masalah kesehatan. Namun, benarkah anggapan ini berlaku universal? Ternyata, kebenarannya lebih kompleks dari sekadar angka jam. Fakta menunjukkan bahwa dampak makan malam di atas pukul 7 bisa baik atau buruk, sangat bergantung pada individu, gaya hidup, dan tujuan kesehatan masing-masing.

Mengurai Mitos “Makan Malam Bikin Gemuk”

Seringkali, argumen yang beredar adalah bahwa energi yang masuk dari makanan di malam hari tidak dapat dibakar karena kurangnya aktivitas fisik. Bobby Andreas Ida, seorang bodybuilder profesional dan content creator, menjelaskan dalam salah satu kontennya bahwa pandangan umum ini sering kali keliru.

“Argumentasinya energi yang dikonsumsi dalam bentuk makanan tidak bisa dibakar di malam hari karena tidak ada aktivitas,” ujarnya, merujuk pada keyakinan umum yang beredar.

Namun, anggapan bahwa makanan langsung diubah menjadi lemak jika tidak dibakar di malam hari perlu dikaji lebih dalam.

Memahami Proses Pencernaan Tubuh

Salah satu poin krusial yang sering terlewatkan adalah kecepatan sistem pencernaan tubuh manusia. Makanan tidak dicerna dalam sekejap mata. Proses pencernaan membutuhkan waktu yang bervariasi tergantung pada jenis makanan yang dikonsumsi.

“Faktanya sistem pencernaan tidak secepat seperti kamu pikirkan. Durasi untuk mencerna sebuah makanan sampai lewat usus halus, usus besar rata-rata 6-8 jam. 100% dicerna tergantung jenis makanan, biasanya 24-72 jam,” jelas Bobby.

Baca Juga :  Cancer 1 Februari 2026: Ramalan Lengkap Cinta, Karir, Kesehatan, Keuangan

Berdasarkan fakta ini, konsep bahwa makan malam harus selalu ringan karena tidak akan sempat dibakar sama sekali, sementara makan pagi boleh berat karena energinya akan dibakar seharian, menjadi kurang relevan. Proses pencernaan yang memakan waktu berjam-jam menunjukkan bahwa tubuh terus bekerja memproses makanan, terlepas dari kapan makanan itu dikonsumsi.

Faktor Utama Kenaikan Berat Badan: Jumlah, Bukan Waktu

Jika bukan jam makan, lalu apa yang sebenarnya menjadi penyebab utama kenaikan berat badan? Jawabannya sederhana: jumlah total kalori yang dikonsumsi melebihi jumlah kalori yang dibakar.

“Faktor utama yang membuat gemuk adalah kebanyakan makan, bukan jam makan,” tegas Bobby.

Ini berarti, seseorang yang makan berlebihan di siang hari namun tetap menjaga asupan kalori tetap terkontrol di malam hari, justru lebih berpeluang menjaga berat badan ideal dibandingkan orang yang makan sedikit di malam hari namun total asupan kalorinya sepanjang hari sangat tinggi. Fokus pada kualitas dan kuantitas makanan secara keseluruhan sepanjang hari jauh lebih penting daripada terpaku pada jam makan tertentu.

Dampak pada Kualitas Tidur: Pengalaman Individu

Meskipun secara umum makan malam di atas jam 7 tidak serta-merta menyebabkan gemuk, ada aspek lain yang perlu diperhatikan, yaitu pengaruhnya terhadap kualitas tidur. Bagi sebagian orang, makan makanan berat sesaat sebelum tidur dapat menimbulkan rasa tidak nyaman di perut, yang pada gilirannya dapat mengganggu kemampuan mereka untuk tertidur pulas.

Baca Juga :  BPJS Ketenagakerjaan Menggelar Rapat Koordinasi Bersama Dinas PMD Se-Provinsi NTT

“Tapi, makan berat sebelum tidur punya kemungkinan untuk mengurangi kualitas tidur, karena ada orang yang susah tidur kalau perut terasa berat,” ungkap Bobby.

Oleh karena itu, meskipun jam makan bukanlah penentu utama berat badan, mendengarkan respons tubuh sendiri terhadap waktu makan dan jenis makanan sebelum tidur menjadi sangat penting. Jika makan malam di atas jam 7 membuat Anda sulit tidur, maka menyesuaikan waktu makan atau memilih jenis makanan yang lebih ringan adalah solusi yang bijak.

Kesimpulan: Pendekatan Personal yang Disesuaikan

Pada akhirnya, baik atau buruknya kebiasaan makan malam di atas pukul 7 malam sangatlah individual. Tidak ada satu aturan baku yang berlaku untuk semua orang. Faktor-faktor seperti metabolisme tubuh, tingkat aktivitas harian, kondisi kesehatan, serta tujuan spesifik masing-masing individu (misalnya, menurunkan berat badan, mempertahankan massa otot, atau meningkatkan kualitas tidur) memainkan peran penting.

“Sehingga makan di atas jam 7 malam baik atau tidak tergantung orangnya dengan memperhatikan gaya hidup dan goals masing-masing. Tidak bisa dipukul rata,” pungkas Bobby.

Memahami tubuh Anda, mendengarkan sinyalnya, dan menyesuaikan pola makan dengan gaya hidup serta tujuan kesehatan Anda adalah kunci untuk menentukan apakah makan malam di atas jam 7 cocok atau tidak untuk Anda.

Informasi Tambahan Terkait:

  • Waktu Terbaik untuk Makan Malam, Menurut Para Ahli
  • Makan Malam Bikin Gemuk, Mitos atau Fakta?
  • 10 Resep Makanan Vegetarian, Cocok Dinikmati saat Makan Malam